
Geriatri.id - Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) melakukan perbaikan pada salah satu wisma untuk penerima manfaat. Sementara itu, sebanyak 220 lanjut usia (lansia) dari enam BKL di Kabupaten Sleman, DIY diwisuda.
Pemprov Jatim melalui Unit Pelaksana Teknis Pelayanan Sosial Tresna Werdha (UPT PSTW) Banyuwangi dari Dinas Sosial melakukan perbaikan pada salah satu wisma untuk penerima manfaat.
Upaya perbaikan ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan kenyamanan lansia yang tinggal di wisma.
UPT PSTW Banyuwangi berkomitmen menciptakan lingkungan yang lebih nyaman bagi PM lansia, termasuk rehabilitasi asrama dan wisma agar lebih luas dan nyaman untuk istirahat.
Baca Juga: Tanya Jawab Masalah Kesehatan Jantung
Dengan demikian, diharapkan kualitas tidur lansia meningkat dan terhindar dari gangguan tidur yang dapat mempengaruhi kesehatan mereka.
Bangunan wisma dirancang sesuai dengan standar kesehatan dengan perhatian pada ventilasi dan jendela yang memadai untuk mendukung sirkulasi udara secara optimal.
Dikutip dari laman Kominfo Jatim, Kepala UPT PSTW Banyuwangi, Agung Pambudi, Selasa 22 Oktober 2024 mengatakan pemeliharaan gedung ini diharapkan dapat mengatasi keluhan kesehatan yang sering dialami lansia.
Dia juga berharap pemeliharaan Wisma Sayu Wiwit akan memberikan manfaat kesejahteraan berkelanjutan bagi penghuni panti.
Wisuda sekolah lansia di Sleman
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Sleman menggelar Wisuda Sekolah Lansia Bina Keluarga Lansia (BKL) di Graha Sarina Vidi, Rabu 23 Oktober 2024.
Sebanyak 220 lansia dari enam BKL di Kabupaten Sleman diwisuda. Keenam BKL tersebut adalah BKL Melati Banyurejo Tempel, BKL Cemara Pondokrejo Tempel, BKL Melati Condongcatur Depok, BKL Lentera Tegaltirto Berbah, BKL Apel Gayamharjo Prambanan dan BKL Banyuraden Gamping.
Prosesi wisuda ditandai dengan pemindahan tali samir dan pemberian serifikat oleh Pjs Bupati Sleman yang diwakilkan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Suparmono.
Pada kesempatan itu, Suparmono mengucapkan selamat kepada wisudawan dan wisudawati yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan dan mengasah keterampilannya di Sekolah Lansia Kabupaten Sleman.
“Saya berharap agar bekal pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki dapat memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kualitas hidup para lansia,” ujarnya dikutip dari media center Pemkab Sleman.
Keberadaan sekolah lansia diharapkan tidak hanya meningkatkan interaksi antara lansia, tetapi juga dengan pemerintah, lembaga masyarakat, maupun penyedia lain sehingga hak lansia bisa terpenuhi.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) DIY, Muhammad Iqbal Apriansyah mengatakan keberadaan sekolah lansia sangat diperlukan di lingkungan masyarakat.
Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia
Iqbal berharap, keberadaan sekolah lansia dapat menambah kebahagiaan dan kesehatan bagi semua lansia.
“Bersama kita satukan gerak dan langkah untuk menciptakan lingkungan yang ramah lansia, agar lansia yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta dan di Kabupaten Sleman tetap sehat, tetap produktif, dan membawa manfaat bagi generasi selanjutnya,” tandasnya.***
*Perbaikan pada salah satu wisma untuk penerima manfaat di Banyuwangi.(Foto: Pempov Jatim)
Video Senior Podcast
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri