
Geriatri.id - Paparan cuaca panas yang semakin meningkat diperkirakan akan membahayakan kesehatan jutaan lansia. Menurut laporan dari ScienceNews, pada tahun 2050, diperkirakan sebanyak 246 juta orang dewasa berusia 69 tahun ke atas akan menghadapi suhu ekstrem yang melebihi 37,5 derajat Celsius, seperti yang dilaporkan dalam jurnal Nature Communications.
Andrew Chang, seorang ahli jantung epidemiologi dari Universitas Stanford dan Universitas California, San Francisco, mengungkapkan bahwa lansia sangat rentan terhadap dampak buruk dari panas ekstrem.
"Melindungi populasi lansia akan menjadi semakin penting di masa depan," katanya.
Paparan suhu panas memengaruhi fungsi fisiologis tubuh dan dapat menurunkan toleransi terhadap kondisi tersebut, yang sangat berisiko bagi lansia karena berbagai alasan. Seiring bertambahnya usia, kemampuan tubuh untuk mendinginkan diri menjadi kurang efisien, dan kondisi ini sering kali diperburuk oleh adanya penyakit kardiovaskular atau diabetes.
Selain itu, orang-orang dalam kelompok usia ini umumnya mengonsumsi obat-obatan yang dapat menyebabkan dehidrasi. Beberapa dari mereka juga mengalami isolasi sosial, keterbatasan mobilitas, atau gangguan kognitif.
"Gabungan faktor-faktor seperti penuaan biologis, kesepian sosial, dan penurunan fungsi kognitif membuat suhu panas menjadi ancaman yang lebih serius bagi mereka," ujar Deborah Carr, seorang sosiolog penuaan di Universitas Boston.
Baca juga: Studi: Konsumsi Buah di Usia Paruh Baya Turunkan Risiko Depresi di Usia Lanjut
Carr bersama timnya memproyeksikan populasi lansia berusia 69 tahun ke atas pada tahun 2050, serta memperkirakan dampak perubahan iklim terhadap daerah tempat mereka tinggal. Para peneliti menganalisis paparan panas kronis yang berlangsung dalam jangka waktu lama serta paparan akut yang berlangsung dalam waktu singkat tetapi intens, seperti yang terjadi selama gelombang panas.
Tim menemukan bahwa paparan akut ini diukur dengan menghitung suhu rata-rata harian sepanjang tahun dan menentukan seberapa sering suhu tersebut melampaui ambang batas kenyamanan. Mereka memproyeksikan bahwa intensitas paparan ini akan meningkat pada tahun 2050.
Penelitian ini juga mempertimbangkan kontribusi dari dua faktor utama, yaitu penuaan populasi dan peningkatan suhu global, untuk memahami faktor apa yang paling berpengaruh di wilayah tertentu. Di wilayah selatan dunia, yang secara historis memiliki suhu lebih panas, jumlah penduduk lansia diperkirakan akan terus meningkat.
Tidak ada solusi tunggal yang dapat diterapkan untuk semua orang dalam mengurangi risiko paparan panas yang meningkat pada lansia.
Beberapa pendekatan yang dapat dilakukan termasuk memperkuat infrastruktur layanan kesehatan, memastikan asupan nutrisi dan hidrasi yang cukup, menerapkan sistem peringatan dini untuk gelombang panas, menyediakan layanan kesehatan masyarakat, serta membangun pusat pendingin atau memperluas ruang terbuka hijau untuk mengurangi efek panas di perkotaan.
Foto ilustrasi: Cuaca panas bisa berakibat buruk bagi lansia.
Video Senior Podcast
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri