Merokok Tingkatkan Risiko Alami Demensia Pada Lansia


Berita Lansia - Namun, sebuah fakta mengejutkan yang sering terlupakan adalah hubungan antara merokok dan penurunan fungsi kognitif pada lansia. 

2024-09-11 22:38:46

Geriatri.id - Kebiasaan merokok telah lama dikaitkan dengan berbagai penyakit kronis, mulai dari kanker paru-paru hingga penyakit jantung. 

Namun, sebuah fakta mengejutkan yang sering terlupakan adalah hubungan antara merokok dan penurunan fungsi kognitif pada lansia. 

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa merokok tidak hanya merusak paru-paru dan jantung, tetapi juga menjadi penyebab meningkatnya risiko demensia dan pikun pada usia tua.

Bukti Ilmiah dari Studi Global

Penelitian dari University of California, San Francisco (UCSF), yang diterbitkan dalam Archives of Internal Medicine, menemukan bahwa perokok berisiko lebih tinggi terkena penurunan fungsi kognitif seperti demensia atau Alzheimer dibandingkan dengan mereka yang tidak pernah merokok. 

Baca juga: 5 Jenis Penyakit Jantung yang Rentan Dialami Lansia

Studi tersebut menunjukkan bahwa perokok yang terus merokok hingga usia lanjut mengalami penurunan kemampuan kognitif yang lebih cepat dibandingkan dengan yang berhenti merokok di usia muda.

Lebih lanjut, penelitian yang diterbitkan oleh The Lancet mengungkapkan bahwa merokok dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah di otak, sehingga mengurangi aliran darah dan meningkatkan risiko stroke. 

Stroke ini sendiri merupakan salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap demensia vaskular, salah satu jenis demensia yang paling umum di dunia. Risiko tersebut semakin tinggi bagi mereka yang merokok selama bertahun-tahun tanpa henti.

Bagaimana Merokok Mempengaruhi Otak?

Menurut Alzheimer’s Association, zat kimia beracun dalam asap rokok, seperti nikotin dan karbon monoksida, merusak pembuluh darah di otak, yang pada akhirnya dapat menyebabkan peradangan dan mempercepat proses degeneratif pada jaringan otak. 

Akibatnya, otak kehilangan kemampuan untuk berfungsi secara optimal, memengaruhi memori, pemikiran, serta kemampuan belajar dan beradaptasi. Selain itu, merokok juga meningkatkan risiko terjadinya gangguan neurodegeneratif seperti penyakit Alzheimer dan demensia lainnya.

Dr. Rachel Whitmer, ahli epidemiologi dari UCSF, menyatakan bahwa, merokok mempercepat proses penuaan otak, dan efek ini semakin parah dengan bertambahnya usia. 

Selain itu, ia menjelaskan bahwa setiap rokok yang dihisap dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami penurunan kognitif lebih cepat daripada mereka yang tidak merokok.

Penelitian dari Asia dan Eropa

Tidak hanya di Amerika Serikat, studi di Asia dan Eropa juga menguatkan temuan ini. Penelitian yang dilakukan oleh Seoul National University di Korea Selatan menemukan bahwa perokok lebih mungkin mengalami atrofi otak, yaitu pengecilan massa otak, yang merupakan tanda awal demensia. 

Selain itu, sebuah studi dari King’s College London menyatakan bahwa perokok memiliki risiko 30% lebih tinggi mengalami penurunan fungsi kognitif secara signifikan dibandingkan dengan non-perokok, bahkan jika mereka tidak menunjukkan gejala fisik lain seperti hipertensi atau diabetes.

Penelitian di Jerman yang diterbitkan di Neurobiology of Aging juga mengungkapkan bahwa perokok berat memiliki lebih banyak plak amyloid di otak mereka, salah satu tanda utama penyakit Alzheimer.

Meskipun dampaknya begitu luas, masih ada harapan bagi para lansia yang ingin menghindari risiko demensia dan pikun. ***

*Ilustrasi - Merokok meningkatkan risiko demensia pada lansia.(Pixabay)

Video Lansia Inspiratif

 


ARTIKEL LAINNYA

Jumaria, Lansia yang Jadi Ikon Haji 2026

Wisata Bareng Lansia, Siapkan 5 Hal ini

Awas, Jangan Sampai Caregiver Kecapekan

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026