Silver Economy: Lansia Sebagai Pilar Baru Pembangunan Ekonomi Indonesia  


Berita lansia - Silver society tidak hanya menjadi tantangan demografi, tetapi juga peluang besar untuk mendorong pembangunan ekonomi. 

2024-12-06 21:44:17

Geriatri.id - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menekankan pentingnya peran masyarakat lansia dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kebutuhan lansia, yang dikenal dengan istilah silver economy. 

Pernyataan ini disampaikan saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Persatuan Pensiunan Indonesia di Kantor BPSDM Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Selatan, Kamis 5 Desember 2024.  

Mewakili Presiden Prabowo Subianto, Pratikno menegaskan, silver society tidak hanya menjadi tantangan demografi, tetapi juga peluang besar untuk mendorong pembangunan ekonomi. 

Baca Juga: Tanya Jawab Masalah Kesehatan Jantung

Lansia, dengan kebutuhan spesifiknya, menjadi motor penggerak di berbagai sektor, seperti layanan kesehatan, teknologi ramah usia, hingga pariwisata berkelanjutan.  

“Dalam silver economy, kebutuhan lansia yang spesifik, seperti alat bantu kesehatan, terapi rehabilitasi, dan layanan publik yang ramah lansia, membuka potensi besar bagi investasi dan inovasi,” ujarnya dikutip dari laman Kementerian PMK.

Selain sebagai konsumen, lansia juga berperan aktif dalam pembangunan bangsa. 

Dengan pengalaman dan jejaring yang mereka miliki, kelompok ini bisa menjadi katalisator inovasi dan pembangunan sosial.  

Perpres Nomor 88 Tahun 2021: Fondasi Lansia Mandiri dan Sejahtera  

Pemerintah telah menyusun kebijakan strategis untuk mendukung lansia melalui Perpres Nomor 88 Tahun 2021 tentang Strategi Nasional Kelanjutusiaan (Stranas Kelanjutusiaan). 

Strategi ini bertujuan menciptakan lansia yang mandiri, sejahtera, dan bermartabat.  

"Pemerintah akan terus berkoordinasi untuk memastikan pelaksanaan program yang mendukung lansia, baik dari segi kesehatan, ekonomi, maupun lingkungan yang inklusif,” jelas Pratikno.  


Rakernas Persatuan Pensiunan Indonesia menjadi momentum penting untuk mengevaluasi dan meningkatkan kontribusi lansia dalam masyarakat. 

Organisasi seperti ini dinilai memiliki potensi besar untuk menggerakkan silver economy dan mendorong lansia menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.  

“Silver society bukan sekadar statistik. Mereka adalah pilar penting dalam pembangunan ekonomi dan sosial Indonesia ke depan,” katanya.

Silver economy membuka peluang besar bagi Indonesia untuk memanfaatkan potensi lansia sebagai kekuatan ekonomi baru. 

Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia

Dengan kebijakan yang inklusif, kolaborasi multipihak, dan pemanfaatan pengalaman lansia, Indonesia dapat menghadapi tantangan demografi sekaligus menciptakan pertumbuhan berkelanjutan.***  

*Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno.(Dok.Kementerian PMK)

Video Senior Podcast


ARTIKEL LAINNYA

Kehidupan Lansia yang Menginspirasi Lewat 5 Drama Cina

Tetap Aktif, Tetap Sehat: Kunci Menjaga Jantung di Usia Lanjut

Cara Memilih Tensimeter yang Cocok di Rumah

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026