Bansos Bagi Lansia Bisa Berperan Penting Sebagai Jaring Pengaman Sosial


Berita Lansia - Kebijakan bantuan sosial (bansos) untuk ibu hamil, anak-anak, dan lansia dinilai sebagai jaring pengaman sosial yang penting di tengah kondisi ekonomi Indonesia saat ini.

2024-11-19 09:15:01

Geriatri.id - Kebijakan bantuan sosial (bansos) yang dirancang Kementerian Sosial (Kemensos) untuk ibu hamil, anak-anak, dan lansia dinilai sebagai jaring pengaman sosial yang penting di tengah kondisi ekonomi Indonesia saat ini.

“Sehingga dalam situasi seperti ini, bansos bagi mereka dapat berperan sebagai jaring pengaman sosial yang penting,” ujar Pakar Ekonomi Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya), Arin Setyowati dikutip dari laman UM Surabaya, Senin 18 November 2024.

Menurut Arin, Kebijakan tersebut memiliki potensi dampak jangka pendek dan panjang, baik bagi penerima manfaat secara langsung maupun bagi perekonomian secara umum. 

Saat ini, lanjut Arin, Indonesia tengah menghadapi berbagai tantangan ekonomi, termasuk inflasi tinggi, ketidakpastian global dan dampak dari fluktuasi harga komoditas. 

Baca Juga: Tanya Jawab Masalah Kesehatan Jantung

Inflasi menyebabkan daya beli masyarakat menurun, terutama pada kelompok berpenghasilan rendah yang rentan terhadap kenaikan harga kebutuhan pokok.

Ia menjelaskan, berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tahun 2023, jumlah anak usia dini usia 0-6 tahun sekitar 30,2 juta atau 10,91%.

Sementara, target penurunan AKI pada tahun 2024 sebesar 183 per 100.000 kelahiran hidup. 

Jumlah lansia di Indonesia tahun 2023 mencapai 30,9 juta jiwa atau 11,1% dari total penduduk. Diperkirakan jumlah ini akan naik dua kali lipat menjadi 65,8 juta jiwa pada tahun 2045.

Konsumsi rumah tangga adalah salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi Indonesia. Bansos dapat membantu menjaga daya beli, karena mereka turut menjaga tingkat konsumsi rumah tangga di Indonesia.

Menurutnya, bansos memiliki fungsi makro ekonomi yang signifikan.

Artinya menyediakan bantuan bagi kelompok rentan bukan hanya tanggung jawab sosial, tetapi juga cara strategis untuk menjaga permintaan dalam perekonomian, terutama di kalangan bawah yang cenderung membelanjakan hampir seluruh pendapatannya untuk kebutuhan pokok.

Dari perspektif ekonomi kesejahteraan, ibu hamil, anak-anak, dan lansia adalah kelompok dengan kebutuhan spesifik dan sering kali memerlukan perhatian khusus.

Arin mencontohkan, kebutuhan gizi ibu hamil berhubungan langsung dengan kesehatan bayi yang dilahirkan.

Anak-anak, terutama yang berada pada usia tumbuh kembang, memerlukan asupan gizi cukup untuk mendukung pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif mereka.

“Begitu juga lansia, mengingat sering kali mengalami penurunan pendapatan atau kemampuan untuk bekerja, sehingga bergantung pada dukungan keluarga atau bantuan dari pemerintah,” katanya.


Ia menegaskan, dengan memberikan bansos kepada kelompok tersebut, pemerintah dapat membantu meringankan beban ekonomi keluarga, mencegah malnutrisi, dan meningkatkan kualitas hidup mereka yang rentan. 

Investasi dalam kesehatan ibu dan anak adalah investasi jangka panjang yang dapat mengurangi beban negara di masa mendatang, baik dalam sektor kesehatan maupun produktivitas tenaga kerja.

“Sedangkan dari sisi lansia, bansos tersebut memiliki efek menurunkan beban sosial pada rumah tangga, yang pada akhirnya dapat meningkatkan produktivitas keluarga secara keseluruhan,” katanya.

Namun, Arin mengingatkan salah satu tantangan besar dalam program bansos di Indonesia adalah masalah efektivitas penyaluran dan pengawasan. 

Jika terdapat kesalahan dalam pengelolaan dana maupun ketidakmerataan distribusi dapat mengakibatkan bansos tidak tepat sasaran.

“Agar program bansos berjalan optimal, diperlukan sistem pengawasan yang ketat dan teknologi yang memadai untuk memastikan bahwa dana bantuan sampai ke penerima yang tepat,” tegasnya.

Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia

Ia menekankan pentingnya digitalisasi penyaluran bansos, misalnya melalui kartu pintar atau aplikasi khusus.

Cara ini bisa menjadi solusi efektif untuk mencegah kebocoran dana dan memastikan penerima manfaat yang sesungguhnya.

“Transparansi dalam penyaluran juga penting untuk membangun kepercayaan publik bahwa dana yang dianggarkan digunakan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan,” pungkasnya.*** 

*Ilustasi - Bantuan sosial untuk lansia.(Pixabay)

Video Senior Podcast


ARTIKEL LAINNYA

Rutin Masak di Rumah Bisa Turunkan Risiko Demensia

Memahami Hipertensi (5): Panduan Singkat dan Cara Menghadapinya

Kehidupan Lansia yang Menginspirasi Lewat 5 Drama Cina

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026