7 Manfaat Luar Biasa Singkong yang Belum Banyak Diketahui Orang


Berita Lansia - Singkong menawarkan sejumlah manfaat kesehatan yang tidak banyak diketahui orang.

2024-10-07 20:23:17

Geriatri.id - Singkong (Manihot esculenta) menawarkan sejumlah manfaat kesehatan yang tidak banyak diketahui orang. Dengan pengolahan tepat, singkong tidak hanya sumber kalori dan karbohidrat, tetapi juga bisa menjadi alternatif sehat untuk beberapa kondisi medis.

Dikutip dari Health, singkong kerap dijadikan sebagai makanan pengganti nasi karena kandungan karbohidratnya yang tinggi. 

Nutrisi seperti vitamin C dan kalium yang terkandung dalam singkong serupa dengan kentang sehingga dapat menjadi pilihan bagi mereka yang ingin variasi dalam makanan pokok sehari-hari. 

Vitamin C dikenal sebagai antioksidan kuat yang melindungi sel dari kerusakan oksidatif, membantu tubuh melawan infeksi dan penyakit.

Namun, singkong juga mengandung bahan kimia glikosida sianogenik yang dapat melepaskan sianida di dalam tubuh jika tidak diolah dengan benar. 

Baca Juga: Tanya Jawab Masalah Kesehatan Jantung

Meski begitu, proses pemasakan yang tepat dapat menghilangkan risiko keracunan sianida, sehingga singkong aman dikonsumsi setelah dimasak.

Manfaat kesehatan tak terduga

Selain sebagai sumber nutrisi dasar, singkong bermanfaat bagi orang dengan berbagai kondisi medis. 

Berikut beberapa manfaat kesehatan dari singkong yang mungkin belum banyak diketahui:

1. Mengelola diabetes

Singkong cocok bagi penderita diabetes yang membutuhkan pengendalian gula darah lebih baik.

Singkong mengandung serat dan pati resisten yang membantu mengelola kadar gula darah. 

Dikutip dari WebMD, pati resisten ini membantu memperlambat penyerapan gula ke dalam darah, sehingga kadar glukosa tetap stabil. 

2. Mengatasi dehidrasi akibat diare

Singkong bermanfaat bagi mereka yang mengalami dehidrasi ringan hingga sedang akibat diare. 

Larutan garam singkong dapat diberikan sebagai solusi oral untuk mengatasi kehilangan cairan. 

Namun, perlu diingat larutan ini tidak mengandung cukup elektrolit, sehingga tidak cocok untuk dehidrasi parah.

3. Menurunkan tekanan darah

Kalium dan magnesium dalam singkong dapat membantu menurunkan tekanan darah dengan mengurangi kadar natrium berlebih dalam tubuh dan melebarkan pembuluh darah. 

Kombinasi ini bermanfaat bagi penderita hipertensi. Selain itu, serat dalam singkong membantu menurunkan kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat) yang berperan dalam penyakit kardiovaskular.

4. Menyehatkan pencernaan


Singkong mengandung pati resisten yang bertindak seperti serat dalam tubuh. 

Zat ini membantu memberi makan bakteri baik di usus dan meningkatkan kesehatan pencernaan. 

Mengonsumsi singkong secara teratur dapat mencegah berbagai gangguan pencernaan seperti sembelit, gastritis, dan bahkan mengurangi risiko kanker usus.

5. Melindungi dari risiko kanker

Singkong kaya akan vitamin C dan folat, yang dikenal memiliki efek perlindungan terhadap kanker. 

Antioksidan dalam vitamin C membantu melawan kerusakan sel yang dapat menyebabkan kanker. 

Beberapa penelitian menunjukkan asupan vitamin C yang tinggi dapat menurunkan risiko kanker payudara, lambung, pankreas, dan prostat.

6. Mencegah penyakit jantung

Singkong memiliki kandungan serat tinggi yang membantu mengurangi penyerapan lemak dalam tubuh sehingga dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular seperti serangan jantung dan stroke. 

Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia 

Serat membantu menurunkan kadar kolesterol, menjaga arteri tetap bersih dan meningkatkan kesehatan jantung secara keseluruhan.

7. Membantu menurunkan berat badan

Singkong bisa menjadi pilihan tepat bagi mereka yang ingin menurunkan berat badan.

Kandungan serat dan pati resisten dalam singkong memperlambat proses pencernaan, yang membantu membuat merasa kenyang lebih lama dan mengurangi nafsu makan sepanjang hari.***

Video Senior Podcast


ARTIKEL LAINNYA

Tetap Bergerak di Hari Kurban, Sehat Jalan Terus

Selamat Idul Adha, Mari Saling Berbagi

Indonesia Semakin “Menua”, Keuangan Belum “Siap”

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026