Kemenag Evaluasi Katering Haji Demi Pertahankan Cita Rasa Nusantara


Berita Lansia - Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama (Ditjen PHU Kemenag) mengadakan evaluasi layanan katering bagi jemaah haji di Arab Saudi tahun 1445 H/2024 M.

2024-11-02 21:27:27

Geriatri.id - Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama (Ditjen PHU Kemenag) mengadakan evaluasi layanan katering bagi jemaah haji di Arab Saudi tahun 1445 H/2024 M. 

Acara yang berlangsung di Bogor, Jawa Barat ini membahas berbagai aspek penting terkait katering jemaah, termasuk menu, variasi, siklus, serta standar gizi. 

Evaluasi ini bertujuan mempertahankan cita rasa khas nusantara dengan meningkatkan penggunaan bahan baku dari Indonesia.

Direktur Layanan Haji Luar Negeri, Subhan Cholid mengatakan tahun depan Kemenag akan memperbanyak bahan dan bumbu langsung dari tanah air agar rasa makanan bagi jemaah tetap terasa autentik. 

“Kami tetap mempertahankan cita rasa nusantara dalam penyelenggaraan ibadah haji 1446 H/2025 M,” ujar Subhan.

Kegiatan ini juga dihadiri perwakilan dari Kementerian Perhubungan, Kementerian Kesehatan, Poltek NHI, serta sejumlah pihak terkait lainnya. 

Penyusunan rencana kebijakan dan kerja peningkatan layanan haji untuk tahun 2025 dilakukan melalui Fokus Group Discussion (FGD). 

Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia

Salah satu perhatian utamanya adalah memenuhi standar gizi yang optimal, dengan mempertimbangkan tambahan seperti buah dan susu demi menjaga kesehatan jemaah.

Subhan melihat potensi besar bagi pelaku usaha Indonesia dalam memasok bahan baku katering bagi jemaah haji dan umrah. 

Hal ini mengingat jumlah jemaah Indonesia yang mencapai lebih dari 200 ribu orang per tahun, sementara jemaah umrah mencapai satu juta. 

“Ini peluang besar bagi pengusaha Indonesia untuk ekspor bahan baku nusantara,” ungkapnya.


Mudir BPKH Limited, Iman Ni'matullah mengapresiasi upaya Kemenag dalam mempertahankan kualitas katering yang diterima jemaah. 

Menurutnya, tanggapan jemaah terhadap layanan konsumsi selama musim haji 2024 banyak yang positif, sebagaimana terlihat dari aplikasi Kawal Haji. 

“Jika menu sudah disusun, maka kami bisa mempersiapkan bumbu yang sesuai dengan cita rasa masakan Indonesia lebih awal,” jelas Iman.

BPKH berkomitmen menyediakan bahan baku bumbu yang memenuhi kualitas dan efisiensi, sesuai dengan amanah Undang-Undang No 34 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Keuangan Haji. 

Baca Juga: Tanya Jawab Masalah Kesehatan Jantung

Harapannya, seluruh persiapan katering haji sudah matang pada April tahun depan.

Inisiatif ini menunjukkan komitmen Kemenag dan BPKH untuk tidak hanya memastikan kualitas pelayanan haji, tetapi juga  mempertahankan identitas budaya Indonesia bagi para jemaah haji di Arab Saudi, sambil memanfaatkan peluang ekonomi bagi produsen dalam negeri.***

*Fokus Group Discussion (FGD) Penyusunan Kebijakan, Rencana Kerja dan Peningkatan Pelayanan di Arab Saudi dalam rangka Persiapan Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1446 H/2025 M.(Kemenag)

Untuk mendapatkan informasi seputar Haji Ramah Lansia lainnya klik DISINI.

Video Senior Podcast


ARTIKEL LAINNYA

Rutin Masak di Rumah Bisa Turunkan Risiko Demensia

Memahami Hipertensi (5): Panduan Singkat dan Cara Menghadapinya

Kehidupan Lansia yang Menginspirasi Lewat 5 Drama Cina

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026