
Geriatri.id - Kekurangan vitamin D adalah kondisi yang dapat mempengaruhi kesehatan secara signifikan.
Kekurangan vitamin ini tidak hanya menyebabkan tulang melemah, tetapi juga mempengaruhi sistem saraf, sistem imun, dan otot.
Beberapa masalah kesehatan seperti kelelahan, nyeri tulang dan sendi, serta osteoporosis dapat timbul akibat rendahnya kadar vitamin D dalam tubuh.
Pada beberapa kasus, tanda-tanda kekurangan vitamin D mungkin tidak selalu terlihat jelas, tetapi beberapa gejala yang perlu diwaspadai meliputi:
1. Kelelahan
Sering merasa lelah tanpa sebab jelas bisa menjadi tanda awal kekurangan vitamin D.
Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia
2. Nyeri tulang dan sendi
Kekurangan vitamin D dapat menyebabkan nyeri, terutama di bagian punggung, serta hilangnya kepadatan tulang, yang dapat meningkatkan risiko osteoporosis.
3. Kram dan lemah otot
Kekurangan vitamin D bisa menyebabkan otot kram, nyeri, atau lemah. Pada akhirnya ini dapat mengurangi kemampuan untuk beraktivitas sehari-hari.
4. Perubahan suasana hati
Kekurangan vitamin D dikaitkan dengan perubahan suasana hati, termasuk gejala depresi.
Bagaimana cara mengatasi kekurangan vitamin D?
Jika mengalami gejala di atas, penting untuk segera mengambil langkah pencegahan dan pengobatan.
Kekurangan vitamin D umumnya dapat diatasi melalui perubahan pola makan dan konsumsi suplemen.
Namun, sebelum memulai pengobatan, pemeriksaan medis diperlukan untuk menentukan kadar vitamin D dalam tubuh dan dosis yang diperlukan.
Berikut beberapa sumber makanan kaya vitamin D dikutip dari Cleveland Clinic:
1. Ikan berlemak
Salmon, tuna, makarel, dan sarden adalah pilihan terbaik untuk meningkatkan kadar vitamin D.
2. Hati sapi
Hati sapi mengandung vitamin D tinggi dan nutrisi penting lainnya.
3. Jamur
Beberapa jenis jamur, seperti jamur shiitake, mengandung vitamin D dalam jumlah cukup tinggi.
4. Kuning telur
Selain mudah diakses, kuning telur juga kaya akan vitamin D.
5. Minyak hati ikan cod
Minyak hati ikan cod merupakan sumber suplemen alami yang baik untuk meningkatkan kadar vitamin D.
Selain makanan, beberapa produk olahan juga bisa menjadi alternatif.
- Susu sapi dan susu nabati seperti susu kedelai, almond, dan oat.
- Banyak sereal sarapan yang diperkaya dengan vitamin D.
- Beberapa jus jeruk bisa difortifikasi dengan vitamin D.
- Produk olahan susu lainnya seperti yogurt, yang bisa menjadi sumber tambahan vitamin D.
Meskipun beberapa tanda kekurangan vitamin D dapat terlihat, sangat penting untuk tidak mendiagnosis diri sendiri.
Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi
Jika mengalami gejala di atas, disarankan segera berkonsultasi dengan dokter.
Pemeriksaan lebih lanjut dapat memastikan apakah benar-benar kekurangan vitamin D dan menentukan pengobatan yang tepat.
Memperhatikan tanda-tanda kekurangan vitamin D dan mengambil tindakan tepat dapat menjaga kesehatan tulang, otot, dan sistem tubuh lainnya tetap optimal.***
*Ilustrasi - Ikan tuna.(Pixabay)
Video Senior Podcast
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri