Sejarah Hari Jantung Sedunia dan Pentingnya Pencegahan Penyakit Kardiovaskular


Berita Lansia - Setiap tanggal 29 September, dunia memperingati Hari Jantung Sedunia (World Heart Day) untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan jantung. 

2024-09-17 21:54:53

Geriatri.id - Setiap tanggal 29 September, dunia memperingati Hari Jantung Sedunia (World Heart Day) untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan jantung. 

Penyakit kardiovaskular, termasuk penyakit jantung dan stroke, merupakan penyebab utama kematian di dunia, dengan lebih dari 17,3 juta kematian setiap tahunnya. 

Di Indonesia, penyakit ini juga menjadi pembunuh nomor satu, menuntut perhatian serius dari masyarakat.

Meski menjadi ancaman kesehatan terbesar, kabar baiknya adalah penyakit jantung sebenarnya bisa dicegah. 

Ceranya dengan mendorong masyarakat mengadopsi gaya hidup sehat, seperti menjaga pola makan, mengelola stres, menghindari merokok, membatasi konsumsi alkohol, dan rutin berolahraga. 

Dengan menerapkan modifikasi gaya hidup ini, risiko terkena penyakit jantung bisa diminimalisir, bahkan di kalangan muda sekalipun.

Selain olahraga dan pola makan, pemeriksaan mandiri juga menjadi langkah preventif. 

Baca Juga: Tanya Jawab Masalah Kesehatan Jantung

Salah satu metode yang bisa dilakukan melalui gerakan "MENARI" (Meraba Nadi Sendiri), yaitu memeriksa detak nadi untuk mendeteksi kemungkinan kelainan irama jantung secara dini.

Sejarah Hari Jantung Sedunia

Hari Jantung Sedunia diperingati setiap tanggal 29 September sebagai upaya meningkatkan kesadaran global tentang pentingnya menjaga kesehatan jantung serta pencegahan penyakit kardiovaskular, termasuk penyakit jantung dan stroke. 


Peringatan ini diinisiasi Federasi Jantung Dunia (WHF) bekerja sama dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada tahun 1999.

Gagasan untuk memperingati Hari Jantung Sedunia datang dari Presiden WHF periode 1997-1999, Antoni Bayés de Luna. 

Ide ini berangkat dari kebutuhan mendesak untuk menyebarluaskan informasi mengenai pencegahan penyakit jantung, yang kala itu sudah menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia.

Perayaan pertama Hari Jantung Sedunia berlangsung pada 24 September 2000, dan sejak saat itu diperingati setiap tahun pada Minggu terakhir bulan September. 

Namun, sejak 2011, tanggal peringatan Hari Jantung Sedunia ditetapkan secara permanen pada 29 September, agar lebih mudah dikenang dan diperhatikan masyarakat global.

Tujuan utama dari peringatan ini untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya gaya hidup sehat, pencegahan penyakit jantung, serta dampak luas dari penyakit kardiovaskular, yang telah menjadi penyebab utama kematian di dunia. 

Setiap tahun, berbagai kampanye dan kegiatan dilakukan di seluruh dunia untuk menyoroti betapa pentingnya kesehatan jantung dalam kehidupan sehari-hari. 

Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia

Dengan Hari Jantung Sedunia, diharapkan kesadaran tentang kesehatan jantung semakin meningkat, sehingga angka kejadian penyakit kardiovaskular dapat ditekan dan kualitas hidup masyarakat global semakin meningkat.***

*Ilustrasi - Pentingnya pencegahan penyakit jantung.(Pixabay)

Video Senior Podcast


ARTIKEL LAINNYA

10 Negara Tertua di Dunia: Usia Boleh Tua, tapi Tetap Eksis

AI Mulai Masuk ke Dunia Perawatan Lansia di Rumah

Cara Pakai Balsem yang Baik untuk Lansia

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026