Benarkah Teh Hijau Menjadi Rahasia Panjang Umur Orang Jepang?


Berita Lansia - Angka harapan hidup Jepang jauh di atas angka global Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 2023 yaitu 73,4 tahun dan lebih tinggi dibandingkan Indonesia (74 tahun).

2024-08-30 21:46:02

Geriatri.id - Jepang dikenal sebagai salah satu negara dengan harapan hidup tertinggi di dunia. Rata-rata usia harapan hidup orang Jepang 84 tahun.

Angka harapan hidup Jepang jauh di atas angka global Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 2023 yaitu 73,4 tahun dan lebih tinggi dibandingkan Indonesia (74 tahun).

Angka harapan hidup ini dipengaruhi tiga faktor utama yaitu genetika, jenis kelamin, dan gaya hidup. 

Ketiga faktor tersebut mencakup aspek kebersihan, pola makan, olahraga, budaya, pilihan gaya hidup serta akses ke layanan kesehatan yang berkualitas. 

Apakah ada rahasia lain di balik umur panjang orang Jepang?

Michiko Tomioka adalah seorang ahli gizi bersertifikat dan ahli umur panjang asal Jepang.

Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia

Dia mengungkapkan salah satu kebiasaan yang berkontribusi pada umur panjang masyarakat Jepang adalah tradisi minum teh, khususnya matcha atau teh hijau. 

Tomioka tumbuh di Nara, daerah yang dikenal dengan perkebunan tehnya. Dia menyebut minum teh telah menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari di Jepang.

Menurut Tomioka, banyak orang tua berusia hampir 100 tahun, mengonsumsi matcha hampir di sepanjang hidup mereka. 

Selain merupakan bagian dari gaya hidup yang dekat dengan alam, matcha mengandung nutrisi penting seperti vitamin A, C, K, serat, protein, serta asam amino l-theanine yang membantu meningkatkan kualitas tidur dan fungsi kognitif serta mengurangi stres.

Matcha kaya akan polifenol seperti epigallocatechin gallate (EGCG), senyawa alami dalam tanaman yang kaya antioksidan. 

Zat ini membantu melawan penyakit dan peradangan, serta berdampak positif pada sistem imun, metabolisme dan fungsi kognitif seiring bertambahnya usia.

Studi manfaat teh hijau


Penelitian menunjukkan mengonsumsi matcha secara teratur dapat mengurangi risiko penyakit kardiovaskular dan meningkatkan kesehatan usus. 

Sebuah studi menemukan, minum teh setiap hari dapat memperlambat tanda-tanda penuaan biologis. Studi ini diterbitkan dalam jurnal The Lancet Regional Health-Western Pacific pada November 2023.  

Studi ini menganalisis data dari dua kelompok besar, yaitu 5.998 orang Inggris berusia 37-73 tahun dan 7.931 orang Cina berusia 30-79 tahun.

Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi

Hasil analisis data menemukan bahwa mengonsumsi tiga cangkir teh atau enam hingga delapan gram daun teh per hari dapat memberikan manfaat anti-penuaan yang signifikan.

Di Jepang, matcha menjadi bagian integral dari budaya kuliner Jepang. Matcha tidak hanya dinikmati sebagai minuman tradisional, tetapi juga digunakan dalam camilan manis seperti kue, cookies, puding chia dan mochi.*** 

*Ilustrasi - Teh hijau telah menjadi bagian integral dari budaya kuliner Jepang.(Pixabay)

Video Senior Podcast


ARTIKEL LAINNYA

Pemerintah Dorong “Care Economy” untuk Lansia

Ketika Lansia Diajak Jalan-Jalan di HLUN 2026

Industri Robot Lansia di China Kian Melaju

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026