Mengenal PUSAT KLB, Metode Deteksi Dini Cegah Penyakit Berbahaya pada Lansia


Berita Lansia - Para ahli kesehatan terus mencari solusi agar kondisi berbahaya tersebut bisa terdeteksi lebih awal dan dicegah, terutama bagi masyarakat lanjut usia (lansia) yang rentan terhadap berbagai penyakit.

2024-09-11 22:28:18

Geriatri.id - Setiap orang tentu menginginkan panjang umur yang dilalui dengan sehat, bahagia, dan bermanfaat bagi orang di sekitarnya. Namun, tidak banyak yang justru mangalami sebaliknya, terserang penyakit serius, mengalami kecacatan, hingga kematian. 

Para ahli kesehatan terus mencari solusi agar kondisi berbahaya tersebut bisa terdeteksi lebih awal dan dicegah, terutama bagi masyarakat lanjut usia (lansia) yang rentan terhadap berbagai penyakit.

Dr. Probosuseno, SpPD, KGer, SE, MM memperkenalkan metode deteksi dini yang mudah diingat melalui akronim PUSAT KLB.

Prinsip ini sesuai dengan pendekatan promotif dan preventif yang bertujuan agar masyarakat lebih sadar akan tanda-tanda penyakit serius dan segera mencari pertolongan medis.

Sering kali, penyakit serius pada lansia tidak terdeteksi dini oleh tenaga medis. Gejala yang muncul kerap dianggap biasa karena usia tua, sehingga penyakit tersebut dibiarkan berkembang. 

Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia

Terlebih, neuropati akibat diabetes melitus yang sudah lama diderita sering kali membuat lansia tidak merasakan nyeri, sehingga diagnosis sering terlambat.

Berikut gejala-gejala yang harus diwaspadai berdasarkan metode PUSAT KLB dikutip dari laman RSUP Dr. Sardjito:

P – Panas tinggi empat hari atau lebih, pusing (kepala terasa berputar, apalagi  disertai muntah dan penglihatan kabur (bisa diakibatkan stroke, tumor atau infeksi otak)

U – Ulu hati dan atau dada nyeri lebih dari 15 menit (bisa gejala serangan jantung koroner)

S – Sesak nafas (yang tidak reda dengan istirahat); sedih yang lama (tanda depresi)

A – Air kencing tidak keluar (macet, atau warna merah atau teh gelap, dengan atau tanpa nyeri)


T – Tidur berlebihan (pada usia lanjut sering kali akibat infeksi serius terutama infeksi paru-paru, saluran    kencing dan lain-lain); tak bisa atau tidak mau minum (mual, muntah hebat dan lain-lain) sehari atau lebih (sering disebut anoreksia)

K – Koma (tidur dalam tidak dapat dibangunkan), kejang-kejang (seluruh atau sebagian badan; kesemutan atau kelemahan separuh badan (bisa diakibatkan stroke, infeksi yang serius, gula darah terlalu rendah atau terlalu tinggi dan lain-lain)

L – Luka tidak sembuh-sembuh (apalagi membusuk, bisa karena diabetes mellitus, kanker, tbc, kulit dan lain-lain)

B – Berdebar-debar (bisa tanda sakit jantung atau hipertiroid); batuk darah (bisa karena TBC atau sebab lain); BAB darah (tanda wasir/hemoroid yang pecah, atau polip usus atau kanker usus besar, atau luka pada saluran cerna bagian atas akibat obat penghilang nyeri dan lain-lain); bingung mendadak (usia lanjut sering disebut Acut Confusional State atau Delirium Akut, bisa diakibatkan oleh dehidrasi, infeksi, hipoglikemia dan lain-lain).

Baca Juga: Tanya Jawab Masalah Kesehatan Jantung

Jika mengalami salah satu dari gejala ini, penting untuk segera mencari pertolongan medis ke fasilitas kesehatan yang siap selama 24 jam. Kecepatan dalam diagnosis sangat menentukan keberhasilan pengobatan dan kualitas hidup pasien di masa mendatang. 

Dengan memahami gejala-gejala ini, masyarakat diharapkan dapat mengambil tindakan cepat sehingga komplikasi dan kondisi serius lainnya bisa dicegah atau ditangani sebelum terlambat.***

Video Senior Podcast


ARTIKEL LAINNYA

10 Negara Tertua di Dunia: Usia Boleh Tua, tapi Tetap Eksis

AI Mulai Masuk ke Dunia Perawatan Lansia di Rumah

Cara Pakai Balsem yang Baik untuk Lansia

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026