
Geriatri.id - Beberapa sayuran mengandung purin, senyawa yang dapat memicu peningkatan kadar asam urat dalam tubuh. Karena itu, penderita asam urat atau gout perlu memperhatikan jenis sayuran yang akan dikonsumsi.
Ketika kadar asam urat meningkat dan tidak segera dikeluarkan, kristal asam urat bisa terbentuk di sendi yang dapat menyebabkan rasa nyeri hingga pembengkakan.
Mengutip WebMD, purin dipecah dalam tubuh dan menghasilkan asam urat. Karena itu, penderita asam urat dianjurkan membatasi konsumsi makanan yang kaya akan purin.
Berikut 5 jenis sayuran yang perlu dihindari penderita asam urat:
1. Kembang kol
Kembang kol kaya akan serat dan vitamin, namun juga mengandung purin dalam kadar sedang.
Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia
Untuk menghindari lonjakan asam urat, penderita asam urat disarankan membatasi konsumsi kembang kol tidak lebih dari 50 gram per sajian dan maksimal lima kali seminggu.
Sebagai alternatif, brokoli bisa menjadi pilihan yang lebih aman karena kandungan purinnya lebih rendah.
2. Asparagus
Asparagus dikenal kaya vitamin dan mineral. Namun bagi penderita asam urat, perlu membatasi konsumsi sayuran ini.
Kandungan purin sedang dalam asparagus bisa meningkatkan kadar asam urat jika dikonsumsi secara berlebihan.
Disarankan membatasi konsumsi asparagus hingga 40 gram per sajian, tidak lebih dari lima kali seminggu. Sayuran seperti daun bawang atau okra bisa menjadi alternatif yang lebih aman.
3. Bayam
Meski bayam kaya akan zat besi, folat, dan vitamin, kandungan purinnya tetap perlu diwaspadai penderita asam urat.
Konsumsi bayam yang disarankan tidak melebihi 35 gram per sajian, dan sebaiknya tidak dikonsumsi lebih dari lima kali dalam seminggu.
4. Kacang polong
Kacang polong kaya vitamin A, C, dan serat, namun mengandung purin dalam jumlah sedang. Penderita asam urat disarankan membatasi asupan kacang polong untuk mencegah gejala semakin parah.
Disarankan konsumsi kacang polong tidak lebih dari lima kali seminggu disarankan agar kadar asam urat tidak meningkat.
5. Jamur
Meski rendah kalori dan penuh nutrisi, jamur memiliki kandungan purin yang cukup signifikan.
Penderita asam urat disarankan menghindari konsumsi jamur lebih dari 50 gram per sajian, dengan frekuensi maksimal lima kali seminggu.
Paprika dapat menjadi alternatif yang lebih aman karena rendah purin.
Alternatif makanan rendah purin
Bagi penderita asam urat, pola makan rendah purin penting untuk mencegah serangan.
Beberapa makanan yang aman dikonsumsi antara lain telur, kacang-kacangan, buah-buahan (termasuk jeruk dan ceri), biji-bijian, sayuran rendah purin, produk susu rendah lemak, ayam, serta ikan seperti salmon.
Buah-buahan seperti jeruk dan ceri yang kaya vitamin C dan antioksidan dapat membantu mengurangi peradangan akibat penumpukan asam urat dalam tubuh.
Baca Juga: Tanya Jawab Masalah Kesehatan Jantung
Mengonsumsi buah-buahan ini secara rutin dapat membantu mengendalikan gejala asam urat.
Menjaga asupan makanan yang tepat menjadi kunci penting bagi penderita asam urat agar dapat menjalani hidup dengan lebih sehat dan nyaman.***
*Ilustrasi - Penderita asam urat perlu membatasi konsumsi kembang kol.(Pixabay)
Video Senior Podcast
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri