Demensia Ancaman Kesehatan Global yang Dapat Dicegah dengan 5 Kebiasaan Ini


Berita Lansia - Saat ini semakin banyak orang di seluruh dunia hidup dengan demensia, sebuah kondisi ditandai dengan gangguan ingatan, pemikiran, dan kemampuan mengambil keputusan. 

2024-12-16 22:25:50

Geriatri.id - Saat ini semakin banyak orang di seluruh dunia hidup dengan demensia, sebuah kondisi ditandai dengan gangguan ingatan, pemikiran, dan kemampuan mengambil keputusan. 

Menurut prediksi, jumlah kasus demensia akan terus meningkat seiring bertambahnya populasi lanjut usia di masa mendatang. 

Namun, penting diketahui, demensia bukan bagian normal dari penuaan yang tidak dapat dihindari.  

Para ilmuwan telah menemukan gaya hidup seseorang memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan kognitif di usia lanjut. 

Penelitian terbaru menunjukkan lima kebiasaan utama yang dapat membantu menurunkan risiko demensia. Penelitian ini diterbitkan dalam jurnal JAMA Neurology (Februari 2024).   

Studi ini menganalisis data dari proyek Rush Memory and Aging, yang mengamati gaya hidup dan otopsi 754 peserta dari tahun 1997 hingga 2022.  

Lima kebiasaan untuk mencegah demensia  

1. Berhenti merokok

Merokok tidak hanya meningkatkan risiko kanker, tetapi juga memengaruhi kesehatan otak. 

Baca Juga: Tanya Jawab Masalah Kesehatan Jantung

Penelitian menunjukkan bahan kimia dalam asap rokok dapat menyebabkan stres oksidatif dan peradangan di otak, serta mempercepat penipisan korteks otak, area penting untuk kemampuan berpikir. 

Selain itu, merokok dapat menebalkan dinding arteri, meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke, yang merupakan faktor risiko demensia vaskular.  

Kabar baiknya, risiko demensia dapat menurun signifikan setelah seseorang berhenti merokok selama 10 tahun.  

2. Aktivitas fisik yang teratur


Olahraga secara teratur, setidaknya 150 menit per minggu, dapat membantu menjaga kesehatan otak. 

Menurut Dr. David Merrill, psikiater geriatri, aktivitas fisik memperkuat bagian otak seperti hipokampus, yang berperan penting dalam memori.  

Olahraga tidak hanya baik untuk otot dan tulang, tetapi juga membantu meningkatkan aliran darah ke otak, memperbaiki koneksi saraf, dan mendukung neuroplastisitas - kemampuan otak beradaptasi dan membentuk koneksi baru.  

3. Membatasi konsumsi alkohol  

Konsumsi alkohol berlebihan dapat merusak jalur komunikasi otak, memengaruhi fungsi penting seperti memori, keseimbangan, dan penilaian. 

Dalam jangka panjang, hal ini dapat menyebabkan perubahan pada neuron, termasuk penyusutan ukuran mereka.  

Para ahli merekomendasikan agar wanita mengonsumsi maksimal satu minuman beralkohol per hari, sedangkan pria hingga dua minuman. 

Batasan ini dapat membantu melindungi otak dari kerusakan akibat alkohol.  

4. Tetap aktif secara mental

Aktivitas yang melibatkan otak, seperti membaca buku, bermain permainan yang menantang, atau belajar bahasa baru, dapat meningkatkan neuroplastisitas dan membantu mencegah penurunan kognitif.  

Bahkan, tantangan sederhana seperti mengambil rute baru ke tempat kerja atau mencoba resep masakan baru dapat memberikan rangsangan positif bagi otak. 

Dr. Vernon Williams menekankan bahwa rangsangan mental yang tepat membantu neuron membentuk koneksi baru yang bermanfaat.  

5. Mengikuti diet MIND  


Pola makan sehat, seperti diet MIND (Mediterranean-DASH Intervention for Neurodegenerative Delay), secara khusus dirancang untuk kesehatan otak. 

Diet ini menekankan konsumsi buah-buahan, sayuran, biji-bijian, lemak sehat, kacang-kacangan, serta protein tanpa lemak seperti ikan dan polong-polongan.  

Diet ini juga membatasi konsumsi makanan olahan, lemak jenuh, dan gula, yang dapat berdampak negatif pada kesehatan otak.  

Demensia mungkin menjadi tantangan kesehatan global yang serius, tetapi pencegahannya berada dalam jangkauan. 

Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia

Dengan menerapkan kebiasaan sehat seperti berhenti merokok, rutin berolahraga, membatasi konsumsi alkohol, menjaga aktivitas mental, dan mengadopsi pola makan sehat dapat mengurangi risiko penurunan kognitif serta menjaga kualitas hidup di usia lanjut.  

Pencegahan demensia adalah tanggung jawab bersama. Mulailah dengan perubahan kecil dalam kebiasaan sehari-hari untuk masa depan yang lebih sehat.***  

*Ilustrasi - Lima kebiasaan untuk mencegah demensia.(Pixabay)

Video Senior Podcast


ARTIKEL LAINNYA

Tantangan buat Caregiver: Tuntutan Perawatan Makin Kompleks

Di Jepang, Lansia “Asuh” Anak yang Semakin Tua

Jumaria, Lansia yang Jadi Ikon Haji 2026

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026