
Geriatri.id - Perubahan iklim bukan lagi ancaman di masa depan, melainkan sudah nyata dirasakan saat ini. Salah satu kelompok paling rentan terdampak perubahan iklim adalah orang lanjut usia (lansia).
Ancaman langsung bagi kesehatan fisik dan mental lansia mulai dari gelombang panas, polusi udara, hingga bencana alam seperti banjir dan kebakaran hutan.
Laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang diterbitkan dalam Journal of Global Health, menyebut kebutuhan spesifik lansia dalam menghadapi dampak perubahan iklim sebagian besar masih terabaikan.
Padahal, lansia memiliki faktor risiko fisiologis lebih tinggi, seperti menurunnya kemampuan tubuh untuk mengatur suhu, kerentanan terhadap dehidrasi, dan sistem kekebalan lebih lemah.
Baca Juga: Tanya Jawab Masalah Kesehatan Jantung
Ancaman nyata bagi kesehatan lansia
Salah satu ancaman terbesar bagi lansia adalah cuaca ekstrem, khususnya gelombang panas.
Pada suhu tinggi lansia lebih rentan mengalami serangan jantung dan komplikasi pernapasan.
Kebakaran hutan yang memicu polusi udara memperburuk risiko penyakit pernapasan, kanker, dan penyakit kardiovaskular pada mereka.
Bencana alam lain yang juga berdampak signifikan seperti banjir dan kekeringan.
Akibat banjir, akses terhadap air bersih dan makanan sering kali terputus. Ini meningkatkan risiko diare, malnutrisi, dan penyakit lainnya, terutama pada lansia.
“Meski kesadaran terhadap perubahan iklim meningkat, tindakan untuk melindungi populasi paling rentan, termasuk lansia, masih jauh dari memadai,” ujar Dr. Anshu Banerjee, Direktur Kesehatan Ibu, Bayi Baru Lahir, Anak, dan Lansia di WHO.
Lansia, krisis iklim, dan kesehatan mental
Bencana terkait dengan perubahan iklim juga berdampak besar pada kesehatan mental lansia.
Kehilangan tempat tinggal, kematian orang tercinta, dan gangguan akses layanan kesehatan sering kali memicu stres, depresi, dan rasa tidak berdaya.
“Lingkungan yang sehat menjadi fondasi bagi penuaan yang sehat,” kata Anayda Portela, ilmuwan WHO.
“Namun, perubahan iklim merusak fondasi ini, terutama bagi mereka yang sudah lemah secara fisik maupun sosial.”
Langkah mitigasi dan adaptasi yang mendesak
Laporan ini menekankan pentingnya tindakan segera untuk melindungi lansia dari dampak perubahan iklim.
- Mitigasi emisi gas rumah kaca
Mengurangi emisi karbon secara global menjadi prioritas untuk memperlambat pemanasan global dan mengurangi frekuensi cuaca ekstrem.
- Membangun ketahanan iklim
Pemerintah perlu mengembangkan program yang melibatkan lansia dalam dialog, perencanaan, dan aksi iklim.
Layanan kesehatan juga harus dipersiapkan untuk menangani kebutuhan spesifik lansia saat bencana terjadi.
- Sistem layanan dan edukasi
Penyediaan layanan sosial, pendidikan, dan fasilitas khusus untuk lansia dalam menghadapi cuaca ekstrem atau polusi menjadi langkah konkret yang harus diutamakan.
Perubahan iklim dan harapan masa depan
Tahun 2023 tercatat sebagai tahun terpanas dalam 170 tahun terakhir, dengan berbagai bencana iklim mulai dari kebakaran hutan hingga banjir.
Namun, ini bukan hanya sekadar statistik. Di balik angka tersebut, ada jutaan lansia yang menghadapi risiko kehilangan kesehatan, kesejahteraan, bahkan nyawa.
Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia
Sudah saatnya kebutuhan lansia diintegrasikan dalam kebijakan perubahan iklim.
Lansia tidak boleh lagi menjadi kelompok terpinggirkan dalam dialog global.
Aksi nyata diperlukan untuk memastikan mereka terlindungi, tidak hanya dari bencana fisik, tetapi juga dari dampak sosial dan mental yang sering kali tak terlihat.***
*Ilustrasi - Dampak perubahan iklim bagi lansia.(Pixabay)
Video Senior Podcast
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri