Waspada, Pikun Bisa Menjadi Tanda Awal Demensia


Berita Lansia - Tidak banyak yang menyadari bahwa pikun bisa menjadi gejala awal dari demensia, suatu kondisi medis yang memerlukan penanganan. 

2024-09-12 20:48:05

Geriatri.id - Pikun sering dianggap wajar sebagai bagian dari proses penuaan, terutama pada lansia. Namun, tidak banyak yang menyadari bahwa pikun bisa menjadi gejala awal dari demensia, suatu kondisi medis yang memerlukan penanganan. 

Pikun yang disebabkan demensia dapat mengganggu aktivitas keseharian dan memengaruhi kualitas hidup penderitanya. Karena itu, penting memahami lebih dalam mengenai kondisi ini.

Pikun dan kaitannya dengan demensia

Secara umum, pikun merujuk pada penurunan daya ingat atau memori. Meski wajar terjadi seiring bertambahnya usia, tidak semua lansia akan mengalaminya. 

Pada kasus tertentu, pikun dapat menjadi tanda awal demensia, sebuah sindrom yang menyebabkan penurunan fungsi otak, termasuk gangguan daya ingat, proses berpikir, perilaku, hingga kondisi mental dan emosional.

Demensia bisa mengakibatkan penderitanya sulit menjalankan aktivitas sehari-hari. Pada tahap lanjut, penderita demensia bisa kehilangan ingatan parah hingga tidak mengenali orang terdekatnya.

Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia

Penyebab pikun

1. Penyakit degeneratif

Penyakit Alzheimer, Parkinson, dan demensia vaskular akibat stroke adalah contoh penyakit degeneratif yang dapat menjadi penyebab pikun.

2. Cedera kepala

Cedera berulang pada kepala bisa memicu demensia yang ditandai dengan pikun.

3. Kekurangan vitamin B

Kekurangan vitamin B1 atau B12 dapat menyebabkan sindrom Wernicke-Korsakoff yang memengaruhi fungsi otak.

4. Infeksi otak

Infeksi seperti meningitis dapat merusak fungsi otak dan menyebabkan pikun.

5. Tumor otak

Tumor yang menyerang otak bisa menimbulkan gejala pikun.

6. Penyakit autoimun

Penyakit seperti multiple sclerosis dapat memicu demensia dan pikun.

7. Penyakit keturunan

Penyakit Huntington bersifat genetik dan menyebabkan degenerasi sel-sel otak yang mengendalikan gerakan dan kemampuan berpikir.

8. Penyakit langka

Penyakit Creutzfeldt-Jakob adalah penyakit langka yang merusak sel-sel otak.

Langkah penanganan pikun


Pengobatan pikun yang disebabkan demensia untuk meringankan gejala dan mencegah kondisi memburuk. 

1. Penggunaan obat-obatan

Dokter dapat meresepkan obat untuk meringankan gejala demensia.

2. Terapi stimulasi kognitif

Metode ini melibatkan aktivitas yang merangsang otak, seperti berolahraga, bermain permainan fisik, atau aktivitas kreatif lainnya.

3. Perawatan paliatif

Perawatan paliatif untuk penderita demensia yang sudah parah. Tujuannya meningkatkan kualitas hidup dengan mengurangi rasa sakit dan memberikan dukungan psikologis.

Pentingnya dukungan keluarga

Keluarga penderita berperan penting dalam penanganan demensia. 

Konseling dan edukasi mengenai kondisi ini diperlukan untuk membantu keluarga memahami perubahan pada penderita dan cara terbaik untuk mendukung mereka.

Baca Juga: Tanya Jawab Masalah Kesehatan Jantung

Jika ada anggota keluarga atau kerabat yang mengalami gejala pikun, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan tepat. 

Pengobatan dini dapat mencegah komplikasi dan meningkatkan kualitas hidup penderita.***

*Ilustrasi - Pikun bisa menjadi gejala awal demensia.(Pixabay)

Video Senior Podcast


ARTIKEL LAINNYA

Menjadi Caregiver untuk Calon Haji Indonesia

Orangtua Ingin Tinggal Bareng, Siapkan Segalanya

Biar Tetap Fit, Jaga Kesehatan, Opa Oma

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026