Mitos dan Fakta Seputar Kolesterol


Penting untuk memahami berbagai mitos dan fakta seputar kolesterol agar kita dapat bersikap lebih bijak dalam menjaga kesehatan dan mengambil langkah pencegahan yang tepat.

2026-06-12T17:07

Oleh dr. Fatihah Fikriyah

Geriatri - Di tengah banyaknya informasi yang beredar, tidak sedikit orang yang masih bingung membedakan mana yang benar dan mana yang sekadar mitos tentang kolesterol. Kesalahpahaman ini bisa membuat seseorang terlalu takut atau justru mengabaikan risiko yang sebenarnya.
 

Oleh karena itu, penting untuk memahami berbagai mitos dan fakta seputar kolesterol agar kita dapat bersikap lebih bijak dalam menjaga kesehatan dan mengambil langkah pencegahan yang tepat.

Berikut ini mitos dan fakta yang terkait seputar kolesterol:

Mitos 1: “Saya masih muda, tidak perlu khawatir kolesterol.”

Fakta: Penumpukan plak di pembuluh darah dimulai sejak usia dini. AHA merekomendasikan pemeriksaan kolesterol sejak usia 20 tahun.

Mitos 2: “Saya kurus, jadi kolesterol saya pasti normal.”
Fakta: Berat badan normal tidak menjamin kadar kolesterol normal. Faktor genetik dan pola makan tetap berperan besar pada orang dengan tubuh kurus.

Mitos 3: “Semua lemak itu berbahaya dan harus dihindari.”
Fakta: Lemak tak jenuh (seperti dalam alpukat, kacang-kacangan, dan ikan) justru baik untuk kolesterol. Yang perlu dihindari adalah lemak jenuh dan lemak trans.

Mitos 4: “Jika sudah minum obat kolesterol, pola makan bebas.”
Fakta: Obat kolesterol tidak menggantikan pola makan sehat. Keduanya harus berjalan beriringan untuk hasil optimal.

Mitos 5: “Kolesterol tinggi pasti ada gejalanya.”
Fakta: Kolesterol tinggi hampir selalu tidak bergejala. Satu-satunya cara mengetahuinya adalah dengan pemeriksaan darah.


Kolesterol tinggi sering disebut sebagai “pembunuh diam-diam” karena umumnya tidak menimbulkan gejala, namun dapat meningkatkan risiko penyakit serius jika tidak dikendalikan.

Sebenarnya, kolesterol tetap dibutuhkan oleh tubuh untuk berbagai fungsi penting, tetapi akan menjadi masalah jika jumlahnya berlebihan atau tidak seimbang. 

Oleh karena itu, penting untuk memahami kolesterol dengan baik agar dapat menjaga kesehatannya secara tepat, bukan sekadar merasa khawatir tanpa tindakan yang jelas. 

kolesterol,mitos atau fakta,mitos atau fakta kolesterol,lansia sehat

ARTIKEL LAINNYA

Orangtua Ingin Mie Instan? Jawabannya Adalah...

Sekolah Lansia: Cara Baru Menjaga Kesehatan Fisik dan Mental di Usia Senja

Mobil-Mobil ini Mungkin Cocok untuk Lansia

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026