Dorong Lansia Tetap Sehat dan Produktif Melalui Sekolah Lansia


Berita Lansia - Semakin bertambahnya jumlah orang lanjut usia (lansia) di Pulau Jawa menjadi perhatian serius Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Tengah. 

2024-12-04 19:47:25

Geriatri.id - Semakin bertambahnya jumlah orang lanjut usia (lansia) di Pulau Jawa menjadi perhatian serius Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Tengah. 

Saat ini jumlah lansia di Pulau Jawa telah mencapai sekitar 10 persen dari total populasi. 

Untuk memastikan mereka tetap sehat, aktif, dan harmonis bersama keluarga, BKKBN menggulirkan program inovatif termasuk Bina Keluarga Lansia (BKL) dan Sekolah Lansia (SeLa).  

Program ini mendapat perhatian dalam acara wisuda Sekolah Lansia Sehat Bahagia Mandiri (SeLa SeHaRi) di Kota Pekalongan, yang telah berlangsung di Hotel Howard Johnson. 

Baca Juga: Tanya Jawab Masalah Kesehatan Jantung

Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Tengah, Eka Sulistia Ediningsih, menekankan pentingnya upaya pemerintah memberdayakan lansia agar tetap produktif meski usia terus bertambah.  

“Saya menyebut mereka sebagai ulama, yakni usia lansia masih aktif. Ini menggambarkan bagaimana kita harus mendukung mereka agar tetap berdaya. Saya juga mengapresiasi Kota Pekalongan, yang tidak hanya mengandalkan dana pemerintah, tetapi juga melibatkan swasta untuk mendukung keberlangsungan sekolah lansia. Ini contoh baik yang bisa diadopsi daerah lain,” ujar Eka.  

Lansia sebagai pilar keluarga 

Eka menggarisbawahi bahwa lansia juga berperan penting dalam pengasuhan cucu atau balita. Banyak anak yang diasuh kakek-nenek mereka, terutama di Pulau Jawa.  

“Peran ini menjadi bagian dari upaya percepatan penurunan stunting. Lansia yang sehat dan memiliki pengetahuan memadai akan menjadi pengasuh yang baik serta role model bagi anggota keluarga lainnya. Mereka juga menjadi bagian dari solusi pemerintah dalam membangun keluarga yang tangguh,” tambahnya.  

Menuju lansia tangguh untuk Indonesia emas 2045 

Para lulusan Sekolah Lansia diharapkan tidak hanya memahami cara menjaga kesehatan dan kebugaran, tetapi juga mampu menjadi duta perubahan di lingkungannya.  

“Saya melihat semangat luar biasa dari para lansia di Pekalongan. Harapan kami, mereka bisa menjadi spokesperson untuk membangun ketahanan lansia, sekaligus membantu mewujudkan visi Indonesia Maju menuju Indonesia Emas 2045. Lansia yang sehat, bahagia, dan produktif akan menjadi bagian penting dari bonus demografi tahap kedua,” harap Eka.  

Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia 

Dengan adanya program seperti BKL dan Sekolah Lansia, pemerintah berupaya memastikan lansia tetap menjadi bagian aktif dalam masyarakat, berkontribusi bagi keluarga, sekaligus merasakan hidup yang bahagia di usia senja.***

*Wisuda Sekolah Lansia Sehat Bahagia Mandiri (SeLa SeHaRi) di Kota Pekalongan, JawaTengah.(Dinkominfo Kota Pekalongan)

Video Senior Podcast


ARTIKEL LAINNYA

Kehidupan Lansia yang Menginspirasi Lewat 5 Drama Cina

Tetap Aktif, Tetap Sehat: Kunci Menjaga Jantung di Usia Lanjut

Cara Memilih Tensimeter yang Cocok di Rumah

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026