Asia Menua Cepat, Alarm bagi Krisis Tenaga Kerja dan Kesehatan Lansia


Tanpa inovasi dan kolaborasi, krisis lansia akan menjadi beban besar bagi ekonomi dan sistem kesehatan. Singapura serius usia kerja pasca pensiun.

2026-04-16T12:53

Penuaan populasi di Asia berlangsung jauh lebih cepat dari yang diperkirakan. Dalam forum World Ageing Festival 2026, CEO Sompo Japan, Mikio Okumura, menegaskan bahwa kawasan ini tengah menghadapi percepatan demografi tercepat dalam sejarah.

Menurutnya, sebuah negara disebut “menua” saat populasi usia 65 tahun ke atas mencapai 7 persen, dan menjadi “super-aged society” ketika melampaui 21 persen—fase yang kini telah dialami Jepang. Jika Jepang membutuhkan 77 tahun untuk sampai ke titik ini, negara seperti China dan Singapura diperkirakan hanya butuh sekitar 25 tahun.

Dampaknya sudah terasa. Jepang mencatat hanya sekitar 686 ribu kelahiran pada 2024, berbanding 1,6 juta kematian. Angkatan kerja pun terus menyusut, sementara kebutuhan layanan lansia meningkat tajam.

Okumura menyoroti tiga risiko utama: kesenjangan antara usia harapan hidup dan usia sehat, kekurangan tenaga perawatan yang bisa mencapai satu juta orang pada 2040, serta rendahnya kesiapan finansial masyarakat.

Sebagai respons, Sompo mengembangkan solusi berbasis teknologi dan data, mulai dari asuransi yang mendorong gaya hidup sehat hingga penggunaan sensor dan kecerdasan buatan di fasilitas lansia. Hasil awal menunjukkan penurunan angka rawat inap dan efisiensi kerja yang signifikan.

“Jepang bukan akhir, tapi gambaran masa depan Asia,” ujar Okumura. Pesannya jelas: tanpa inovasi dan kolaborasi, krisis lansia akan menjadi beban besar bagi ekonomi dan sistem kesehatan.

Singapura Dorong Karier Panjang di World Ageing Festival 2026

Pemerintah Singapura menegaskan komitmennya dalam memperpanjang usia kerja dan memperkuat peran pekerja senior dalam perekonomian. Hal ini disampaikan oleh Dinesh Vasu Dash, Menteri Negara untuk Ketenagakerjaan serta Kebudayaan, Komunitas, dan Pemuda Singapura, dalam ajang sama di Marina Bay Sands Expo and Convention Centre.

Dalam pidatonya, Dinesh menekankan bahwa penuaan populasi harus dipandang sebagai peluang, bukan beban. Pemerintah bersama mitra tripartit—pengusaha dan serikat pekerja—terus mendorong kebijakan yang memungkinkan warga tetap produktif di usia lanjut, termasuk peningkatan usia pensiun dan re-employment.

Sejumlah langkah strategis telah dijalankan, antara lain penguatan program pelatihan karier bagi pekerja usia 50 tahun ke atas, serta pengembangan model kerja fleksibel dan berbasis proyek. Pendekatan ini ditujukan untuk membantu pekerja senior menavigasi transisi karier sekaligus menyesuaikan dengan perubahan kebutuhan hidup.

Di sisi lain, pemerintah juga memperpanjang berbagai insentif bagi perusahaan hingga 2027 untuk mendorong perekrutan dan retensi pekerja senior, termasuk dukungan redesign pekerjaan dan skema kerja paruh waktu..

Forum ini menegaskan posisi Singapura sebagai salah satu negara yang aktif merancang solusi menghadapi penuaan populasi global, dengan fokus pada keberlanjutan tenaga kerja dan inklusivitas lintas generasi.

 

Geriatri,Lansia Indonesia,WorldAgeingFestival,Asia

ARTIKEL LAINNYA

Cegah Ompong? Gampang Kok Asal Rajin

Pengalaman Saya di Tanah Suci

Pendamping Lansia Agar Selalu Memperhatikan Kesehatan Diri Juga

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026