Tips Lansia Menjaga dan Mengelola Aset Pribadi


Berita Lansia - Bagi kelompok lanjut usia (lansia), menjaga dan mengelola aset pribadi adalah langkah penting untuk mencapai stabilitas keuangan berkelanjutan. 

2024-09-18 14:49:00

Geriatri.id - Bagi kelompok lanjut usia (lansia), menjaga dan mengelola aset pribadi adalah langkah penting untuk mencapai stabilitas keuangan berkelanjutan. 

Namun, banyak lansia belum mengetahui cara efektif mengelola aset mereka sehingga dapat menyebabkan kerugian di masa depan. 

Berikut beberapa tips penting untuk lansia agar bisa lebih bijak dalam mengelola aset pribadi:

1. Pahami nilai dan jenis aset

Langkah pertama dalam pengelolaan aset adalah memahami jenis dan nilai aset yang dimiliki. 

Aset pribadi bisa berupa uang tunai, properti, aset digital, hingga kepemilikan bisnis. 

Baca Juga: Tanya Jawab Masalah Kesehatan Jantung

Dengan mengenali jenis-jenis aset, lansia bisa merancang strategi keuangan yang sesuai dan lebih efektif.

2. Kelola uang tunai dengan bijak

Uang tunai merupakan aset paling likuid dan fleksibel. Namun, lansia perlu menyadari bahwa menyimpan terlalu banyak uang tunai dalam jangka panjang dapat merugikan. Salah satunya karena inflasi. 

Kerena itu, sebagian uang tunai dapat dialokasikan ke instrumen yang memiliki potensi pertumbuhan, seperti deposito atau reksadana.

3. Perhatikan aset fisik

Aset fisik, seperti properti atau emas, biasanya mengalami kenaikan nilai seiring berjalannya waktu. 

Namun, aset ini juga membutuhkan biaya pemeliharaan dan pemantauan terhadap nilai pasar. 

Kerena itu, lansia perlu memantau perkembangan nilai aset fisik dan mempertimbangkan kapan saat yang tepat untuk menjual atau mempertahankannya.

4. Kenali dan lindungi aset digital

Jika memiliki aset digital seperti saham, cryptocurrency, atau investasi elektronik, lansia perlu memiliki pemahaman yang mendalam tentang pasar ini. 

Aset digital memiliki volatilitas tinggi, sehingga diperlukan strategi investasi yang tepat untuk melindungi nilainya dan memaksimalkan potensi keuntungannya.

5. Pantau kepemilikan bisnis


Jika memiliki saham atau kepemilikan bisnis, lansia perlu memantau kinerja bisnis secara berkala. 

Keputusan strategis yang tepat dapat memaksimalkan nilai investasi dan menghindari risiko kerugian besar.

6. Lakukan pemeriksaan berkala

Pemeriksaan berkala terhadap kondisi aset bisa membantu menghindari sengketa, penipuan, atau kerugian akibat manajemen yang tidak tepat. 

Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia

Jika diperlukan, lansia bisa meminta bantuan jasa profesional keuangan untuk membantu mengelola aset dengan lebih aman dan efisien.

Dengan mengelola aset pribadi secara bijaksana, lansia dapat mencapai stabilitas keuangan yang lebih baik, meminimalkan risiko, dan memastikan kesejahteraan di masa tua.***

*Ilustrasi - Tips lansia menjaga dan mengelola aset pribadi.(Pixabay)

Video Senior Podcast


ARTIKEL LAINNYA

10 Negara Tertua di Dunia: Usia Boleh Tua, tapi Tetap Eksis

AI Mulai Masuk ke Dunia Perawatan Lansia di Rumah

Cara Pakai Balsem yang Baik untuk Lansia

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026