Lansia Tak Berselera Makan? Ini Solusinya


Berita Lansia - Ya, indera pengecap di usia senja mulai kurang peka sehingga makanan yang dikonsumsi terasa seperti hambar. Padahal, makanan tersebut sudah diolah dengan tambahan bumbu masakan dan memiliki cita rasa yang pas.

2019-12-30 10:25:57

Oleh : Dr.dr. Purwita Wijaya Laksmi, Sp.PD-KGer, Divisi Geriatri, Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI – RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta

Seiring bertambahnya usia, seseorang akan mengalami penurunan berbagai fungsi organ tubuh dan fungsi inderawi.

Misalnya, lansia mengalami penurunan fungsi melihat, pendengaran dan bahkan indera pengecap juga terpengaruh.

Ya, indera pengecap di usia senja mulai kurang peka sehingga makanan yang dikonsumsi terasa seperti hambar.

Padahal, makanan tersebut sudah diolah dengan tambahan bumbu masakan dan memiliki cita rasa yang pas.

Namun, karena indera pengecap yang sudah tak berfungsi dengan normal, membuat makanan itu seolah tanpa ada rasa.

Ujung-ujungnya, lansia merasa kurang berselera makan. Nafsu makan menurun dan akhirnya bisa menyebabkan lansia tersebut jatuh sakit karena kurangnya asupan makanan dan mengalami malnutrisi.  

Lalu, bagaimana caranya agar orang tua kita kembali memiliki selera makan sehingga tidak mengalami sakit? Yang pasti, anggota keluarga terdekat harus mencari tahu sumber masalah kenapa ia sampai tak berselera makan.

Misalnya, apakah penyebabnya karena obat-obatan, kurang nyaman karena adanya gigi palsu, atau karena merasa kesepian tak ada yang menemaninya makan.

Selain itu, bila faktor indera pengecap yang menjadi permasalahan, ketahui bahwa merasakan makanan itu tidak semata-mata menggunakan lidah. Akan tetapi, gigi juga bisa digunakan sebagai indera pengecap.

Kemudian, bila selera atau nafsu makan pada lansia menurun, bisa juga diberikan suplementasi nutrisi oral (ONS). Suplemen ini berperan untuk memenuhi asupan energi dan zat-zat gizi bagi lansia.

Nah, adapun ONS ini umumnya berbentuk cair. Manfaat lain yang bisa dipetik dari ONS ini di antaranya mempertahankan serta memperbaiki status gizi, mencegah kehilangan berat badan pada lansia yang bisa menimbulkan malnutrisi, serta meningkat kekuatan otot pada lansia.

HIL/ ilustrasi : freepik.com

fkui,rscm,geriatri,gerontologi,lansia,lanjutusia,usialanjut,lansiasehat,malnutrisi

ARTIKEL LAINNYA

Ajaklah Orangtua ‘Keliling Dunia'

Berkebun Yuk, Guna Usir Kejenuhan

'Apakah Boleh Kita Meminta dan Memilih Pulang?'

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026