Perhatian Khusus Perlu Diberikan kepada Lansia Saat Terjadi Bencana


Berita Lansia - Kesiapsiagaan menghadapi bencana adalah langkah penting yang harus dijalankan semua kalangan, termasuk masyarakat lanjut usia (lansia), untuk menghadapi dan mengurangi risiko saat bencana datang. 

2024-11-04 21:14:43

Geriatri.id - Kesiapsiagaan menghadapi bencana adalah langkah penting yang harus dijalankan semua kalangan, termasuk masyarakat lanjut usia (lansia), untuk menghadapi dan mengurangi risiko saat bencana datang. 

Sebagai respons atas banyaknya bencana termasuk erupsi gunung berapi yang terjadi tanpa peringatan, kesiapsiagaan menjadi landasan utama bagi keselamatan, memastikan masyarakat mampu bertindak cepat dan tepat dalam situasi darurat.

Persiapan menghadapi bencana mencakup berbagai aspek, mulai dari pengorganisasian hingga penerapan langkah tepat guna. 

Kesigapan ini harus dimiliki seluruh masyarakat untuk mengantisipasi situasi darurat dan memperkuat kemampuan bersama dalam menghadapi potensi bencana. 

Penguasaan keterampilan dan pengetahuan tentang bencana sangat krusial agar masyarakat dapat lebih memahami cara bertindak benar saat bencana terjadi.

Baca Juga: Tanya Jawab Masalah Kesehatan Jantung

Dengan mengedukasi masyarakat tentang bahaya dan langkah evakuasi, kesiapsiagaan bisa diwujudkan melalui simulasi bencana, pelatihan dasar penyelamatan, serta peningkatan pengetahuan tentang tanda-tanda bencana. 

Selain itu, perhatian khusus perlu diberikan kepada lansia, yang merupakan kelompok rentan dalam situasi bencana. 

Memastikan mereka siap dan dilindungi adalah bagian integral dari kesiapsiagaan bencana yang inklusif dan berdaya guna.

Melalui upaya bersama yang terorganisir, kesiapsiagaan bencana akan lebih efektif dan bisa mengurangi dampak yang ditimbulkan. 

Ini bukan hanya upaya perlindungan, tetapi juga bentuk tanggung jawab bersama untuk menjaga keamanan komunitas di tengah ancaman bencana yang kian meningkat. 

Berikut upaya kesiapsiagaan yang bermanfaat dalam berbagai situasi bencana dikutip dari laman BPBD Provinsi DIY:


- Memahami bahaya di sekitar 

- Memahami sistem peringatan dini setempat, mengetahui rute evakuasi dan rencana pengungsian

- Memiliki ketrampilan untuk mengetahui situasi secara cepat dan mengambil inisiatif tindakan untuk melindungi diri

- Memiliki rencana antisipasi bencana untuk keluarga dan mempraktikkannya

- Mengurangi dampak bahaya melalui latihan mitigasi

- Melibatkan diri dengan berpartisipasi dalam pelatihan

Salah satu kebutuhan yang diperlukan untuk menghadapi bencana adalah rencana kesiapsiagaan. 

Tiga upaya utama dalam menyusun rencana kesiapsiagaan menghadapi bencana antara lain:

1. Memiliki rencana darurat keluarga yang mencakup: 

- Memahami ancaman bahaya di sekitar lingkungan

- Identifikasi titik kumpul, mengetahui rute evakuasi, rencana pengungsian dan nomor kontak penting

- Identifikasi lokasi penting untuk mematikan air, gas dan mencabut semua peralatan yang menggunakan listrik

- Memahami titik aman dalam rumah 

- Identifikasi keluarga yang rentan termasuk lansia

2. Tas Siaga Bencana (TSB)

Tas Siaga Bencana (TSB) merupakan tas yang dipersiapkan anggota keluarga untuk berjaga-jaga apabila terjadi bencana atau kondisi darurat lain.

Tujuan TSB sebagai persiapan untuk bertahan hidup saat bantuan belum datang dan memudahkan saat evakuasi menuju tempat aman. 
Tas Siaga Bencana berisi kebutuhan dasar selama tiga hari

- Surat-surat penting

- Pakaian untuk 3 hari

- Makanan ringan tahan lama

- Air minum

- Kotak obat-obatan/P3K

- Alat bantu penerangan

- Uang tunai

- Perlengkapan mandi dan masker

Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia

3. Menyimak informasi dari berbagai media seperti radio, televisi, media online, maupun sumber lain yang resmi.***

Video Senior Podcast


ARTIKEL LAINNYA

Rutin Masak di Rumah Bisa Turunkan Risiko Demensia

Memahami Hipertensi (5): Panduan Singkat dan Cara Menghadapinya

Kehidupan Lansia yang Menginspirasi Lewat 5 Drama Cina

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026