
Geriatri.id - Vietnam berada pada titik penting dalam evolusi demografi. Negara ini sedang bertransisi dengan cepat dari periode struktur populasi emas menuju masyarakat lanjut usia (lansia).
Transisi ini berdampak signifikan terhadap pembangunan ekonomi negara dan kesejahteraan warga.
Vietnam memasuki masa keemasan populasi pada tahun 2007. Tenaga kerja berlimpah berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi negara yang luar biasa selama dekade terakhir.
Baca Juga: Tanya Jawab Masalah Kesehatan Jantung
Sayangnya, meski mampu memanfaatkan jumlah penduduknya yang besar, Vietnam juga mengalami penurunan drastis dalam tingkat kesuburan. Ini mengakibatkan penuaan penduduk yang cepat.
Karena perubahan cepat dalam struktur demografi ini, struktur populasi emas Vietnam diperkirakan akan berakhir sekitar tahun 2040 atau bahkan lebih awal.
Pada tahun 2021, Vietnam menduduki peringkat keenam di kawasan ASEAN+3 dalam hal jumlah warga lansia, dengan sekitar 9 persen penduduk berusia 65 tahun ke atas.
Proporsi ini terus meningkat karena penurunan tajam angka kesuburan sejak tahun 1970-an.
Komisi Ekonomi dan Sosial PBB untuk Asia dan Pasifik (ESCAP) memperkirakan butuh waktu 18 tahun bagi Vietnam untuk beralih dari negara menua menjadi masyarakat lansia pada 2036.
Jangka waktu ini lebih singkat dibandingkan beberapa negara tetangga mereka seperti Thailand (20 tahun), Indonesia (22 tahun), Malaysia (24 tahun), Filipina (30 tahun), dan Jepang (24 tahun).
Tantangan dalam pembangunan ekonomi dan kesejahteraan penduduk Vietnam
Meski berada pada periode emas populasi, perekonomian Vietnam belum sepenuhnya memperoleh manfaatnya.
Vietnam menyambut baik investasi asing dan mengalami pertumbuhan pesat. Meski demikian, negara ini masih berjuang meningkatkan rantai nilai global.
Sekitar setengah dari angkatan kerja Vietnam hanya memiliki kualifikasi dasar dan sekitar 40 persen kualifikasi menengah atau lanjutan pada akhir tahun 2022.
Dalam hal jumlah pekerja berpendidikan tinggi, Vietnam sedikit tertinggal dari negara tetangganya seperti Thailand dan Indonesia, dan secara signifikan tertinggal dibandingkan Singapura, Brunei Darussalam, dan Korea.
Dalam hal kualitas tenaga kerja, sebagian besar masyarakat Vietnam masih terkonsentrasi di sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan dengan produktivitas rendah, sekitar 27,5 persen dari total angkatan kerja.
Meski pekerja di Vietnam lebih produktif dibanding pekerja di Kamboja, Laos dan Myanmar, produktivitas mereka masih tertinggal dibanding pekerja di negara lain yang berbasis manufaktur seperti Thailand dan Malaysia.
Selain itu, meski penduduk usia kerja memperoleh upah rendah, banyak warga lansia di Vietnam yang berjuang untuk mendapatkan penghasilan tambahan guna memenuhi biaya hidup pasca-pensiun.
Salah satu penyebabnya karena terbatasnya cakupan dana pensiun hari tua.
Pada akhir tahun 2022, hanya 38 persen penduduk usia kerja Vietnam yang berpartisipasi dalam skema pensiun sistem asuransi sosial.
Jumlah ini masih jauh di bawah target Jaminan Sosial Vietnam untuk memperluas cakupan iuran menjadi 60 persen angkatan kerja pada 2030.
Akibatnya, banyak warga lansia yang mungkin tidak memiliki pendapatan memadai pasca-pensiun dan tidak akan menerima manfaat asuransi sosial pada saat negara mencapai masyarakat lansia.
Bagaimana Vietnam dapat memanfaatkan periode emas populasi sambil mempersiapkan penuaan?
Pemerintah Vietnam telah menerapkan beberapa langkah dalam beberapa tahun terakhir seperti mendorong pernikahan sebelum usia 30 tahun dan memiliki anak sebelum usia 35 tahun. Selain itu, peningkatan usia pensiun menjadi 62 dan 60 tahun bagi pria dan wanita.
Pemerintah dapat memberikan lebih banyak insentif, seperti pengurangan pajak penghasilan pribadi khusus untuk ibu bekerja, perumahan sosial untuk pasangan muda, atau peningkatan ketersediaan dan kualitas pusat penitipan anak.
Namun pada saat yang sama, pemerintah harus mengalokasikan lebih banyak sumber daya untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja.
Pekerja dengan keterampilan rendah harus memiliki akses lebih besar terhadap pendidikan tinggi dan pelatihan kejuruan, terutama di industri dengan nilai tambah tinggi.
Pekerja di pedesaan dan sektor pertanian harus dilatih untuk mendiversifikasi pekerjaan dan keahlian mereka.
Upaya yang dilakukan harus diarahkan pada peningkatan kemandirian ekonomi masyarakat lansia.
Cakupan dana pensiun hari tua harus diperluas hingga mencakup pekerja di sektor informal dan pekerja yang terlambat membayar iuran.
Pelayanan kesehatan dan asuransi perawatan jangka panjang seperti panti jompo, harus dikembangkan lebih lanjut.
Kebijakan atau produk keuangan tambahan yang memberikan insentif kepada penduduk usia kerja untuk menabung untuk masa pensiun harus diperkenalkan.
Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia
Transisi dari struktur populasi emas menuju masyarakat lansia yang sukses memerlukan pendekatan strategis dari pemerintah Vietnam.
Kebijakan tidak hanya harus mengatasi permasalahan langsung dari populasi menua namun juga mempersiapkan diri menghadapi tantangan jangka panjang.
Sumber: amro-asia.org
*Ilustrasi - Transisi Vietnam dari struktur populasi emas menuju masyarakat lansia.(Pixabay)
Video Senior Podcast
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri