Berisiko Cedera, Lansia Disarankan Hindari Jenis Olahraga Ini


Berita Lansia - Penting bagi lansia mengetahui jenis olahraga yang sebaiknya dihindari agar tetap bugar tanpa risiko cedera.

2024-10-13 20:46:50

Geriatri.id - Memasuki usia lanjut, menjaga kesehatan tubuh dengan berolahraga tetap menjadi hal penting. Namun, bagi mereka yang sudah lansia, tidak semua jenis olahraga bisa dilakukan tanpa risiko. 

Beberapa latihan fisik dapat memberikan tekanan berlebih pada persendian dan otot, yang justru akan membahayakan kesehatan mereka. 

Penting bagi lansia mengetahui jenis olahraga yang sebaiknya dihindari agar tetap bugar tanpa risiko cedera.

Berikut ini beberapa latihan yang sebaiknya dihindari lansia, sebagaimana dilansir dari Eat This: 

1. Lari 

Lari pagi tanpa pemanasan yang cukup dapat memberikan dampak buruk pada lansia. 

Pelatih Lari Bersertifikat USATF dan Direktur Pendidikan STRIDE, Steve Stonehouse, menyarankan lansia menghindari olahraga lari, terutama jika tanpa persiapan memadai.

Baca Juga: Tanya Jawab Masalah Kesehatan Jantung

Lansia dapat memilih aktivitas untuk menjaga kebugaran tanpa membebani tubuh secara berlebihan.

"Lansia lebih baik memilih berjalan atau jogging ringan. Melakukannya di atas treadmill bisa menjadi solusi untuk mengurangi tekanan pada persendian daripada berlari di luar," ujar Stonehouse. 

2. High Intensity Interval Training (HIIT)

Latihan interval intensitas tinggi atau HIIT mungkin populer, tetapi bukan pilihan yang ideal bagi lansia. 

Direktur Pendidikan Row House, Caley Crawford menjelaskan HIIT melibatkan banyak gerakan berdampak tinggi, seperti melompat dan burpee, yang bisa merusak lutut.

"Bagi lansia, latihan ini dapat menyebabkan keausan sendi, terutama pada lutut," katanya. 

Sebagai gantinya, Crawford merekomendasikan latihan kardio yang lebih aman seperti menggunakan mesin elips, dayung, sepeda statis, atau berenang. 

Latihan-latihan ini tetap meningkatkan detak jantung tanpa memberikan tekanan besar pada tubuh.

3. Senam lantai


Jack Craig, seorang pelatih CPT di Inside Bodybuilding, menyarankan lansia menghindari senam lantai, terutama di pagi hari. 

Semakin bertambahnya usia, fleksibilitas tulang belakang cenderung menurun. 

Kondisi ini membuat aktivitas bangun dan berbaring di lantai menjadi lebih sulit dan berpotensi memicu cedera.

Salah satu latihan yang sebaiknya dihindari lansia adalah crunch atau gerakan sit-up. 

"Namun, bukan berarti lansia tidak boleh melakukan latihan untuk otot perut. Mereka bisa melakukannya dengan bantuan permukaan yang ditinggikan, seperti meletakkan lengan di sofa atau tempat tidur," saran Craig.

4. Mesin press kaki

Kate Meier, seorang pelatih angkat besi Level 1, menjelaskan mesin olahraga yang terlihat aman bisa berbahaya bagi lansia. 

Salah satu mesin yang harus dihindari adalah leg press atau mesin press kaki. Meski menargetkan otot kaki, latihan ini bisa membebani lutut dan punggung bawah.

"Lansia sering menggunakan mesin olahraga karena terlihat aman, namun sebenarnya menghilangkan kebutuhan tubuh untuk menstabilkan diri," kata Meier. 

Keseimbangan adalah hal penting untuk dipertahankan di usia lanjut. 

Latihan dengan melibatkan stabilisasi tubuh lebih baik daripada mesin yang hanya fokus pada otot tertentu.

Menjaga kesehatan tanpa risiko

Di usia lanjut, tetap aktif dan bergerak sangat penting untuk menjaga kesehatan fisik maupun mental. 

Namun, lansia harus lebih bijaksana dalam memilih jenis olahraga. 

Pemanasan yang tepat sebelum olahraga, pemilihan latihan yang rendah dampak, dan menjaga keseimbangan merupakan kunci penting untuk tetap sehat tanpa risiko cedera.

Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia

Saran terbaik bagi lansia adalah berkonsultasi dengan ahli kebugaran atau dokter sebelum memulai program latihan. 

Dengan begitu, mereka dapat memilih olahraga yang sesuai dengan kondisi tubuh mereka, sehingga dapat terus menikmati kehidupan aktif dan sehat.***

*Ilustrasi - Lansia disarankan menghindari olahraga yang berisiko.(Pexels)

Video Senior Podcast


ARTIKEL LAINNYA

Tetap Bergerak di Hari Kurban, Sehat Jalan Terus

Selamat Idul Adha, Mari Saling Berbagi

Indonesia Semakin “Menua”, Keuangan Belum “Siap”

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026