Tidur Lebih Lama di Akhir Pekan Bisa Turunkan Risiko Penyakit Jantung?


Berita Lansia - Sebuah penelitian mengungkapkan, tidur lebih lama di akhir pekan dapat menurunkan risiko penyakit jantung hingga 20 persen.

2024-09-07 21:34:40

Geriatri.id - Banyak orang yang tidur lebih lama di akhir pekan. Apakah kebiasaan ini bermanfaat untuk kesehatan? Sebuah penelitian mengungkapkan, tidur lebih lama di akhir pekan dapat menurunkan risiko penyakit jantung hingga 20 persen.
 
Penelitian yang didanai CAMS Innovation Fund for Medical Sciences ini dipresentasikan pada sesi European Society of Cardiovascular (ESC) Congress 2024 di London, Inggris.  

Hasil penelitian ini menunjukkan orang yang tidur lebih lama di akhir pekan, memiliki peluang lebih kecil terkena penyakit jantung. Ini terutama untuk mereka yang kekurangan durasi tidur pada hari kerja.

"Hubungan antara tidur lebih lama dengan penurunan risiko penyakit jantung ini terutama tampak pada orang yang kurang tidur pada hari kerja," ujar Yanjun Song, salah satu penulis studi dari National Centre for Cardiovascular Disease, Beijing dikutip dari laman European Society of Cardiology, Minggu 1 September 2024. 

Baca Juga: Tanya Jawab Masalah Kesehatan Jantung

Penelitian ini menggunakan data dari proyek UK Biobank, yang melibatkan 90.903 partisipan. 

Orang yang tidur kurang dari tujuh jam per malam dikategorikan sebagai kelompok kurang tidur.  

Data awal menemukan 19.816 partisipan masuk kategori kurang tidur kronis, sementara sisanya sesekali kurang tidur.

Peneliti menggunakan data rawat inap dan informasi registrasi medis untuk mendiagnosis penyakit jantung pada partisipan, termasuk penyakit jantung iskemik (IHD), gagal jantung (HF), fibrilasi atrium (AF), dan stroke.

Hasil penelitian selama hampir 14 tahun menunjukkan orang yang dapat "membayar utang tidur" paling lama di akhir pekan memiliki risiko 19% lebih rendah terkena penyakit jantung dibandingkan mereka yang paling sedikit tidur tambahan di akhir pekan.

Risiko orang yang secara konsisten kekurangan tidur selama hari kerja tetapi bisa menebusnya dengan tidur lebih lama di akhir pekan, 20 persen lebih rendah terkena penyakit jantung dibandingkan mereka yang tidak tidur lebih lama di akhir pekan.


"Hasil penelitian kami menunjukkan, bagi sebagian besar populasi yang kurang tidur di masyarakat modern, tidur lebih lama di akhir pekan dapat menurunkan risiko penyakit jantung secara signifikan," kata Zechen Liu, rekan penulis studi. 

Studi ini memberikan wawasan baru mengenai pentingnya cukup tidur bagi kesehatan jantung, terutama di tengah gaya hidup modern. 

Meski tidur di akhir pekan tidak dapat sepenuhnya menggantikan tidur yang hilang selama hari kerja, hasil penelitian menunjukkan tetap bermanfaat bagi kesehatan, terutama dalam menurunkan risiko penyakit kardiovaskular.

Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia

Bagi mereka yang sering kurang tidur selama hari kerja, menjaga waktu tidur di akhir pekan bisa menjadi salah satu cara menjaga kesehatan jantung. 

Namun, tidur yang cukup dan berkualitas setiap hari tetap menjadi kunci utama dalam menjaga kesehatan secara keseluruhan.***

*Ilustrasi - Manfaat tidur di akhir pekan.(Pixabay)

Video Senior Podcast


ARTIKEL LAINNYA

Cegah Demensia dengan Konsumsi Kacang-kacangan

Ini Tips Saat Merawat Hipertensi di Rumah

Ajaklah Orangtua ‘Keliling Dunia'

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026