Punya Segudang Manfaat, Tapi Perlu Bijak Mengonsumsi Tahu


Berita Lansia - Tahu merupakan salah satu makanan yang telah menjadi andalan masyarakat Indonesia sejak lama. Harga makanan berbahan dasar kedelai ini terjangkau dan mudah diolah menjadi aneka masakan. 

2024-12-05 11:54:47

Geriatri.id - Tahu merupakan salah satu makanan yang telah menjadi andalan masyarakat Indonesia dari berbagai kalangan termasuk lansjut usia (lansia). Harga makanan berbahan dasar kedelai ini terjangkau dan mudah diolah menjadi aneka masakan. 

Namun, di balik popularitasnya, tahu menyimpan sejumlah dampak bagi kesehatan yang perlu diperhatikan.  

Manfaat mengonsumsi tahu setiap hari 

1. Menurunkan kolesterol jahat (LDL)

Tahu mengandung isoflavon, senyawa yang dapat menurunkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh. 

Dengan konsumsi 25 gram protein kedelai per hari, tubuh dapat mengalami penurunan LDL. Ini akan membantu mencegah penumpukan plak pada pembuluh darah. 

Baca Juga: Tanya Jawab Masalah Kesehatan Jantung

2. Mengurangi risiko diabetes

Kandungan isoflavon dalam tahu juga memberikan efek positif pada kadar gula darah. 

Penelitian menunjukkan, konsumsi rutin 100 miligram isoflavon dari kedelai dapat menurunkan kadar gula darah dan insulin, sehingga membantu mengurangi risiko diabetes.  

3. Asupan protein harian tercukupi

Tahu adalah sumber protein nabati yang mengandung 9 asam amino esensial, setara dengan protein pada daging. 

Dalam 100 gram tahu terkandung sekitar 8 gram protein. Ini menjadikan tahu, alternatif ideal bagi vegetarian atau mereka yang ingin mengurangi konsumsi daging. 

Secangkir tahu mengandung lebih banyak protein (20,2 gram) dibandingkan susu (15,3 gram).  

Meski kaya manfaat, konsumsi tahu berlebihan dapat meningkatkan risiko kanker payudara bagi sebagian orang. 
Kandungan isoflavon dalam tahu memiliki struktur kimia yang mirip dengan estrogen, yang pada kadar tertentu dapat memengaruhi hormon tubuh. 

Namun, efek ini masih menjadi perdebatan, karena penelitian lain justru menunjukkan tahu dapat memberikan perlindungan antioksidan terhadap sel kanker.

Tips mengolah tahu  


Tahu sering kali diolah dengan cara digoreng, seperti tahu isi atau tahu kriuk, yang tinggi lemak dan kalori. Pengolahan semacam ini dapat mengurangi manfaat sehat tahu.  

Untuk memaksimalkan manfaatnya, pilih metode pengolahan tahu yang lebih sehat seperti:  

- Dikukus untuk menjaga kandungan nutrisi tahu tanpa menambahkan lemak.  

- Dipanggang untuk tekstur yang renyah dengan lebih sedikit minyak.  

- Ditumis dengan sayuran segar untuk asupan gizi yang lebih seimbang.

Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia

Tahu adalah superfood yang menawarkan beragam manfaat kesehatan, dari menurunkan kolesterol hingga memenuhi kebutuhan protein harian.

Namun, seperti makanan lainnya, konsumsinya perlu dibatasi dan diolah dengan cara yang sehat.***  

*Ilustrasi - Manfaat mengonsumsi tahu setiap hari.(Pixabay)

Video Senior Podcast


ARTIKEL LAINNYA

Bahaya Duduk Terlalu Lama bagi Lansia

Memahami Hipertensi (13): Pengaruh Kopi, Matcha, dan Teh

Cara Mengukur Kebutuhan Porsi Makan Lansia

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026