Haji Ramah Lansia Desain Utama Peyelenggaraan Ibadah Haji


Haji ramah lansia akan menjadi desain utama dalam penyelenggaraan ibadah haji di masa depan. Hal ini mengingat jemaah yang berangkat akan didominasi lansia yang telah menunggu sekitar 10-12 tahun. 

2024-08-17 15:18:07

Geriatri.id - Haji ramah lansia akan menjadi desain utama dalam penyelenggaraan ibadah haji di masa depan. Hal ini mengingat jemaah yang berangkat akan didominasi lanjut usia (lansia) yang telah menunggu sekitar 10-12 tahun. 

“Ke depannya, Indonesia akan menghadapi bonus demografi, di mana masyarakat baby boomers akan semakin menua, sehingga kita harus mempersiapkan diri menjadi ageing society,” ujar Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Dirjen PHU), Hilman Latief saat penutupan kegiatan Orientasi Penguatan Moderasi Beragama Angkatan ke-VI di Bogor, Jawa Barat, Kamis 15 Agustus 2024. 

Hilman menegaskan pentingnya menjaga dan mengembangkan konsep haji ramah lansia karena diperkirakan mayoritas jemaah yang berangkat sudah tua.

Dalam upaya mendukung haji ramah lansia, sejak Januari 2022, pemerintah Arab Saudi telah melakukan kajian mendalam terkait fikih yang memudahkan pelaksanaan ibadah haji. 

Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia

“Fikih taysir fiil hajj, yaitu fikih yang memberikan banyak kelonggaran, kemudahan, kenyamanan, dan keamanan bagi jemaah, sangat diperlukan karena kita tahu proses berhaji itu sangat berat,” kata Hilman.

Kajian fikih taysir ini telah didiskusikan dengan berbagai institusi keagamaan di Indonesia, seperti Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), Majelis Tarjih Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama, dan lembaga otoritatif lainnya. 

“Kami telah melakukan kajian untuk menegaskan bagaimana fikih taysir dapat diterapkan, sehingga jemaah dapat dilayani dengan baik,” jelas Hilman.

Selain itu, Hilman menekankan pentingnya perspektif moderasi dalam manasik haji untuk mengantisipasi berbagai perubahan dan inovasi yang mungkin diterapkan di masa mendatang. 

“Konsep seperti murur yang baru diterapkan menunjukkan bahwa moderasi dalam fikih memerlukan edukasi yang baik dan proses yang cukup panjang,” katanya.


Dalam kegiatan Orientasi Penguatan Moderasi Beragama, Hilman berharap peserta dapat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang moderat dalam pikiran dan sikapnya. 

“Moderasi tidak hanya tentang berhubungan dengan penganut agama lain, tetapi juga tentang cara berpikir dan bersikap dalam konteks tertentu, termasuk dalam layanan kepada jemaah haji,” katanya.

Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi

Sebanyak 50 pegawai mengikuti Orientasi Penguatan Moderasi Beragama Angkatan ke-VI di Bogor, Jawa Barat. Mereka terdiri dari ASN di lingkungan Ditjen PHU, Bidang PHU Kantor Wilayah Kemenag Provinsi dan Kabupaten/Kota, serta UPT Asrama Haji.

Kegiatan yang berlangsung selama empat hari ini diselenggarakan Ditjen PHU.***

Video Senior Podcast


ARTIKEL LAINNYA

10 Negara Tertua di Dunia: Usia Boleh Tua, tapi Tetap Eksis

AI Mulai Masuk ke Dunia Perawatan Lansia di Rumah

Cara Pakai Balsem yang Baik untuk Lansia

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026