Kenali Minuman Pemicu Risiko Stroke, Konsumsi dengan Bijak


Berita Lansia - Penelitian terbaru berusaha mengungkap hubungan menarik antara asupan minuman tertentu dengan risiko stroke. Penelitian ini dipimpin Universitas Galway, Irlandia. 

2024-10-05 13:02:53

Geriatri.id - Penelitian terbaru berusaha mengungkap hubungan menarik antara asupan minuman tertentu dengan risiko stroke. Penelitian ini dipimpin Universitas Galway, Irlandia. 

Dalam studi yang dipublikasikan di "Journal of Stroke" dan "International Journal of Stroke", para peneliti menemukan bahwa konsumsi tinggi beberapa minuman, seperti soda dan kopi, dapat meningkatkan risiko stroke. Sementara teh justru memiliki efek sebaliknya.

Soda dan minuman manis pemicu risiko stroke

Menurut penelitian, konsumsi soda, baik yang diberi pemanis gula maupun pemanis buatan, dikaitkan dengan peningkatan risiko stroke hingga 22 persen. 

Risiko ini meningkat drastis bagi mereka yang mengonsumsi dua atau lebih soda per hari. 

Minuman manis seperti jus buah yang tinggi gula dan dibuat dari konsentrat juga meningkatkan risiko pendarahan otak atau dikenal sebagai perdarahan intraserebral sebesar 37 persen.

Baca Juga: Tanya Jawab Masalah Kesehatan Jantung

Profesor Andrew Smyth, ahli epidemiologi dari Universitas Galway, menjelaskan tidak semua jus buah itu sama. 

"Jus buah segar yang diperas mungkin memiliki manfaat, tetapi minuman buah yang dibuat dari konsentrat dengan tambahan gula dan pengawet justru berbahaya," ujarnya kepada Newsweek. 

Ia menambahkan wanita lebih rentan terhadap risiko ini dibanding pria. 

Risiko tersembunyi di balik cangkir harian kopi

Kopi yang sering menjadi teman setia di pagi hari, harus dikonsumsi dengan bijak. 

Penelitian ini menemukan bahwa mengonsumsi lebih dari empat cangkir kopi per hari meningkatkan risiko stroke sebesar 33 persen.

Namun, mengonsumsi kopi dalam jumlah moderat, di bawah empat cangkir tidak menunjukkan peningkatan risiko signifikan. 

Para peneliti menganjurkan untuk membatasi konsumsi kopi dan mengutamakan pilihan minuman lebih sehat, seperti air putih.

Teh menurunkan risiko stroke


Berbeda dengan kopi dan soda, teh justru terbukti bermanfaat dalam menurunkan risiko stroke. 

Konsumsi tiga hingga empat cangkir teh hitam per hari dapat menurunkan risiko stroke hingga 29 persen. 

Teh hijau juga memberikan manfaat serupa, dengan penurunan risiko hingga 27 persen. 

Namun, ada satu catatan penting bahwa manfaat ini hanya berlaku untuk teh yang dikonsumsi tanpa tambahan susu. 
Penelitian menemukan, menambahkan susu ke dalam teh justru menghilangkan efek perlindungan tersebut.

Perbedaan wilayah, perbedaan risiko

Menariknya, penelitian ini juga menunjukkan perbedaan regional yang signifikan. 

Misalnya, hubungan antara konsumsi soda dan risiko stroke tampak paling kuat di kawasan Eropa Timur, Timur Tengah, Afrika, dan Amerika Selatan. 

Di sisi lain, teh lebih terkait dengan penurunan risiko stroke di Tiongkok dan Amerika Selatan.

Sebaliknya di Asia Selatan, konsumsi teh justru dikaitkan dengan peningkatan risiko stroke.

Bijak memilih minuman untuk kesehatan otak

Penelitian ini memberikan wawasan penting mengenai dampak minuman terhadap kesehatan otak. 

Profesor Smyth menekankan pentingnya mengurangi frekuensi konsumsi minuman tinggi gula atau kafein. 

Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia

“Pilihlah air putih atau teh tanpa tambahan gula dan susu untuk menjaga kesehatan dan menurunkan risiko stroke,” sarannya.

Bagi banyak orang, minuman adalah bagian penting dari rutinitas harian. Namun, penelitian ini mengingatkan, pilihan minuman juga dapat berdampak besar pada kesehatan jangka panjang, termasuk risiko stroke yang mematikan.***

*Ilustrasi - Pilihan minuman dapat berdampak besar pada kesehatan jangka panjang.(Pixabay)

Video Senior Podcast


ARTIKEL LAINNYA

Anggaran Terbatas, Bantuan Lansia dan Disabilitas Terancam Tak Terakomodasi

Menua Sehat dan Bermartabat, Upaya Kemenkes untuk Lansia

Sudah Usia Senja, 5 Orang Masih Pimpin Negara di Dunia

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026