
Geriatri.id - Penelitian terbaru menemukan bahwa paparan cahaya buatan di luar ruangan pada malam hari dapat meningkatkan prevalensi penyakit Alzheimer, terutama pada orang berusia di bawah 65 tahun.
Studi ini didanai hibah dari National Institutes of Health (NIH) dan diterbitkan dalam jurnal *Frontiers in Neuroscience.
Para peneliti menemukan adanya korelasi signifikan antara wilayah di Amerika Serikat dengan tingkat paparan cahaya buatan di malam hari dan peningkatan prevalensi Alzheimer.
Di beberapa negara bagian yang memiliki intensitas cahaya malam lebih tinggi, kasus Alzheimer cenderung lebih tinggi, terutama pada populasi yang lebih muda.
Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia
Pengaruh cahaya terhadap Alzheimer
Dr. Robin Voigt-Zuwala, profesor di Rush University Medical Center dan salah satu penulis penelitian, menjelaskan orang muda lebih sensitif terhadap efek paparan cahaya malam.
"Genotipe tertentu yang mempengaruhi Alzheimer dini dapat menyebabkan peningkatan risiko penyakit ini akibat kerentanan terhadap stres biologis yang diakibatkan cahaya di malam hari," ujarnya.
Voigt-Zuwala juga menyoroti gaya hidup kaum muda di perkotaan yang kerap terpapar cahaya malam hari.
Menurut dia, paparan cahaya memengaruhi ritme sirkadian, yaitu jam internal tubuh yang mengatur siklus tidur dan bangun. Gangguan pada ritme sirkadian ini diyakini berdampak pada peningkatan risiko Alzheimer.
Dr. Samuel Gandy, peneliti Alzheimer di Mount Sinai, New York, menganggap temuan ini masuk akal karena cahaya malam mempengaruhi tidur, yang pada gilirannya meningkatkan risiko Alzheimer.
"Tidur yang terganggu atau buruk telah lama dikaitkan dengan peningkatan risiko Alzheimer," katanya.
Dampak tidur yang buruk pada Alzheimer
Penelitian ini juga mengungkap bahwa tinggal di daerah dengan intensitas cahaya luar yang tinggi pada malam hari dikaitkan dengan durasi tidur lebih pendek, rasa kantuk di siang hari, dan ketidakpuasan terhadap kualitas tidur.
Menurut Dr. Jason Karlawish, salah satu direktur Penn Memory Center di University of Pennsylvania, kualitas tidur yang baik merupakan pilar penting untuk menjaga kesehatan otak dan mencegah demensia.
“Paparan cahaya malam yang mengganggu tidur bisa menjadi faktor pemicu demensia,” jelas Karlawish, yang tidak terlibat dalam penelitian ini.
Keterbatasan penelitian
Meski hasil studi ini membuka wawasan baru, ada kritik terhadap metodologinya. David Knopman, ahli saraf klinis di Mayo Clinic, mengkhawatirkan akurasi pengukuran paparan cahaya yang hanya berdasarkan data satelit.
"Pengukuran ini tidak memperhitungkan kondisi di dalam rumah seperti penggunaan tirai atau eksposur terhadap cahaya alami," kritiknya.
Selain itu, Knopman menyebutkan wilayah utara AS mengalami variasi panjang hari yang signifikan antara musim panas dan musim dingin. Menurut dia kondisi ini bisa mempengaruhi hasil penelitian.
Knopman juga menyoroti perbedaan dalam diagnosis Alzheimer antara daerah pedesaan dan perkotaan, di mana akses terhadap dokter lebih terbatas di wilayah pedesaan sehingga diagnosis demensia mungkin lebih rendah, meski prevalensi sebenarnya belum tentu lebih sedikit.
Voigt-Zuwala mengakui adanya keterbatasan dalam studi berbasis populasi ini dan menekankan pentingnya penelitian tambahan untuk mengeksplorasi bagaimana paparan cahaya di dalam rumah dapat berdampak pada prevalensi Alzheimer.
Baca Juga: Tanya Jawab Masalah Kesehatan Jantung
"Perbedaan waktu siang hari di berbagai wilayah juga perlu diperhitungkan dalam penelitian selanjutnya," katanya.
Penelitian ini memperkuat pentingnya pemahaman lebih dalam tentang efek cahaya malam terhadap kesehatan otak, khususnya dalam mencegah penyakit Alzheimer, dan mendorong pengaturan pencahayaan lebih bijaksana untuk mengurangi dampak negatifnya.***
*Ilustrasi - Penelitian terbaru menemukan bahwa paparan cahaya buatan pada malam hari dapat meningkatkan prevalensi penyakit Alzheimer.(Pixabay)
Sumber: The Guardian
Video Senior Podcast
“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”
Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.
Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri