Thailand Tiru Jepang dalam Penanganan Lansia


Pada tahun 2023, lebih dari 20% penduduk Thailand berusia 60 tahun ke atas.

2026-06-05 07:26:53

Geriatri - Seiring meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia di Thailand, pemerintah daerah bersama komunitas mulai memperkuat berbagai upaya untuk mendukung kehidupan lansia melalui layanan perawatan yang lebih terpadu. Dalam beberapa hal, mereka juga mengambil referensi dari pengalaman Jepang.

Di Bueng Yitho, wilayah yang berada di Provinsi Pathum Thani, Thailand bagian tengah, sejumlah program inovatif telah dijalankan. Salah satunya adalah pendirian pusat penitipan harian pertama bagi lansia yang dikelola langsung oleh pemerintah daerah.

Program-program tersebut dilaksanakan melalui kerja sama dengan berbagai pihak, seperti kota Yugawara di Prefektur Kanagawa, Jepang, serta organisasi nirlaba Nogezaka-Glocal yang berbasis di Yokohama.

Pada tahun 2023, lebih dari 20% penduduk Thailand berusia 60 tahun ke atas. Di Bueng Yitho sendiri, dari sekitar 34.000 penduduk, kurang lebih 6.400 orang termasuk dalam kelompok lansia.

Pemerintah setempat mulai fokus menangani isu ini sejak 2012. Wali Kota Rungsarn Nantakawong menyampaikan bahwa kebutuhan akan layanan lansia semakin terlihat, terutama saat kunjungan ke kawasan permukiman padat yang menunjukkan peningkatan jumlah warga lanjut usia.

Saat ini, perawatan lansia yang membutuhkan bantuan masih banyak dilakukan oleh keluarga di rumah. Meski terdapat relawan berbayar yang membantu, sistem layanan keperawatan publik di Thailand masih belum berkembang secara maksimal.

Sebagai langkah awal, pada 2019 Bueng Yitho mendirikan pusat daycare untuk lansia. Biaya layanan sekitar 300 baht per hari, termasuk transportasi. Fasilitas ini menitikberatkan pada rehabilitasi fisik dan didukung oleh delapan fisioterapis. Beberapa peralatan yang digunakan juga mengacu pada praktik di Jepang.

Pendirian fasilitas ini merupakan hasil pembelajaran pemerintah daerah terhadap sistem perawatan lansia di Jepang. Wali kota bersama timnya beberapa kali mengunjungi fasilitas di Yugawara untuk melihat langsung pelaksanaannya.

Selain itu, keinginan para lansia untuk memiliki tempat beraktivitas di siang hari juga menjadi alasan dihadirkannya layanan daycare sebagai pelengkap perawatan berbasis keluarga.

Seorang perempuan berusia 54 tahun mengaku datang ke pusat tersebut seminggu sekali karena merasa kesepian di rumah. Ia mengatakan bahwa tempat tersebut menyediakan makanan sehat dan kesempatan untuk berinteraksi dengan orang lain.

Untuk menjaga kesehatan masyarakat, Bueng Yitho juga membuka pusat pemeriksaan kesehatan guna mendorong warga melakukan cek rutin. Selain itu, tersedia pula tempat berkumpul bagi lansia untuk meningkatkan partisipasi dalam kegiatan komunitas.

Pemerintah daerah juga berupaya menyediakan layanan yang lebih beragam sesuai kebutuhan individu, seperti fasilitas hunian jangka panjang dan panti dengan tenaga perawat yang siaga penuh waktu.

Berdasarkan laporan penelitian, lebih dari 60% fasilitas perawatan lansia di Thailand masih terkonsentrasi di wilayah sekitar Bangkok, sehingga menimbulkan kekhawatiran akan keterbatasan layanan di daerah lain di masa depan.

Rie Komahashi dari Japan International Cooperation Agency mengapresiasi langkah yang dilakukan Bueng Yitho. Ia menilai wilayah tersebut telah mengembangkan pendekatan berbasis komunitas dengan menjadikan Jepang sebagai salah satu referensi.

Kerja sama antara Bueng Yitho dan Yugawara sendiri telah terjalin sejak 2019, dengan penekanan pada saling berbagi pengalaman dan pembelajaran.

Di Thailand, sebanyak 39 pemerintah daerah telah membentuk jaringan untuk saling berbagi informasi terkait layanan lansia, dengan harapan dapat diperluas ke negara-negara lain di kawasan.
 

berita,berita lansia,lansia bahagia,jepang

ARTIKEL LAINNYA

Membuka Ruang Belajar di Usia Senja: Sekolah Lansia Hadir di Bali

MBG untuk Lansia dan Disabilitas: Sudah Siap Dijalankan?

Sarkopenia dan Osteoporosis pada PPOK: Ancaman Ganda bagi Lansia

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026