Studi: Konsumsi Buah di Usia Paruh Baya Turunkan Risiko Depresi di Usia Lanjut


Berita Lansia - Studi ini mengidentifikasi 14 jenis buah yang umum dikonsumsi di Singapura sebagai penurun risiko depresi, termasuk jeruk, jeruk keprok, pepaya, pisang, dan semangka.

2024-08-18 21:36:46

Geriatri.id - Sebuah studi yang dipublikasikan di The Journal of Nutrition, Health and Aging mengungkapkan bahwa individu paruh baya yang mengonsumsi lebih banyak buah cenderung memiliki tingkat depresi yang lebih rendah di usia lanjut. 

"Penelitian global memperkirakan bahwa prevalensi gejala depresi pada lansia berkisar antara 17,1 persen hingga 34,4 persen. Dari mereka yang mengalami gejala depresi ringan atau subklinis, sekitar 8-10 persen berisiko berkembang menjadi depresi berat setiap tahun," ungkap Woon Puay Koh, MBBS, PhD, seorang profesor di Program Penelitian Translasional untuk Umur Panjang yang Sehat, Universitas Nasional Singapura, yang juga merupakan penulis senior studi tersebut. 

Dilansir dari Health, penelitian longitudinal di Singapura ini melibatkan hampir 14.000 peserta yang dilacak selama lebih dari 20 tahun. 

Baca juga: 5 Makanan Super yang Dianjurkan Bagi Lansia untuk Menjaga Kesehatan Mata

Mereka yang mengonsumsi buah dalam jumlah besar (setidaknya tiga porsi per hari) tercatat mengalami penurunan risiko depresi terkait usia hingga 21 persen.

Studi ini mengidentifikasi 14 jenis buah yang umum dikonsumsi di Singapura sebagai penurun risiko depresi, termasuk jeruk, jeruk keprok, pepaya, pisang, dan semangka.

Meskipun alasan pasti mengapa peningkatan konsumsi buah di usia 40-an atau 50-an berdampak positif pada kesehatan mental di usia lanjut belum sepenuhnya dipahami, Koh mengungkapkan bahwa banyak faktor mungkin berperan. 

"Buah-buahan umumnya kaya akan antioksidan dan zat gizi mikro anti-inflamasi, seperti vitamin C, karotenoid, dan flavonoid. Nutrisi ini diketahui dapat mengurangi stres oksidatif dan menghambat proses inflamasi dalam tubuh," jelas Koh.


Koh meyakini bahwa inilah penjelasan yang paling memungkinkan untuk hasil penelitian tersebut. Menariknya, sayuran, yang juga dinilai dalam studi ini, tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap depresi di kemudian hari, sebuah temuan yang mengejutkan para peneliti. 

Meskipun sayuran juga mengandung senyawa antioksidan yang tinggi, cara memasak yang umum diterapkan dapat mengurangi efek anti-inflamasi yang dimilikinya.

"Buah-buahan biasanya dimakan mentah sebagai camilan sepanjang hari, sementara sayuran biasanya dimasak sebelum dikonsumsi," urainya.

"Proses memasak dapat mengubah bioavailabilitas dan aktivitas nutrisi dalam sayuran, sehingga membatasi efek perlindungan yang ditawarkan terhadap depresi."

Walaupun penelitian ini menyoroti manfaat konsumsi buah pada usia paruh baya, Koh menegaskan bahwa ini tidak berarti usia paruh baya adalah satu-satunya waktu yang tepat untuk mulai meningkatkan asupan buah. 

Baca juga: Keluarga Luruskan Biografi Pencipta Lagu Kebangsaan Indonesia Raya WR Soepratman

Penelitian lain juga menunjukkan bahwa konsumsi buah sejak usia dini dapat berkontribusi pada kesehatan mental yang lebih baik. Untuk kebanyakan orang dewasa, konsumsi tiga hingga empat porsi buah per hari (sekitar 1,5 hingga 2 cangkir) sudah cukup. Namun, konsumsi buah secara berlebihan dapat menyebabkan masalah pencernaan, seperti sakit perut. 

"Pesan utamanya bukan untuk menggantikan sayuran dengan buah, tetapi untuk menjadikan buah sebagai camilan setelah makan atau di antara waktu makan, menggantikan makanan penutup manis, camilan gurih, dan makanan olahan," jelas Koh.***

Foto: Konsumsi buah bisa kurangi risiko demensia. (Pixabay)

Video Senior Podcast

 


ARTIKEL LAINNYA

10 Negara Tertua di Dunia: Usia Boleh Tua, tapi Tetap Eksis

AI Mulai Masuk ke Dunia Perawatan Lansia di Rumah

Cara Pakai Balsem yang Baik untuk Lansia

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026