Dewi Motik: Selalu Bersyukur dan Menikmati Hidup  


Berita Lansia - Apa rahasia Dewi Motik Ptamono yang tetap sehat dan beraktivitas di usia yang terus betambah?

2019-12-22 17:14:01

Geriatri.id - Siapa tak kenal Dewi Motik Pramono. Pemilik nama  lengkap Puspa Dewi Motik Pramono ini  sudah banyak mewarnai dunia perempuan di Indonesia.

Di usianya yang menginjak 70 tahun, Dewi Motik tetap aktif dengan segudang kegiatan.  Entah di bidang usaha, pendidikan atau kemasyarakatan.

Ya, selain sebagai pengusaha, Dewi Motik juga dikenal sebagai pengajar/dosen, motivator, bahkan penulis.

Nah di Hari Ibu ini, geriatri.id menyajikan wawancara khusus dengan Dewi Motik. 

Apa saja kegiatan Ibu sehari-hari?

Alhamdulillah, bersyukur saya setiap kamis dan jumat menjadi dosen di Universitas Trisakti dan Universitas Esa Unggul Jakarta.  Saya mengajar bidang studi sosiologi dan kewirausahaan.  

Selain itu, masih di bidang pendidikan, saya mengelola Yayasan Arrahman Motik yang menaungi Taman Bermain, Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar. Kemudian, di bidang sosial entrepreneur, saya terlibat aktif di koperasi Usaha Kecil dan Menengah, dan berbagai kegiatan lainnya.  

Sejak kecil, Ibu memang sudah aktif dan banyak kegiatan, ya?

Ya, bersyukur ayah mendidik kami untuk mandiri sejak kecil. Umur 9 tahun, saya sudah mengikuti berbagai kompetisi. Saya aktif ikut apa saja.

Misalnya, menari berbagai tarian tradisional Indonesia, balet, berenang, memasak,  dan banyak lainnya.

Di tengah aktivitas yang padat, bagaimana Ibu mengatur jadwal sehari-hari?

Saya sudah bangun jam 3 pagi untuk melakukan solat tahajud. 

Setelah solat subuh, saya menyiapkan kebutuhan suami, kemudian makan dan melakukan aktivitas sehari-hari.

Kuncinya, mensyukuri hidup, dinikmati dan senang saja. Lalu, jam 9 malam saya sudah tidur .

Apa rahasia sehat Ibu Dewi Motik di usia sudah 70 tahun ini?


Intinya selalu bersyukur.  Mana ada orang yang tak punya problem, mana ada orang yang tak pernah sedih?  

Tapi, kenapa mesti dipikirkan, apapun itu, selalu bersyukur di hati dan dalam pikiran kita.

Setiap hari saya usahakan minum air putih 8 gelas, kopi cukup satu cangkir. Kemudian, tak ada pantangan dalam makan. 

Saya masih makan kepiting, sate kambing dan sebagainya. Tak lupa, makan buah-buahan, seperti pisang, mangga, jambu, nanas.

Kemudian, olahraga cukup berenang seminggu sekali.  

Jalan kaki setiap hari, naik-turun tangga, tidak pakai lift atau parkir di kampus di area yang yang agak jauh. 

Juga istirahat yang cukup. Ada juga vitamin atau suplemen untuk kaki supaya kuat. Itu saja tidak ada yang lain.  

Jadi, penyakit mungkin takut pada saya. Saya menikmati itu.

Apa lagi yang dilakukan Ibu untuk menjaga kesehatan di usia sekarang ini?

Saya rutin melakukan general check up. Bersyukur kondisi kesehatan baik, kolestrol bagus, jantung bagus, tekanan darah bagus, semua bagus.

Ada cerita, suaatu ketika saya baru pulang dari Amerika Serikat mengikuti kegiatan PBB. Pulang pukul 01.00 pagi, lalu jam 07.00 sudah harus berangkat mengajar.  

Saat itu, saya coba melakukan pemeriksaan tekanan darah ternyata angkanya tinggi, mungkin karena kelelahan.

Tapi , waktu itu saya tidak merasakan apa-apa.

Kata salah seorang tenaga medis, kalau orang lain biasanya sudah merasa pusing bahkan pingsan. Intinya menikmati hidup.  

Oh ya, Ibu di usia sekarang juga masih mengajar, apa tips menjaga daya ingat?


Saya selalu membiasakan membaca Al-Quran setiap hari, dari pagi saya sudah membaca surat-surat dan doa dalam Al-Quran.

Karena terbiasa membaca Al-Quran jadi tidak merasa berat. itu kuncinya jadi tak akan pikun.  

Apa yang menjadi motto hidup Ibu Dewi Motik?

Dengan rahmat dan hidayah dari Allah, saya berusaha untuk terus meningkatkan hubungan secara vertikal dan horizontal secara seimbang.

Hubungan vertikal adalah hubungan kita kepada Allah (Hablumminallah), sedangkan hubungan horizontal adalah hubungan muamalah kita kepada sesama (Hablumminannas).

Selalu bersyukur atas semua yang diberikan Allah dan juga berupaya membantu orang lain semampu kita dengan semaksimal mungkin.***

 

Profil Dewi Motik 

Pendidikan

  • S-1 Ekonomi di IKIP Rawamangun Jakarta
  • Bachelor of Art di Florida University, Amerika Serikat
  • S-2 Bidang Pengkajian Ketahanan Nasional di Universitas Indonesia
  • S-3 Bidang Pendidikan dan Kependudukan & Lingkungan Hidup di Universitas Negeri Jakarta

Karir

  • Mendirikan Yayasan Putri Ayu (1981)
  • Ketua Umum IWAPI (1982)
  • Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) periode 2009-2014
  • Wakil Ketua Umum Bidang Lingkungan Hidup dan Jasa Kesehatan Kadin (2009)
  • Koordinator Sustainable Development from International Counsil of Woman (2009)
  • Ketua Umum DPP ISIKKI (Ikatan Sarjana Ilmu Kesejahteraan Keluarga Indonesia)
  • Pimpinan Umum De Mono Group
  • Presiden Direktur PT Puncak Wawasan Indah 
  • Dosen Seminar Kewirausahaan di Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti dan Universitas Indonusa Esa Unggul, Jakarta
  • Dosen Luar Biasa Ilmu Kesejahteraan Keluarga Indonesia di Universitas Negeri Jakarta

Penghargaan

  • Ratu Luwes dari Ikatan Mahasiswa Jakarta (1968)
  • None Jakarta (1968)
  • Ratu Jakarta Fair (1968)
  • Top Model of the Year (1974)
  • Wanita Karir Ideal (1977)
  • Wanita Berbusana Terbaik (1981)
  • Wanita Excecutive Berbusana Terbaik (1989)

(Hilman/foto: geriatri.id)

Video Lansia:

 

geriatri,lansia,Dewi Motik,lansia sehat,lansia bahagia,merawat lansia,lansia online,berita lansia,lansia inspiratif,tips lansia

ARTIKEL LAINNYA

Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental di Usia Senja

Memahami Hipertensi (6): Kapan Perlu Pemeriksaan Lebih Lanjut?

Persiapan Menuju Masa Lansia

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026