
Geriatri.id - Kesehatan jiwa dan kesehatan fisik mempunyai hubungan dua arah dan saling mempengaruhi satu sama lain. Ketika seseorang mengalami masalah kejiwaan seperti depresi, kecemasan, atau stres kronis, tubuh akan merespons dengan cara berbeda.
Respons ini dapat memicu atau bahkan memperburuk berbagai penyakit fisik. Begitu pula penyakit fisik juga dapat memicu masalah kejiwaan atau memperburuk masalah kesehatan jiwa, terutama terkait depresi atau kecemasan.
Berikut beberapa penyakit fisik yang dipengaruhi kondisi kesehatan jiwa:
- Penyakit jantung
Stres kronis dapat meningkatkan tekanan darah dan kadar kolesterol, faktor risiko utama penyakit jantung.
- Diabetes melitus
Diabetes melitus dipengaruhi gangguan makan yang sering terjadi pada orang dengan masalah kejiwaan, seperti bulimia atau anorexia, sehingga menyebabkan ketidakseimbangan kadar gula darah dan meningkatkan risiko diabetes.
- Gangguan pencernaan
Stres dan kecemasan dapat mengganggu fungsi pencernaan dan menyebabkan masalah seperti sindrom iritasi usus besar.
Baca Juga: Tanya Jawab Masalah Kesehatan Jantung
- Gangguan imun (kekebalan)
Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah akibat stres kronis lebih mudah terkena infeksi.
- Gangguan tidur
Gangguan tidur seperti insomnia dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan lainnya.
- Sakit kepala dan migrain yang dipicu stres dan kecemasan
Bagaimana cara mengatasinya?
Untuk mengatasi masalah kesehatan jiwa diperlukan pendekatan komprehensif yang melibatkan:
- Pengobatan medis untuk penyakit fisik dan masalah kejiwaan atau gangguan jiwa harus dilakukan secara bersamaan.
- Terapi psikologis, seperti terapi kognitif-behavioral (pengetahuan dan perilaku) dapat membantu mengelola stres dan emosi negatif.
- Perubahan gaya hidup dengan melakukan pola makan sehat, olahraga teratur, dan tidur cukup untuk menjaga kesehatan fisik dan mental.
- Dukungan sosial dari keluarga, teman dan masyarakat dapat membantu seseorang mengatasi masalah kesehatan jiwanya.
Apa yang bisa dilakukan?
Setiap orang mempunyai ambang batas dalam menghadapi stres, depresi dan masalah kejiwaan lainnya, sehingga pada gilirannya dapat mengalami gangguan jiwa.
Berikut yang bisa dilakukan agar kesehatan jiwa tetap terjaga:
- Membangun kesadaran dalam diri dan masyarakat tentang pentingnya kesehatan jiwa dan menghilangkan stigma dan diskriminasi yang terkait dengan gangguan jiwa.
- Menyediakan guru bimbingan konseling di setiap sekolah/madrasah minimal sesuai dengan rasio, dari sekolah dasar/sederajat hingga sekolah menengah.
- Mempermudah akses masyarakat terhadap layanan kesehatan jiwa, baik psikolog maupun psikiater, termasuk mengoptimalkan peran guru bimbingan konseling di sekolah/madrasah dari penerimaan siswa baru untuk pemetaan dan pendampingan setiap siswa.
Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia
- Mencari bantuan jika mengalami masalah kejiwaan atau gangguan jiwa dan jangan ragu untuk mencari bantuan profesional.
- Memberikan dukungan kepada orang yang mengalami masalah kejiwaan atau gangguan jiwa dengan mendengarkan cerita mereka dengan empati dan menunjukkan mereka tidak sendirian.
- Mencegah masalah kejiwaan atau gangguan jiwa dengan mengelola stres dan menjaga kesehatan mental, seperti dengan berpikir positif, berolahraga, menjaga pola makan yang sehat, dan melakukan relaksasi.***
Sumber: Kemenkes
*Ilustrasi - Bagaimana kesehatan jiwa mempengaruhi penyakit fisik?(Pixabay)
Video Senior Podcast
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri