
Geriatri.id - Jika rata-rata kunjungan ke dokter di suatu negara tinggi, mudah uberasumsi penduduknya tidak sehat. Namun bisa juga itu karena kemudahan aksesibilitas.
Seperti kebanyakan data sosiologis, permasalahan kunjungan ke dokter ada pada detailnya.
Perbedaan dalam sistem pembayaran, asuransi, dan cara pemberian layanan kesehatan berperan dalam menentukan mengapa perlu pergi ke dokter atau tidak.
OECD memiliki data jumlah kunjungan ke dokter secara langsung per tahun berdasarkan negara per tahun 2021, atau tahun terakhir data yang tersedia.
Warga Korea Selatan (Korsel) berada di urutan teratas yang paling sering mengunjungi dokter. Rata-rata mereka mengunjungi dokter 16 kali dalam setahun.
Kunjungan ini dibantu sektor layanan kesehatan yang terkenal cepat dan efisien di negara ini.
Korsel memiliki sistem layanan berbayar seperti di Amerika Serikat (AS). Sistem layanan ini memungkinkan pasien mengakses apa yang mereka butuhkan dengan waktu tunggu sangat singkat.
Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia
Program asuransi Korsel mencakup lebih dari 70% tagihan medis sehingga mengurangi biaya yang ditanggung individu.
Berikut daftar 12 negara dengan warganya yang paling sering mengunjungi dokter:
1. Korea Selatan 16
2. Jepang 11
3. Slovakia 11
4. Jerman 10
5. Hungaria 10
6. Belanda 9
7. Turkiye 8
8. Republik Ceko 8
9. Polandia 8
10. Israel 7
11. Belgia 7
12. Lithuania 7
Di sisi lain, masyarakat Amerika sangat tidak suka mengunjungi dokter, dengan rata-rata kunjungan dokter hanya dua kali dalam setahun. Jumlah ini salah satu yang terendah di dunia.
Menurut OECD, sebagian besar penduduk menghadapi pembayaran tambahan yang tinggi, sehingga mengurangi pemeriksaan rutin.
Praktisi perawat dan profesional kesehatan lainnya berperan sangat besar dalam merawat pasien, terutama mereka yang memiliki kondisi kronis sehingga jumlah kunjungan ke dokter menurun.
Baca Juga: Tanya Jawab Masalah Kesehatan Jantung
Perbedaan dalam pemberian layanan kesehatan ini juga menjelaskan mengapa orang Swedia, Inggris, Kanada, dan Finlandia tidak terlalu sering mengunjungi dokter.
Jawabannya, mereka bergantung pada staf medis lain untuk sebagian besar kebutuhan yang berhubungan dengan kesehatan.***
Sumber: visualcapitalist.com
*Ilustrasi - Daftar warga negara yang paling sering mengunjungi dokter.(Pixabay)
Video Senior Podcast
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri