.jpg)
Geriatri.id - Kesehatan lansia sering kali menjadi perhatian utama seiring dengan bertambahnya usia, karena perubahan metabolisme, fungsi organ, dan daya tahan tubuh.
Salah satu pertanyaan penting yang sering muncul adalah, mana yang lebih berbahaya bagi kesehatan lansia: makanan tinggi gula atau makanan tinggi garam?
Keduanya dapat membawa dampak buruk, namun efeknya berbeda pada tubuh, terutama bagi mereka yang sudah memiliki kondisi medis tertentu seperti hipertensi, diabetes, atau penyakit jantung.
Bahaya Makanan Tinggi Gula
Konsumsi gula berlebih telah lama dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan, terutama diabetes.
Baca juga: 8 'Super Food' yang Ampuh Turunkan Kadar Gula Darah Bagi Lansia
The American Diabetes Association menyebutkan bahwa asupan gula yang berlebihan dapat menyebabkan peningkatan kadar gula darah yang cepat, yang berisiko memicu diabetes tipe 2, kondisi yang umum terjadi pada lansia.
Diabetes tidak hanya mempengaruhi metabolisme, tetapi juga dapat menyebabkan komplikasi serius seperti kerusakan saraf, gangguan penglihatan, hingga gagal ginjal.
Studi yang diterbitkan oleh Harvard Medical School menyebutkan bahwa konsumsi makanan tinggi gula, terutama dalam bentuk minuman manis dan makanan olahan, juga dapat memicu obesitas, meningkatkan risiko penyakit jantung, dan memperburuk peradangan kronis.
Pada lansia, efek ini lebih cepat terasa karena metabolisme tubuh melambat, sehingga gula berlebih sulit diproses dengan efisien.
Selain itu, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) juga mengungkapkan bahwa gula dapat merusak kesehatan gigi, yang pada lansia bisa menyebabkan infeksi dan masalah pencernaan.
Lansia yang sudah memiliki diabetes harus lebih berhati-hati dalam mengatur asupan gula mereka.
Bahaya Makanan Tinggi Garam
Sementara gula berdampak langsung pada kadar gula darah, garam berlebih terutama memengaruhi tekanan darah. Lansia cenderung lebih rentan terhadap hipertensi, dan konsumsi garam yang tinggi hanya memperburuk kondisi ini.
Menurut American Heart Association, garam menyebabkan tubuh menahan lebih banyak cairan, yang pada akhirnya meningkatkan volume darah dan menambah tekanan pada dinding arteri.
Hipertensi, atau tekanan darah tinggi, adalah salah satu penyebab utama penyakit jantung dan stroke pada lansia. Makanan yang mengandung garam tinggi, seperti makanan olahan, makanan kaleng, dan camilan asin, berkontribusi besar terhadap meningkatnya tekanan darah.
Bagi lansia yang sudah memiliki penyakit jantung, konsumsi garam berlebihan bisa berakibat fatal.
Baca juga: 5 Buah Ini Bisa Tingkatkan Daya Ingat dan Cegah Pikun di Usia Muda
Laporan dari National Institute on Aging menyatakan bahwa lansia harus membatasi asupan natrium mereka hingga tidak lebih dari 1.500 mg per hari.
Jumlah ini penting untuk menjaga kesehatan jantung dan menghindari risiko lebih lanjut dari tekanan darah tinggi, gagal jantung, dan stroke.
Mana yang Lebih Berbahaya?
Meskipun baik gula maupun garam memiliki dampak negatif pada kesehatan lansia, banyak ahli kesehatan sepakat bahwa garam mungkin memiliki dampak yang lebih langsung dan berbahaya bagi lansia dengan kondisi tertentu, terutama mereka yang menderita hipertensi dan penyakit jantung.
Menurut World Health Organization (WHO), penyakit kardiovaskular merupakan penyebab utama kematian di seluruh dunia, dan hipertensi yang dipicu oleh konsumsi garam berlebih adalah faktor risiko utama.
Oleh karena itu, lansia dengan riwayat penyakit jantung atau tekanan darah tinggi harus lebih waspada terhadap asupan garam mereka.
Di sisi lain, gula juga dapat menyebabkan komplikasi serius, terutama bagi lansia yang sudah menderita diabetes atau memiliki risiko tinggi terkena diabetes.
Konsumsi gula berlebih juga terkait dengan penambahan berat badan dan obesitas, yang pada akhirnya dapat memperburuk kondisi jantung dan tekanan darah.
Keduanya, makanan tinggi gula dan garam, memiliki bahaya signifikan bagi kesehatan lansia, tetapi dampaknya tergantung pada kondisi kesehatan individu.
Jika seorang lansia memiliki riwayat diabetes atau sedang mengontrol kadar gula darahnya, makanan tinggi gula harus menjadi perhatian utama. Sebaliknya, bagi lansia dengan hipertensi atau penyakit jantung, makanan tinggi garam lebih berbahaya.
Namun, penting bagi lansia untuk mengatur konsumsi keduanya dengan cermat. Mengurangi asupan gula dan garam, serta menggantinya dengan pilihan makanan yang lebih sehat seperti buah-buahan segar, sayuran, protein tanpa lemak, dan biji-bijian utuh, dapat membantu menjaga kesehatan tubuh dan mencegah komplikasi lebih lanjut.***
*Foto: Gambar ilustrasi gula dan garam. (Pixabay)
Video Senior Podcast
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri