Modus Penipuan Online Baru, Awas Captcha Palsu Mengintai!  


Berita Lansia - Penipuan online terus berkembang dengan berbagai modus baru yang semakin canggih. Salah satunya penipuan lewat iklan web yang menyasar pengguna PC Windows. 

2024-12-23 21:56:35

Geriatri.id - Penipuan online terus berkembang dengan berbagai modus baru yang semakin canggih. Salah satunya penipuan lewat iklan web yang menyasar pengguna PC Windows. 

Modus ini tidak hanya menipu individu, tetapi juga berpotensi merugikan perusahaan secara signifikan.  

"Sekarang pengguna dapat ditipu perintah Captcha palsu atau pesan kesalahan halaman web Chrome, sehingga menjadi korban pencurian. Pengguna korporat dan individu harus berhati-hati dan berpikir kritis sebelum mengikuti perintah mencurigakan yang mereka lihat secara daring," ujar Pakar Keamanan di Kaspersky, Vasily Kolesnikov.

Bagaimana modus baru ini bekerja?

Modus ini dimulai dengan iklan yang muncul saat orang berselancar di internet. Biasanya, iklan tersebut menutupi seluruh layar sehingga calon korban secara tidak sadar mengkliknya untuk mengakses konten yang ingin mereka lihat.  

Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia

Namun, klik tersebut justru mengarahkan mereka ke halaman Captcha palsu. Captcha adalah fitur keamanan yang biasanya digunakan untuk memverifikasi apakah pengguna adalah manusia atau bot. 

Dalam kasus ini, Captcha digunakan untuk menyembunyikan niat jahat.

Ketika pengguna mengeklik tombol 'Saya bukan robot' di halaman Captcha palsu, sebuah skrip berbahaya secara otomatis disalin ke clipboard pengguna. 

Skrip ini kemudian meminta pengguna untuk menempelkannya ke terminal, yang tanpa disadari akan mengunduh malware berbahaya bernama Lumma Stealer.  

Apa Itu Lumma Stealer dan bahayanya?  

Lumma stealer adalah malware yang dirancang untuk mencuri berbagai informasi sensitif, seperti aset kripto, cookie browser, data dari pengelola kata sandi dan kredensial untuk layanan akses jarak jauh.  

Selain itu, malware ini dapat mengambil tangkapan layar, mengontrol perangkat korban, dan bahkan mengunduh alat akses jarak jauh untuk mengambil alih komputer korban sepenuhnya. 

Akibatnya, korban tidak hanya kehilangan informasi pribadi tetapi juga berpotensi mengalami kerugian finansial besar.  


Menurut telemetri Kaspersky, lebih dari 140.000 insiden terkait iklan berbahaya tercatat selama September dan Oktober 2024. 

Dari jumlah tersebut, lebih dari 20.000 pengguna dialihkan ke halaman palsu yang mengandung skrip berbahaya.  

Negara dengan jumlah korban terbanyak meliputi Brasil, Spanyol, Italia, dan Rusia. 

Namun, pengguna di seluruh dunia tetap harus waspada, mengingat modus ini memiliki jaringan distribusi yang luas.  
  
Berikut tips untuk melindungi diri dari modus penipuan:  

1. Hindari mengklik iklan mencurigakan

Jika iklan menutupi layar atau tampak terlalu menarik untuk menjadi kenyataan, sebaiknya hindari mengkliknya.  

2. Verifikasi halaman Captcha

Jangan terburu-buru mengeklik tombol "Saya bukan robot" tanpa memeriksa kredibilitas situs yang dikunjungi.  

3. Jangan menyalin atau menempelkan perintah dari situs tidak dikenal

Jika diminta menyalin dan menempelkan skrip atau kode, segera tinggalkan situs tersebut.  

4. Gunakan perangkat lunak keamanan

Pastikan perangkat dilindungi antivirus terpercaya yang dapat mendeteksi ancaman seperti Lumma stealer.  

5. Tetap waspada dan berpikir kritis

Jika sebuah halaman web menampilkan pesan tidak biasa atau meminta untuk melakukan tindakan mencurigakan, segera tutup halaman tersebut.  

Baca Juga: Tanya Jawab Masalah Kesehatan Jantung

Modus penipuan dengan Captcha palsu ini menunjukkan penjahat siber semakin kreatif dalam mencari cara untuk menipu korban. 

Karena itu, selalu berhati-hati saat berselancar di internet, terutama ketika berinteraksi dengan iklan atau fitur Captcha. 

Tetap waspada untuk menghindari menjadi korban penipuan!*** 

*Ilustrasi - Waspadai kejahatan siber dengan modus baru.(Pixabay)

Video Senior Podcast


ARTIKEL LAINNYA

Tantangan buat Caregiver: Tuntutan Perawatan Makin Kompleks

Di Jepang, Lansia “Asuh” Anak yang Semakin Tua

Jumaria, Lansia yang Jadi Ikon Haji 2026

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026