
Geriatri.id - Low Density Lipoprotein atau sering disebut "kolesterol jahat" karena berhubungan dengan berbagai masalah kesehatan, terutama jika kadarnya dalam tubuh terlalu tinggi.
Kadar kolesterol LDL tinggi dapat memicu penumpukan lemak di dinding arteri. Ini mengarah pada penyempitan pembuluh darah dan berdampak serius pada kesehatan jantung.
Dilansir Medical News Today, kadar kolesterol tinggi merupakan faktor risiko utama terjadinya angina, nyeri di dada yang disebabkan kurangnya aliran oksigen dalam darah menuju jantung.
Kolesterol dalam darah dapat bergabung dengan zat-zat lain dan membentuk plak, atau timbunan lemak di arteri.
Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia
Penumpukan plak ini menyebabkan arteri menyempit, mengurangi aliran darah yang sangat dibutuhkan jantung agar berfungsi dengan baik.
Ketika arteri menyempit, jumlah darah yang mencapai otot jantung menjadi terbatas atau jantung tidak menerima cukup oksigen.
Kondisi ini dapat memicu nyeri dada yang digambarkan American Heart Association (AHA) sebagai sensasi terjepit atau tekanan di dada.
Nyeri ini tidak hanya terbatas pada dada, tetapi juga bisa menyebar ke bahu, lengan, perut, punggung, leher, hingga rahang.
Nyeri dada bukan satu-satunya gejala yang patut diwaspadai. Ada tanda-tanda lain kadar kolesterol tinggi yang juga perlu diperhatikan.
Xantoma
Benjolan atau lesi pada kulit, sering ditemukan di sekitar persendian, siku, lutut, bokong, kaki, atau tangan. Penyebabnya timbunan lemak di bawah kulit.
Arkus kornea
Cincin putih keabu-abuan yang muncul di sekitar iris.
Kelelahan atau sesak napas
Gejala ini bisa muncul jika jantung tidak mendapatkan cukup oksigen akibat penyempitan arteri.
Baca Juga: Tanya Jawab Masalah Kesehatan Jantung
Kolesterol tinggi bisa menjadi ancaman tersembunyi. Mengidentifikasi gejala sejak dini dan menjaga kadar kolesterol dalam batas normal dapat melindungi kesehatan jantung dan mencegah komplikasi di kemudian hari.***
*Ilustrasi - Kadar kolesterol LDL tinggi dapat memicu penumpukan lemak di dinding arteri.(Pixabay)
Video Senior Podcast
“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”
Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.
Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri