
Geriatri.id - Seiring bertambahnya usia, kebutuhan tubuh akan protein menjadi semakin krusial. Penurunan massa dan fungsi otot, yang dikenal sebagai sarkopenia dapat dimulai sejak usia 40-an.
Menurut penelitian yang dipublikasikan di *Acta Medica Indonesiana tahun 2023, satu dari lima lansia di Indonesia diperkirakan mengalami sarkopenia.
Kondisi ini dapat mengurangi kualitas hidup jika tidak diantisipasi dengan pola makan tepat, termasuk asupan protein yang memadai.
Menurut survei Asia Pacific Healthy Aging tahun 2020, hanya empat dari 10 orang Indonesia mengonsumsi protein sebagai suplemen dalam mendukung penuaan sehat.
Sementara itu, multivitamin dan mineral menjadi suplemen utama pilihan bagi mayoritas lansia.
Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia
Padahal, asupan protein sangat penting untuk menjaga sintesis protein otot (MPS) yang membantu tubuh mempertahankan massa otot.
David Heber, Chairman *Scientific & Medical Advisory Board dari Herbalife, menekankan protein berperan penting dalam pembentukan struktur tubuh, termasuk otot, organ, kulit, dan rambut.
Protein juga diperlukan untuk produksi hormon dan enzim yang mendukung fungsi tubuh secara optimal.
"Tanpa asupan protein cukup, tubuh tidak hanya sulit memperbaiki kerusakan jaringan, tetapi juga bisa mulai merusak jaringan otot untuk menyediakan asam amino yang dibutuhkan bagi fungsi tubuh," ujarnya.
Karena itu, penting untuk memilih sumber protein yang tepat, terutama protein lengkap dengan kandungan asam amino esensial, seperti produk hewani dan kedelai.
Berikut tiga tips untuk memenuhi kebutuhan protein lansia dari David Heber:
1. Meningkatkan asupan protein, bukan kalori
Lansia sering mengurangi asupan kalori untuk menjaga berat badan, namun kerap disertai penurunan asupan protein.
Untuk menjaga massa otot, pilih makanan rendah kalori namun tinggi protein, seperti telur, ikan, yogurt, serta sumber protein nabati seperti tahu dan tempe.
2. Mendapatkan asupan protein sejak pagi
Sarapan yang mengandung protein cukup dapat membantu tubuh membangun otot dengan lebih efektif.
Sebagai alternatif, makanan tinggi protein seperti telur dan kacang-kacangan dapat menjadi pilihan tepat untuk memulai hari.
3. Suplemen protein
Jika sulit mencapai asupan protein harian hanya dari makanan, suplemen protein dapat menjadi solusi. Suplemen ini membantu memenuhi kebutuhan protein tanpa menambah kalori berlebih.
Baca Juga: Tanya Jawab Masalah Kesehatan Jantung
Dengan menjaga pola makan kaya akan protein dan diimbangi aktivitas fisik, lansia dapat mengurangi risiko sarkopenia dan menjalani hidup lebih sehat dan produktif di usia lanjut.***
*Ilustrasi - Pentingnya protein dalam mencegah penurunan massa otot pada lansia.(Pixabay)
Video Senior Podcast
“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”
Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.
Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri