RS Kemenkes Surabaya, Pusat Layanan Kesehatan Jantung, Kanker dan Otak


Berita Lansia - Rumah Sakit Kemenkes Surabaya menjadi salah satu dari empat rumah sakit vertikal yang dibangun Kemenkes pada 2024 sebagai bagian dari Program Prioritas Nasional (ProPN). 

2024-09-09 13:41:53

Geriatri.id - Rumah Sakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Surabaya telah diresmikan Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. 

Rumah sakit ini merupakan salah satu dari empat rumah sakit vertikal yang dibangun Kemenkes pada 2024 sebagai bagian dari Program Prioritas Nasional (ProPN). 

Program ini bertujuan meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan, terutama dalam menangani penyakit kanker, jantung, dan otak.

"Stroke, serangan jantung, dan kanker adalah penyebab kematian tertinggi di negara kita, dengan Jawa Timur menduduki peringkat ketiga setelah Yogyakarta dan Jawa Tengah," ujar Presiden saat peresmian.

Pusat rujukan untuk Indonesia Timur

RS Kemenkes Surabaya diharapkan menjadi pusat layanan kesehatan yang strategis bagi masyarakat tidak hanya di Jawa Timur, tetapi juga Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia

"Seluruh pasien dari Bali, NTT, NTB yang memerlukan penanganan penyakit yang lebih kompleks bisa dirujuk ke sini," kata Menkes dalam rilisnya Rabu, 5 September 2024.

Dengan luas bangunan 163.380 meter persegi, RS Kemenkes Surabaya memiliki empat gedung utama yang fokus pada pelayanan penyakit kanker, jantung, dan otak. 

Rumah sakit ini memiliki total kapasitas 772 tempat tidur, termasuk fasilitas High Care Unit (HCU), Intensive Care Unit (ICU), ruang operasi, dan kemoterapi. 

Fokus pelayanan rumah sakit ini berbasis kebutuhan dan keselamatan pasien menjadi aspek utama.

Rumah sakit ini dilengkapi teknologi medis canggih seperti mammography, CT Scan 256, MRI 3T, dan PET-CT, rumah sakit ini menawarkan pelayanan kesehatan setara dengan standar internasional.

Fokus pada layanan kesehatan unggulan


Keberadaan rumah sakit ini diproyeksikan dapat mengurangi beban rumah sakit besar lainnya di Indonesia, khususnya yang menangani pasien penyakit seperti kanker dan jantung. 

Dengan konsep Smart Hospital, RS Kemenkes Surabaya menerapkan digitalisasi dalam pelayanan sehingga menciptakan efisiensi waktu, energi, dan ramah lingkungan.

Rumah sakit ini juga diharapkan menjadi pusat penelitian dan pendidikan kesehatan, dengan prioritas pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan budaya kerja yang baik. 

Keberadaan RS Kemenkes Surabaya tidak hanya menguntungkan masyarakat Jawa Timur, tetapi juga menjadi pusat rujukan nasional dan internasional. 

Menkes berharap rumah sakit ini mampu melayani masyarakat Indonesia Timur, sehingga mereka tidak perlu lagi pergi ke Jakarta atau bahkan luar negeri untuk mendapatkan perawatan medis yang kompleks.

Baca Juga: Tanya Jawab Masalah Kesehatan Jantung

“Mudah-mudahan RS ini bisa melayani masyarakat kita, terutama yang di Indonesia Timur, sehingga tidak perlu ke Jakarta, tidak perlu ke luar negeri, bisa dilayani di sini,” harap Menkes.***

*Rumah Sakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Surabaya telah diresmikan.(Foto:Kemenkes)

Video Senior Podcast


ARTIKEL LAINNYA

Pikiran Tetap Tajam di Usia Senja, Lansia Harus Berdaya Melawan Hoaks

Kapan Lansia Membutuhkan Pendamping di Rumah?

Orangtua 'Wajib' Ikut Posyandu Lansia

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026