Pria Berusia 50-an dan 60-an Menyumbang 54% Kematian karena Kesepian


Berita Lansia - Korea Selatan (Korsel) mengalami peningkatan terus-menerus dalam angka godoksa atau kematian karena kesepian pada tahun 2022 dan 2023.

2024-11-16 21:22:26

Geriatri.id - Korea Selatan (Korsel) mengalami peningkatan terus-menerus dalam angka godoksa atau kematian karena kesepian pada tahun 2022 dan 2023.

Menurut laporan pemerintah, lebih dari setengah korban godoksa adalah laki-laki berusia 60-an dan 50-an.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mendefinisikan kematian karena kesepian sebagai mereka yang hidup sendirian, terputus dari keluarga, kerabat, teman dan tetangga.

Penyebab meninggal sendirian karena bunuh diri, penyakit, atau sebab lain.

Terdapat 3.559 dan 3.661 kasus kematian karena kesepian pada tahun 2022 dan 2023.

Jumlah ini meningkat jika dibandingkan tahun 2021 sebanyak 3.378 kasus, 3.279 pada 2020 dan 2.949 pada 2019.

Baca Juga: Tanya Jawab Masalah Kesehatan Jantung

Berdasarkan gender, jumlah kematian akibat kesepian, laki-laki (2.970) hampir lima kali lipat dibanding perempuan (557) pada 2022. 

Laki-laki menyumbang 84,1 persen kasus pada tahun 2023, jauh melebihi jumlah perempuan. 

Berdasarkan usia, mereka yang berusia 60an tahun menyumbang sebagian besar kematian 1.110 atau 31,4 persen dan 1.146 atau 31,6 persen, selama dua tahun, diikuti mereka yang berusia 50an, 40an, 70an di atas 80, 30an dan 20an tahun.

Jumlah kematian karena kesepian tertinggi pada mereka yang berusia 50-an tahun, sebesar 30,4 persen dan 30,2 persen dari total kematian pada 2022 dan 2023. 

Jika angka kematian karena kesepian orang berusia 50-an dan 60-an tahun digabungkan, jumlahnya lebih dari 60 persen dari total angka kematian karena kesepian.


Proporsi kematian akibat kesepian di kalangan pria berusia 50-an dan 60-an tahun sangat besar, masing-masing 54,1 dan 53,9 dari seluruh kematian karena kesepian pada 2022 dan 2023.

Berdasarkan wilayah, kasus kematian tunggal paling banyak terjadi di Provinsi Gyeonggi, Seoul, dan Busan. Sedangkan kota Sejong di pusat kota memiliki kasus paling sedikit.

Menurut kementerian, perceraian, kematian pasangan, penyakit kronis, dan kerentanan perumahan diyakini menjadi penyebab utama kematian kesenderian orang berusia 50-an dan 60-an.

Sedangkan kesulitan mendapatkan pekerjaan atau diberhentikan diyakini sebagai penyebab utama kematian kesepian bagi mereka yang berusia 20-an dan 30-an.

Kebanyakan dari mereka yang meninggal sendirian ditemukan di rumah dan apartemen.

Pihak Kementerian menjelaskan, kematian karena kesepian terus meningkat karena berbagai faktor termasuk peningkatan jumlah lajang. 

Jumlah rumah tangga dengan satu orang Korsel meningkat dari 7,17 juta pada 2021, menjadi 7,5 juta pada 2022 dan 7,83 juta pada 2023.

Sementara itu, persentase kematian kesendirian akibat bunuh diri pada 2022 dan 2023, masing-masing 13,9 persen (495) dan 14,1 persen (516), turun tipis dari 16,9 persen (571) pada 2021.

Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia

Bae Hyung-woo yang mengawasi administrasi kesejahteraan di Kementerian mengatakan Kementerian akan memperkuat kebijakan mengenai kematian karena kesepian untuk mengurangi jumlah orang meninggal sendirian.

Versi rinci laporan tersebut akan dirilis akhir tahun ini setelah analisis lebih lanjut, katanya.***

*Ilustrasi - Populasi lansia Korsel.(Freepik)

Sumber: asianews.network

Video Senior Podcast


ARTIKEL LAINNYA

Rutin Masak di Rumah Bisa Turunkan Risiko Demensia

Memahami Hipertensi (5): Panduan Singkat dan Cara Menghadapinya

Kehidupan Lansia yang Menginspirasi Lewat 5 Drama Cina

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026