Skema Murur dan Tanazul untuk Jemaah Lansia saat Puncak Haji


Kondisi ini menjadi tantangan besar, terutama bagi jamaah lansia dan mereka yang memiliki penyakit penyerta.

2026-05-25T17:00

Geriatri - Puncak ibadah haji merupakan fase paling penting sekaligus paling melelahkan bagi jamaah. Pada masa Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina), jutaan orang bergerak dalam waktu bersamaan di tengah cuaca ekstrem dan kepadatan yang tinggi.

Kondisi ini menjadi tantangan besar, terutama bagi jamaah lansia dan mereka yang memiliki penyakit penyerta. Karena itu, pemerintah Indonesia kembali menyiapkan berbagai strategi pelayanan untuk menjaga keselamatan jamaah, yaitu melalui penerapan skema Murur dan Tanazul.

Skema Murur adalah mekanisme pergerakan jamaah dari Arafah menuju Mina dengan hanya melintas di Muzdalifah tanpa turun dari bus untuk mabit atau bermalam.

Sementara skema Tanazul memberi opsi sebagian jemaah kembali lebih awal ke hotel setelah melontar jumrah guna mengurangi kepadatan tenda Mina.

“Murur dan Tanazul bukan hanya solusi teknis, tetapi bentuk keberpihakan pada jemaah rentan. Prinsipnya, ibadah harus sah sekaligus aman dan manusiawi,” ujar Menteri Haji dan Umrah RI, Moch. Irfan Yusuf yang dikutip dari haji.go.id.

Kebijakan ini biasanya diberikan kepada jamaah dengan kondisi tertentu, seperti:

  • Lansia
  • Risiko tinggi kesehatan
  • Penyandang disabilitas
  • Jamaah yang mengalami kelelahan berat

Meski mendapatkan kemudahan layanan, jamaah tetap perlu menjaga kondisi tubuh selama puncak haji dengan:

  • Minum air secara cukup
  • Mengonsumsi obat rutin
  • Menggunakan pelindung dari panas
  • Tidak memaksakan diri
  • Segera melapor jika mengalami keluhan kesehatan

Pendamping dan petugas kesehatan juga memiliki peran penting dalam memantau kondisi jamaah lansia selama Armuzna berlangsung

.

(Foto: https://haji.go.id)

haji,haji lansia,jemaah haji indonesia,haji lansia indonesia

ARTIKEL LAINNYA

Perhatikan saat Mendampingi Orangtua Ber-Idul Adha

Memahami Hipertensi (9): Diet Terbaik yang Membumi dan Mudah Dipahami

AI Lebih ‘Laris' di Kalangan Perempuan Lansia di Jepang

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026