Tanda Saraf Kejepit, Begini Cara Menanganinya


Berita Lansia - Lansia lebih rentan mengalami saraf kejepit karena proses penuaan yang menyebabkan perubahan pada tulang dan jaringan lunak. 

2024-09-07 22:26:42

Geriatri.id - Saraf kejepit adalah kondisi yang cukup umum dialami oleh lansia. Hal ini terjadi ketika saraf mendapat tekanan dari jaringan di sekitarnya, seperti tulang, otot, atau tendon, yang menyebabkan rasa sakit, kebas, atau kelemahan. 

Lansia lebih rentan mengalami saraf kejepit karena proses penuaan yang menyebabkan perubahan pada tulang dan jaringan lunak. 

Penting bagi lansia dan keluarga untuk mengenali tanda-tanda saraf kejepit agar dapat ditangani dengan tepat dan mencegah komplikasi lebih lanjut.

Tanda-Tanda Saraf Kejepit pada Lansia

Menurut Cleveland Clinic, tanda-tanda saraf kejepit pada lansia dapat bervariasi, tetapi gejala yang paling umum meliputi:

Baca juga: Tidur Lebih Lama di Akhir Pekan Bisa Turunkan Risiko Penyakit Jantung?

1. Nyeri Tajam atau Terbakar

Rasa sakit yang tajam, mirip sensasi terbakar, sering kali muncul di area yang terdampak, seperti leher, punggung bawah, atau bahu. Nyeri ini bisa menjalar ke bagian tubuh lain, misalnya dari punggung bawah ke kaki (yang dikenal sebagai sciatica).

2. Mati Rasa dan Kesemutan

Lansia dengan saraf kejepit sering kali mengalami mati rasa atau kesemutan, terutama di area yang terdampak oleh saraf. Sensasi ini bisa terasa seperti "ditusuk-tusuk jarum".

3. Kelemahan Otot: 

Saraf yang tertekan bisa menyebabkan penurunan kekuatan otot di area yang terhubung dengan saraf tersebut. Lansia mungkin merasa lebih sulit untuk mengangkat atau memegang benda, atau merasakan kelemahan di kaki atau tangan.


4. Rasa Sakit yang Meningkat Ketika Bergerak

Aktivitas tertentu seperti berjalan, membungkuk, atau mengangkat benda berat bisa memperburuk rasa sakit akibat saraf kejepit. Gerakan ini bisa memperparah tekanan pada saraf.

5. Sensasi "Terkunci" atau Kekakuan: Beberapa lansia mungkin merasakan kekakuan di sekitar area saraf yang terjepit, membuat gerakan menjadi terbatas dan tidak nyaman.

Dilansir dari WebMD, bahwa seiring bertambahnya usia, kondisi seperti arthritis, herniated disc, atau degenerasi tulang belakang lebih umum terjadi dan dapat menyebabkan saraf kejepit. 

Tulang belakang yang mulai aus seiring waktu atau bantalan antara tulang yang mulai menipis juga bisa menekan saraf.

Cara Mengatasi Saraf Kejepit pada Lansia

1. Istirahat dan Kompres

Salah satu cara pertama untuk meredakan saraf kejepit adalah dengan mengistirahatkan area yang terkena. Kompres hangat atau dingin juga bisa membantu mengurangi peradangan dan nyeri.

Baca juga: Berapa Lama Gejala Serangan Asam Urat Mereda?

2. Terapi Fisik: 

Menukil dari Mayo Clinic, terapi fisik direkomendasikan untuk membantu menguatkan otot dan meningkatkan fleksibilitas. Ini bisa membantu meringankan tekanan pada saraf dan mencegah terulangnya masalah di kemudian hari.

3. Obat Anti-inflamasi

Obat pereda nyeri seperti ibuprofen dapat membantu mengurangi peradangan di sekitar saraf yang tertekan. Namun, penting untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mengambil obat-obatan ini, terutama untuk lansia dengan kondisi kesehatan lain.

Baca juga: Selain Anak-Anak, Kelompok Lansia Berisiko Tinggi Terinfeksi Mpox

4. Injeksi Steroid

Dalam beberapa kasus, dokter mungkin meresepkan injeksi steroid untuk mengurangi peradangan di sekitar saraf yang terjepit. Ini bisa memberikan kelegaan sementara sambil menunggu saraf pulih.

5. Operasi

Jika metode pengobatan konservatif tidak memberikan hasil, operasi mungkin diperlukan untuk mengurangi tekanan pada saraf. Meskipun operasi jarang diperlukan, ini bisa menjadi solusi terakhir jika rasa sakit terus berlanjut atau menyebabkan masalah serius.

Saraf kejepit pada lansia dapat menyebabkan rasa sakit dan gangguan dalam aktivitas sehari-hari, tetapi dengan penanganan yang tepat, gejala ini bisa diredakan.

Mengenali tanda-tanda awal dan segera berkonsultasi dengan dokter adalah langkah penting untuk mencegah komplikasi. Lansia harus tetap aktif dan menjaga postur tubuh yang baik untuk mengurangi risiko saraf kejepit, serta mengikuti saran medis untuk menjaga kesehatan tulang dan otot.***

*Foto: Ilustrasi seorang lansia alami gejala saraf kejepit. (Pixabay)

Video Lansia

 


ARTIKEL LAINNYA

Membuka Ruang Belajar di Usia Senja: Sekolah Lansia Hadir di Bali

MBG untuk Lansia dan Disabilitas: Sudah Siap Dijalankan?

Jepang Dorong Lansia Tetap Bekerja Hingga Usia 70 Tahun

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026