
Geriatri.id - Seiring bertambahnya usia, banyak lansia memilih untuk tetap tinggal sendiri di rumah daripada tinggal bersama keluarga atau di fasilitas perawatan.
Tinggal sendiri bisa memberikan rasa kemandirian, tetapi juga menghadirkan tantangan, terutama dalam memenuhi kebutuhan dasar seperti kesehatan, keselamatan, dan sosial.
Menurut sebuah laporan dari AARP, sekitar 27% lansia berusia 65 tahun ke atas di Amerika Serikat hidup sendiri, dan jumlah ini diperkirakan meningkat di berbagai negara, termasuk Indonesia, seiring perubahan demografi dan pola keluarga.
Lansia yang tinggal sendiri harus mengatasi tantangan unik yang sering kali membutuhkan perhatian dan dukungan khusus.
Baca juga: Apakah 'Brown Sugar' Aman untuk Penderita Diabetes?
Kesehatan fisik dan mental Lansia yang tinggal sendiri sering menghadapi masalah kesehatan tanpa dukungan yang memadai.
Akses ke layanan medis mungkin terbatas, terutama bagi mereka yang tidak memiliki sarana transportasi atau tinggal di daerah terpencil. Selain itu, masalah mental seperti kesepian dan depresi juga sering dialami oleh lansia yang hidup sendiri.
"Kesehatan mental dan fisik lansia sangat berkaitan erat. Kesepian dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan fisik seperti penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan bahkan menurunkan sistem kekebalan tubuh," jelas Dr. Susan Harris, seorang psikolog geriatri dari Harvard Medical School .
Lansia yang tinggal sendiri berisiko lebih tinggi mengalami kecelakaan di rumah, seperti jatuh atau terbentur, karena penurunan mobilitas dan penglihatan. Kondisi rumah yang tidak ramah lansia, seperti lantai licin atau tangga curam, juga dapat meningkatkan risiko cedera.
Menurut sebuah studi dari National Council on Aging di AS, jatuh merupakan penyebab utama cedera fatal pada lansia, dan lansia yang tinggal sendiri seringkali tidak mendapatkan bantuan segera saat insiden ini terjadi .
Baca juga: 4 Ide Aktvitas untuk Pensiuanan Agar Tetap Produktif dan Menyenangkan
Bagi lansia yang hidup sendiri, mendapatkan akses terhadap kebutuhan sehari-hari seperti makanan, obat-obatan, dan layanan kesehatan bisa menjadi tantangan.
Mereka mungkin tidak memiliki dukungan langsung dari keluarga atau teman, yang menyebabkan kesulitan dalam berbelanja atau mendapatkan bantuan medis saat dibutuhkan.
Kurangnya interaksi sosial juga menjadi masalah signifikan bagi lansia yang tinggal sendiri. Penurunan kontak sosial dapat menyebabkan isolasi yang berdampak buruk pada kesehatan mental.
Lansia yang hidup sendirian sering merasa terasing dari komunitas mereka, dan ini bisa memperburuk kondisi mereka secara emosional.
Layanan perawatan di rumah menjadi salah satu solusi yang efektif bagi lansia yang tinggal sendiri. Ini termasuk kunjungan rutin dari perawat atau tenaga medis yang memantau kesehatan mereka, serta layanan kebersihan atau asisten rumah tangga yang membantu dalam tugas sehari-hari.***
*Foto: Pasangan lansia sedang mengobrol.
Video Senior Podcast
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri