7 Aktivitas yang Efektif Mengatasi Sulit Tidur Pada Lansia


Berita Lansia - Banyak faktor yang bisa menyebabkan gangguan tidur pada lansia.

2024-10-02 22:37:11

Geriatri.id - Kesulitan tidur adalah masalah yang umum di kalangan lansia. Banyak faktor yang bisa menyebabkan gangguan tidur pada lansia, termasuk perubahan pola tidur alami seiring bertambahnya usia, rasa sakit kronis, dan kondisi medis lainnya. 

Namun, ada beberapa aktivitas yang dapat membantu meningkatkan kualitas tidur para lansia. 

Berikut adalah beberapa rekomendasi aktivitas yang baik untuk lansia yang mengalami kesulitan tidur:

1. Latihan Fisik Ringan

Olahraga ringan telah terbukti efektif untuk membantu lansia meningkatkan kualitas tidur. Aktivitas seperti jalan kaki, yoga, dan tai chi dapat membantu mengurangi stres dan memperbaiki pola tidur. 

Baca juga: Kabar Duka, Artis Sekaligus Politisi Marissa Haque Meninggal di Usia 61 Tahun

Penelitian yang diterbitkan oleh Sleep Foundation menunjukkan bahwa lansia yang melakukan olahraga aerobik ringan secara teratur dapat meningkatkan durasi dan kualitas tidur mereka.

Latihan fisik membantu tubuh untuk lebih rileks dan menstimulasi produksi hormon melatonin, yang berperan penting dalam mengatur siklus tidur. Namun, disarankan untuk menghindari olahraga berat mendekati waktu tidur karena dapat meningkatkan energi dan mengganggu tidur.

2. Meditasi dan Relaksasi

Meditasi mindfulness dan teknik relaksasi seperti pernapasan dalam dan progresif muscle relaxation sangat membantu dalam mengatasi kesulitan tidur pada lansia. 

National Sleep Foundation merekomendasikan teknik meditasi mindfulness sebagai cara efektif untuk membantu menenangkan pikiran dan mengurangi gejala kecemasan, yang sering kali menjadi penyebab utama dari insomnia pada lansia.

Dengan melatih fokus pada pernapasan dan tubuh, lansia dapat mengurangi ketegangan mental yang sering mengganggu tidur, membuat tubuh dan pikiran lebih siap untuk istirahat.


3. Mengatur Jadwal Tidur yang Konsisten

Salah satu hal penting untuk meningkatkan kualitas tidur adalah menjaga rutinitas tidur yang konsisten. Lansia disarankan untuk tidur dan bangun pada jam yang sama setiap hari, bahkan di akhir pekan. 

Menurut Mayo Clinic, rutinitas tidur yang teratur membantu tubuh menyesuaikan ritme sirkadian atau jam biologis tubuh, yang pada gilirannya dapat meningkatkan kualitas tidur.

Selain itu, dianjurkan untuk menciptakan lingkungan tidur yang nyaman dan tenang, dengan pencahayaan rendah dan suhu ruangan yang sejuk.

4. Mengurangi Konsumsi Kafein dan Makanan Berat

Menghindari konsumsi kafein, terutama di sore dan malam hari, adalah kunci untuk tidur yang lebih baik. Kafein dapat mengganggu proses tidur dengan menstimulasi sistem saraf. Selain itu, hindari makan makanan berat atau pedas sebelum tidur karena ini dapat menyebabkan gangguan pencernaan, yang memengaruhi kualitas tidur.

Lansia yang sulit tidur sebaiknya mengonsumsi makanan ringan yang mengandung triptofan, seperti pisang atau yogurt, yang membantu merangsang produksi melatonin dan serotonin—dua hormon yang berperan dalam meningkatkan kualitas tidur.

5. Membaca Buku atau Aktivitas Tenang Sebelum Tidur

Melakukan aktivitas tenang seperti membaca buku, mendengarkan musik relaksasi, atau merajut sebelum tidur dapat membantu menciptakan transisi yang halus dari keadaan terjaga menuju tidur. 

Lansia disarankan untuk melakukan kegiatan-kegiatan tersebut dalam pencahayaan yang redup untuk membantu tubuh bersiap tidur.

Selain itu, disarankan untuk menghindari penggunaan perangkat elektronik, seperti ponsel atau tablet, yang memancarkan cahaya biru. Cahaya biru dapat menekan produksi melatonin, sehingga membuat tidur lebih sulit.


6. Terapi Cahaya

Lansia yang mengalami kesulitan tidur akibat gangguan ritme sirkadian, seperti insomnia atau bangun terlalu awal, dapat mencoba terapi cahaya. 

Terapi cahaya melibatkan paparan cahaya buatan terang selama beberapa waktu di pagi hari untuk membantu mengatur ulang ritme sirkadian. Terapi cahaya efektif untuk membantu lansia menyesuaikan pola tidur dan bangun yang lebih teratur.

Terapi cahaya dapat dilakukan dengan duduk di dekat lampu khusus yang dirancang untuk tujuan ini selama 20 hingga 30 menit di pagi hari.

7. Berkonsultasi dengan Dokter

Jika masalah tidur terus berlanjut, penting bagi lansia untuk berkonsultasi dengan dokter. Beberapa masalah tidur dapat disebabkan oleh kondisi medis yang mendasari, seperti sleep apnea atau sindrom kaki gelisah. 

Penting untuk mengevaluasi masalah kesehatan yang mungkin memengaruhi tidur dan mencari solusi medis yang tepat.

Banyak lansia yang mengalami gangguan tidur, namun dengan menerapkan beberapa aktivitas yang tepat, seperti olahraga ringan, meditasi, menjaga rutinitas tidur yang konsisten, dan melakukan aktivitas tenang sebelum tidur, mereka dapat memperbaiki kualitas tidur mereka. 

Penting bagi lansia untuk memperhatikan rutinitas sehari-hari dan berkonsultasi dengan profesional medis jika masalah tidur berlanjut.***

*Foto: Ilustrasi lansia alami kesulitan tidur. (Pixabay)


ARTIKEL LAINNYA

Mitos dan Fakta Seputar Kolesterol

Ke Bedugul? Ayo, Siapa Takut

Orangtua Ingin Mie Instan? Jawabannya Adalah...

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026