
Geriatri.id - Aktivitas fisik berdampak besar dalam menjaga kesehatan jantung. Setiap kali bergerak, jantung mendapatkan "latihan" yang membantunya bekerja lebih baik.
Menurut Badan Kesehatan Masyarakat Amerika Serikat, orang yang jarang bergerak memiliki risiko hampir dua kali lebih besar terkena penyakit jantung dibandingkan mereka yang rutin berolahraga.
Jantung sehat ditandai dengan tekanan darah normal, 120/80 mmHg dan detak jantung antara 60-100 denyut per menit.
Penyakit jantung terjadi ketika terjadi gangguan pada fungsi jantung, yang mempengaruhi pembuluh darah, katup, atau otot jantung.
Penyumbatan pembuluh darah akibat kolesterol tinggi, merokok, atau kurangnya aktivitas fisik merupakan salah satu penyebab utama penyakit jantung koroner.
Gejala penyakit jantung
Baca Juga: Tanya Jawab Masalah Kesehatan Jantung
Gejala penyakit jantung seringkali tidak disadari. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain nyeri dada, denyut jantung tidak teratur, sesak napas, merasa lelah, serta pembengkakan di kaki.
Jika merasakan salah satu dari gejala ini, segera memeriksakan diri ke dokter.
Ada lima alasan mengapa olahraga sangat penting untuk kesehatan jantung?
1. Mengontrol tekanan darah
Olahraga membantu menstabilkan tekanan darah. Berenang, jalan kaki, atau menari efektif dalam mengontrol tekanan darah.
2. Peningkatan pengambilan oksigen
Latihan fisik membuat tubuh lebih efisien dalam mengambil oksigen dari darah, yang membantu kinerja jantung.
3. Menjaga berat badan ideal
Aktivitas fisik membantu membakar kalori, menjaga berat badan, dan mengontrol kadar kolesterol.
4. Mengurangi stres
Olahraga meredakan stres, yang pada gilirannya membantu menjaga tekanan darah.
5. Meningkatkan kolesterol baik (HDL)
Olahraga meningkatkan kadar HDL yang membantu membersihkan arteri dari kolesterol jahat.
Jenis Aktivitas fisik yang direkomendasikan
Tak perlu olahraga berat untuk menjaga kesehatan jantung. Aktivitas fisik ringan sudah memberikan manfaat besar.
- Berjalan cepat
Salah satu cara termudah memulai hidup aktif. Cukup dengan 30 menit berjalan cepat setiap hari, sudah memberikan dampak positif bagi jantung.
- Berenang
Berenang melibatkan hampir semua otot tubuh dan menjadi latihan sempurna yang menguatkan jantung.
- Lari ringan
Jogging selama beberapa menit dapat meningkatkan kapasitas jantung dan pernapasan.
- Menari
Selain menyenangkan, menari juga memperkuat jantung dan melancarkan sirkulasi darah.
- Bersepeda
Bersepeda melatih jantung, baik dilakukan di luar ruangan maupun di dalam ruangan dengan sepeda statis.
Cara memulai
Jika belum terbiasa berolahraga, mulailah dengan perlahan. Misalnya, jalan kaki selama beberapa minggu, kemudian tambahkan jenis olahraga lain seperti berenang atau bersepeda.
Konsultasikan kondisi kesehatan dengan dokter sebelum memulai rutinitas olahraga baru, terutama jika memiliki masalah kesehatan.
Cukup 30 menit setiap hari untuk melakukan jalan cepat atau olahraga ringan.
Tambahkan juga latihan penguatan otot sebagai bagian dari rutinitas harian.
Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia
Ini adalah investasi terbaik untuk kesehatan jantung dan kualitas hidup yang lebih baik.
Dengan tetap bergerak, Anda tidak hanya menjaga jantung, tetapi juga meraih energi positif untuk hari-hari yang lebih baik.***
Sumber: Kemenkes
*Aktivitas fisik berdampak besar dalam menjaga kesehatan jantung.(Pixabay)
Video Senior Podcast
“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”
Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.
Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri