Melatih Massa Otot Kurangi Risiko Penyakit Jantung pada Lansia


Berita Lansia - Penelitian menunjukkan bahwa lansia yang rutin melatih otot memiliki risiko lebih rendah terkena penyakit jantung. 

2024-09-28 23:13:37

Geriatri.id - Seiring bertambahnya usia, menjaga kesehatan otot bukan hanya penting untuk mobilitas dan kekuatan, tetapi juga terkait erat dengan kesehatan jantung. 

Penelitian menunjukkan bahwa lansia yang rutin melatih otot memiliki risiko lebih rendah terkena penyakit jantung. 

Keterkaitan ini semakin menekankan pentingnya latihan kekuatan dalam menjaga kualitas hidup di usia lanjut.

Hubungan antara Massa Otot dan Kesehatan Jantung

Penurunan massa otot, atau dikenal sebagai sarkopenia, adalah kondisi umum pada lansia. Selain menyebabkan kelemahan fisik, sarkopenia juga memiliki dampak langsung pada kesehatan jantung. 

Baca juga: Pertemuan Mensos - Lantip Indonesia Bahas Upaya Ciptakan Lansia Aktif

Menurut sebuah artikel yang diterbitkan di Harvard Health Publishing, kekuatan otot yang lebih rendah berhubungan dengan peningkatan risiko penyakit jantung. 

Ketika otot melemah, metabolisme tubuh juga menurun, menyebabkan akumulasi lemak, peningkatan tekanan darah, serta kadar kolesterol yang lebih tinggi, semua faktor ini berkontribusi pada risiko penyakit jantung.

“Latihan beban atau resistensi memiliki manfaat signifikan bagi lansia dalam menjaga otot tetap kuat dan menurunkan risiko penyakit kardiovaskular,” kata Dr. Mark Peterson, seorang peneliti di University of Michigan.

Hal ini disebabkan oleh peningkatan sirkulasi darah dan metabolisme tubuh yang lebih efisien setelah berolahraga.


Manfaat Melatih Otot bagi Lansia

Latihan kekuatan yang teratur memberikan berbagai manfaat untuk kesehatan lansia, terutama dalam menjaga fungsi kardiovaskular. Beberapa manfaat utama melatih otot meliputi:

1. Meningkatkan sirkulasi darah: Otot yang kuat membantu menjaga aliran darah yang sehat, yang dapat mengurangi tekanan pada jantung.

2. Menurunkan tekanan darah: Beberapa studi menunjukkan bahwa latihan angkat beban ringan dan latihan resistensi dapat membantu menurunkan tekanan darah, yang merupakan faktor risiko utama untuk penyakit jantung.

3. Mengatur kadar gula darah: Lansia yang melatih otot lebih efektif dalam mengatur kadar gula darah, sehingga menurunkan risiko diabetes tipe 2, yang juga berkontribusi pada penyakit jantung.

4. Membantu menurunkan berat badan: Meningkatkan massa otot membantu mempercepat metabolisme, yang dapat membantu lansia menjaga berat badan yang sehat, menurunkan risiko obesitas, dan pada gilirannya, mengurangi beban pada jantung.

Baca juga: Hati-hati Penggunaan Antibiotik yang Tidak Bijak Picu Resistensi Bakteri

Dr. Michael Joyner, seorang ahli kardiologi dari Mayo Clinic, menekankan pentingnya latihan kekuatan bagi lansia. 

“Membangun otot tidak hanya penting untuk mobilitas, tetapi juga meningkatkan kesehatan metabolik. Saat metabolisme lebih aktif, lemak visceral yang dapat menekan organ-organ utama, termasuk jantung, dapat berkurang,” terangnya.

Joyner juga menyarankan agar lansia melakukan latihan kekuatan ringan dua hingga tiga kali seminggu untuk hasil optimal.


Latihan Kekuatan yang Dianjurkan untuk Lansia

Untuk lansia, latihan kekuatan tidak harus berat atau melelahkan. Beberapa jenis latihan yang dianjurkan antara lain seperti latihan angkat beban ringan, squat atau lunges, latihan ketahanan tubuh (bodyweight exercise) atau senam lansia.

Lansia dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum memulai program latihan, terutama jika memiliki kondisi medis yang sudah ada sebelumnya. 

Latihan yang tepat akan membantu menjaga massa otot dan sekaligus melindungi jantung dari berbagai risiko penyakit.***

*Foto: Seorang lansia sedang melakukan latihan beban. (Pixabay)

Video Senior Podcast

 


ARTIKEL LAINNYA

Rutin Masak di Rumah Bisa Turunkan Risiko Demensia

Memahami Hipertensi (5): Panduan Singkat dan Cara Menghadapinya

Kehidupan Lansia yang Menginspirasi Lewat 5 Drama Cina

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026