
Geriatri.id - Posyandu Kartini, Batuceper, Kota Tangerang, Banten menggelar pelayanan kesehatan remaja dan lansia. Sementara di Pasuruan, Pemkab mulai menyalurkan Bansos Program Keluarga Harapan (Bansos PKH) Plus Tahap 4.
Pemeriksaan Kesehatan Lansia di Posyandu Kota Tangerang
Pemeriksaan kesehatan di Posyandu tidak lagi hanya untuk bayi atau balita, tetapi juga remaja dan lansia. Posyandu Kartini, Batuceper, Kota Tangerang, Banten menggelar pelayanan kesehatan remaja dan lansia pada Rabu 6 November 2024.
Sekretaris Kecamatan Batuceper Tuhpatul Ahwazi mengatakan dalam kegiatan ini, remaja disarankan menjalani pemeriksaan rutin seperti cek tekanan darah, kadar hemoglobin, serta tes kolesterol dan gula darah.
Tujuannya untuk mencegah risiko anemia, hipertensi atau diabetes sejak dini.
Sedangkan untuk lansia, pemeriksaan yang dilakukan meliputi cek tekanan darah, kolesterol, gula darah, serta fungsi organ seperti ginjal dan hati.
“Kegiatan pemeriksaan kesehatan yang diikuti sebanyak 30 orang ini berperan sebagai tindakan preventif untuk menghindari penyakit kronis dan meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan,” ujarnya dikutip dari laman Pemkot Tangerang.
Ia menambahkan, program ini memungkinkan dilakukan deteksi dini berbagai kondisi kesehatan dan meningkatkan kesejahteraan komunitas melalui beragam kegiatan.
"Seperti, penyuluhan pola hidup sehat hingga sosialisasi tentang kesehatan mental dan lingkungan," katanya.
Pemkab Pasuruan Salurkan Bansos PKH Plus Tahap 4
Pemkab Pasuruan mulai menyalurkan bantuan sosial Program Keluarga Harapan (Bansos PKH) Plus Tahap 4.
Secara simbolis, bansos diserahkan Penjabat (Pj) Bupati Pasuruan, Nurkholis kepada keluarga penerima manfaat (KPM) di wilayah Kecamatan Gempol, Jumat 1 November 2024.
Baca Juga: Tanya Jawab Masalah Kesehatan Jantung
Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kabupaten Pasuruan, Suwito Adi menjelaskan, para KPM Bansos PKH Plus adalah lanjut usia (lansia) berusia 70 tahun ke atas yang tidak memiliki sumber penghasilan tetap dan termasuk dalam kategori miskin.
Untuk tahap 4, total ada 651 lansia penerima bansos PKH Plus. Mereka berasal dari 11 kecamatan, yaitu Gempol, Beji, Bangil, Kejayan, Pohjentrek, Pandaan, Prigen, Sukorejo, Purwosari, Wonorejo dan Grati.
"Khusus di wilayah Kecamatan Gempol ada 92 Lansia yuang tersebar di 15 desa. Paling banyak berasal dari Desa Bulusari, dan sisanya merata," ujarnya dikutip dari laman Pemkab Pasuruan.
Suwito menjelaskan, bantuan diberikan dalam empat tahap atau tiga bulan sekali melalui Bank Jatim. Besarannya Rp500 ribu per KPM Anggaran sehingga totalnya Rp325.500.500, yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa Timur
Teknis penyalurannya dilakukan melalui mekanisme non tunai untuk mendorong transparansi dan akuntabilitas.
"Seluruh penerima bantuan ini datanya sudah terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) sehingga sudah ada dalam sistem," katanya.
Sementara itu, Pj Bupati Nurkholis menegaskan PKH Plus merupakan inisiatif Peprov Jatim yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat lansia tidak mampu.
Dengan diserahkannya Bansos PKH Plus, para lansia kini memiliki akses terhadap kebutuhan dasar seperti kesehatan, nutrisi dan tempat tinggal layak.
Selain itu, beban ekonomi para lansia semakin ringan dengan bantuan yang telah diterima.
"Yang penting uangnya dipakai untuk beli sembako. Itu dulu yang utama, dan sebaiknya tidak terlalu konsumtif," harapnya.
Wisuda Sekolah Lansia di Pekalongan
Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos-P2KB) mewisuda 111 lansia yang telah menempuh pendidikan baik S1,S2 hingga S3 di Sekolah Lansia Sehat Bahagia Mandiri (SeLa SeHaRi) Anggrek dan Qonitatun Nisa’ di Hotel Howard Johnson setempat, Selasa 5 November 2024.
Acara wisuda dihadiri Plt Walikota Pekalongan, Salahudin, Kepala Dinsos-P2KB, Yos Rosidi, Plh. TP PKK, Istiqomah, Kepala Sekolah Lansia, Bonari, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah, Eka Sulistia Ediningsih dan lainnya.
Salahudin memberikan apresiasi kepada ratusan lansia yang diwisuda. Menurutnya, ini menunjukkan semangat belajar warga Pekalongan, khususnya lansia sangat tinggi dan dapat dijadikan teladan generasi muda.
“Meskipun lansia yang diwisuda ini didominasi perempuan, namun kami sangat mengapresiasi dengan usianya sudah lebih dari 50 tahun mereka masih sangat semangat untuk belajar, ada 3 jenjang wisuda yang dilaksanakan yaitu S1, S2 dan S3, sangat luar biasa,” ujarnya dikutip dari laman Diskominfo Pekalongan.
Ia berharap pelajaran yang diberikan dapat bermanfaat untuk membina keluarga masing-masing baik anak maupun cucu.
Menurutnya, semakin banyak keluarga bahagia, permasalahan di Kota Pekalongan semakin sedikit seperti kenakalan remaja, angka perceraian, penyalahgunaan narkoba, seks pranikah, dan lainnya.
“Mudah-mudahan lansia ini bisa memberikan pendidikan keluarga dengan akhlak yang baik, sehingga Kota Pekalongan bisa mempunya warga dengan karakter baik dan bertaqwa,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinsos-P2KB, Yos Rosidi mengatakan tahun 2024 merupakan tahun ketiga Sela Anggrek mewisuda siswa lansianya dan tahun pertama bagi Sela Qonitatun Nisa.
Sebanyak 111 lansia yang diwisuda terdiri dari S1, 18 orang, S2 64 orang dan S3 29 orang.
Rinciannya, 54 lansia merupakan siswa Sela Anggrek dan 57 lainnya dari Sela Qonitatun Nisa.
Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia
“Harapannya sesuai target, lansia tumbuh sehat, mandiri, tidak menjadi beban orang lain dan setelah lulus ini dapat menularkan ilmunya kepada lansia lainnya. Semoga sekolah lansia ini dapat tumbuh di berbagai tempat, dan kami butuh support dari lembaga lainnya seperti halnya Sela Qonitatun Nisa yang dikelola secara mandiri, karena sekolah lansia ini manfaatnya sangat luar biasa,” pungkasnya.***
*Posyandu Kartini, Batuceper, Kota Tangerang, Banten menggelar pelayanan kesehatan remaja dan lansia.(Foto: Pemkot Tangerang)
Video Senior Podcast
“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”
Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.
Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri