Gaji Cargiver Lansia di Luar Negeri Menggiurkan, Bisa Mencapai Rp9,2 Juta Per Hari


Berita Lansia - Meski terlihat sederhana, profesi ini menawarkan pendapatan tinggi, terutama di negara-negara dengan sistem kesehatan yang berkembang.

2024-10-22 23:12:36

Geriatri. id - Profesi caregiver atau perawat lansia semakin populer seiring meningkatnya jumlah penduduk berusia lanjut di berbagai negara. 

Peran ini tidak hanya menuntut dedikasi dan kesabaran, tetapi juga menawarkan gaji yang cukup menggiurkan, terutama di negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Kanada, dan Australia.

Caregiver lansia bertugas membantu orang tua atau lansia dalam menjalani aktivitas harian, seperti makan, mandi, berpakaian, hingga mengelola obat-obatan. 

Selain memberikan perawatan fisik, mereka juga mendampingi secara emosional agar para lansia tetap merasa nyaman dan tidak kesepian.

Baca juga: Doa dan Ritual Keagamaan Bantu Jaga Daya Ingat Lansia

Tanggung jawab ini bisa dilakukan di rumah klien, panti jompo, atau fasilitas perawatan khusus. Banyak caregiver yang bekerja penuh waktu, sementara sebagian memilih paruh waktu dengan sistem shift.

Gaji Caregiver Lansia Menggiurkan

Meski terlihat sederhana, profesi ini menawarkan pendapatan tinggi, terutama di negara-negara dengan sistem kesehatan yang berkembang.

Irma Melani, mantan Pegawai Negeri Sipil (PNS) kini berprofesi sebagai caregiver lansia di Amerika. Dikutip dari kanal YouTube VOA Indonesia, Irma diketahui telah bekerja sebagai caregiver di Amerika sejak 2002 lalu.

Irma pun membocorkan pendapatannya sebagai caregiver dengan bayaran US$25-30 per jam. Jika diakumulasikan dalam sehari, maka bayaran bisa menjadi US$600 atau setara Rp9,2 juta.

"Itu per jam, bisa mencapai US$600 sehari, cuma merawat. Belum makanan, belum obat, belum fee untuk maintenance di situ," ungkapnya.


Mengapa Gaji Caregiver Tinggi?

Ada beberapa alasan mengapa gaji caregiver lansia bisa sangat tinggi:

1. Permintaan yang Tinggi: Populasi lansia di negara maju terus meningkat, sehingga kebutuhan akan tenaga caregiver juga bertambah.

2. Keterampilan Khusus: Selain pengalaman, beberapa negara mewajibkan caregiver memiliki sertifikasi atau lisensi tertentu.

3. Kerja Fisik dan Emosional: Profesi ini tidak hanya menuntut kemampuan fisik tetapi juga empati dan ketahanan emosional.

4. Jam Kerja Panjang: Banyak caregiver bekerja lebih dari 8 jam sehari, terutama untuk klien dengan kebutuhan khusus atau lansia yang membutuhkan pengawasan terus-menerus.

5. Tantangan dalam Profesi Caregiver

Baca juga: Inovasi Mahasiswa UMM: Hydroponic Serenity untuk Kurangi Stres Lansia

Meski menawarkan gaji besar, profesi ini juga memiliki tantangan. Caregiver sering menghadapi tekanan fisik dan emosional karena harus menangani lansia dengan berbagai kondisi, seperti demensia atau penyakit kronis. Selain itu, mereka juga harus siap bekerja pada akhir pekan dan hari libur.

Profesi caregiver lansia bisa menjadi pilihan karier yang menjanjikan, terutama bagi mereka yang tertarik dengan bidang pelayanan dan kesehatan. 

Selain gaji yang menggiurkan, pekerjaan ini memberikan kepuasan emosional karena membantu lansia menjalani hari-hari dengan lebih baik. Namun, untuk sukses di bidang ini, dibutuhkan kesabaran, keahlian, dan komitmen tinggi.***

*Foto: Ilustrasi seorang caregiver sedang menjalankan tugasnya merawat lansia. (Pixabay)

Video Senior Podcast

 


ARTIKEL LAINNYA

Skema Murur dan Tanazul untuk Jemaah Lansia saat Puncak Haji

Perhatikan saat Mendampingi Orangtua Ber-Idul Adha

Memahami Hipertensi (9): Diet Terbaik yang Membumi dan Mudah Dipahami

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026