Studi: Ketahanan Mental Tinggi Dapat Memperpanjang Usia


Berita Lansia - Penelitian terbaru menunjukkan orang dengan ketahanan mental tinggi berpeluang hidup lebih lama, terutama pada wanita. 

2024-09-05 22:14:28

Geriatri.id - Penelitian terbaru menunjukkan orang dengan ketahanan mental tinggi berpeluang hidup lebih lama, terutama pada wanita.  Studi ini melibatkan para peneliti dari Universitas Sun Yat-sen, Cina yang diterbitkan dalam jurnal BMJ Mental Health.

Para peneliti menyoroti hubungan ketahanan mental dengan risiko kematian yang lebih rendah dari beberapa penyebab.

Dilansir The Guardian, penelitian ini mengamati data dari Health and Retirement Study (HRS), studi jangka panjang yang meneliti orang dewasa berusia di atas 50 tahun di Amerika Serikat (AS) . 

Data yang dikumpulkan sejak tahun 1992 tersebut mencatat berbagai informasi terkait status ekonomi, kesehatan, serta kehidupan sosial peserta, yang dipantau setiap dua tahun.

Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia

Dalam penelitian ini, para peneliti menggunakan data dari 10.569 peserta antara tahun 2006-2008, ketika pertanyaan mengenai ketahanan mental mulai ditambahkan. 

Rata-rata usia peserta 66 tahun, dengan 59% di antaranya wanita. Selama periode pengamatan hingga Mei 2021, 3.489 peserta dilaporkan meninggal dunia.

Penemuan penting dari studi ini menunjukkan, peserta dengan ketahanan mental lebih tinggi memiliki risiko kematian lebih rendah selama masa pelacakan 12 tahun. 

Hasil ini menunjukkan orang dengan ketahanan mental tinggi lebih mampu menghadapi tekanan dan kesulitan hidup, yang pada akhirnya memperpanjang usia harapan hidup.

Penelitian juga menemukan hubungan antara ketahanan mental dan risiko kematian lebih rendah, lebih kuat pada wanita dibandingkan pria. 


Ketahanan mental ini diukur menggunakan skala yang mencakup kualitas seperti ketekunan, ketenangan, rasa memiliki tujuan, serta kepercayaan diri dalam menghadapi pengalaman hidup.

Namun, peneliti menekankan penelitian ini bersifat observasional, sehingga tidak dapat disimpulkan ketahanan mental secara langsung menjadi penyebab penurunan risiko kematian. 

Faktor genetik dan pengalaman hidup, seperti kesulitan masa kecil, tidak termasuk dalam penelitian sehingga mungkin berpengaruh terhadap hasil.

Ketahanan mental dipengaruhi berbagai faktor, termasuk emosi positif, makna hidup dan dukungan sosial. 

Baca Juga: Tanya Jawab Masalah Kesehatan Jantung

Menurut para peneliti, mengembangkan emosi positif dan ketahanan mental dapat membantu orang mengurangi dampak negatif dari kesulitan hidup dan menjaga kesehatan mental yang lebih baik seiring bertambahnya usia.

Penelitian ini membuka pandangan baru tentang pentingnya menjaga kesehatan mental yang kuat, terutama bagi orangtua dalam menghadapi tantangan hidup serta meningkatkan kualitas dan harapan hidup mereka.***

*Ilustrasi - Lansia tersenyum.(AI Pixabay)

Video Senior Podcast


ARTIKEL LAINNYA

Pikiran Tetap Tajam di Usia Senja, Lansia Harus Berdaya Melawan Hoaks

Kapan Lansia Membutuhkan Pendamping di Rumah?

Orangtua 'Wajib' Ikut Posyandu Lansia

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026