
Geriatri.id - Presiden Tiongkok, Xi Jinping menaruh perhatian besar terhadap kesejahteraan dua kelompok masyarakat yang dianggap paling rentan yaitu lanjut usia (lansia) dan anak-anak.
Dalam berbagai kesempatan, Xi secara konsisten menunjukkan komitmennya untuk meningkatkan kualitas hidup dua kelompok itu. Komitmen itu melalui inspeksi langsung di lapangan maupun dalam perumusan kebijakan nasional.
Lansia dan anak-anak memainkan peran penting dalam struktur keluarga di Tiongkok dan menjadi perhatian utama mayoritas keluarga di seluruh negeri.
Sebagai penduduk tetap di komunitas perumahan, mereka kerap menjadi fokus kebijakan pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia
Dalam pandangan Xi, kesejahteraan lansia dan anak-anak tidak hanya berhubungan dengan kebahagiaan keluarga, tetapi mencerminkan kemajuan sosial secara keseluruhan.
Selama perjalanan inspeksinya, Xi kerap terlibat dalam percakapan hangat dengan lansia dan menanyakan kondisi mereka.
Dia juga berbicara dengan anak-anak tentang masa depan mereka. Di komunitas perumahan, dia berusaha memahami secara mendalam situasi kehidupan lansia serta pendidikan anak-anak, sambil memberikan arahan untuk perbaikan.
Presiden Xi juga menaruh perhatian khusus pada akses lansia terhadap layanan kesehatan. Dalam kunjungannya ke lembaga kesehatan akar rumput, dia ingin memastikan apakah lansia mengalami kesulitan mendapatkan pengobatan di rumah sakit.
Sementara, perhatian Xi terhadap anak-anak disampaikan melalui pesan-pesannya tentang pentingnya menjaga kesehatan mata, rajin berolahraga, dan semangat belajar.
Perhatian Xi terhadap lansia dan anak-anak tidak hanya terbatas pada kunjungan lapangan, tetapi juga diimplementasikan dalam kebijakan yang dirumuskan pemerintah.
Salah satu contohnya “Resolusi” Sidang Pleno ke-3 Komite Sentral PKT ke-20, yang menggarisbawahi perlunya menyempurnakan strategi perkembangan populasi untuk mengatasi masalah penuaan dan menurunnya angka kelahiran.
Resolusi ini menekankan pentingnya memperbaiki sistem pelayanan kependudukan, mencakup seluruh siklus hidup, guna mendorong perkembangan populasi berkualitas.
Tindakan nyata pemerintah dalam mendukung lansia dan anak-anak terlihat dari berbagai upaya yang telah dilakukan.
Sebanyak 429 kota di Tiongkok telah menyelesaikan penyusunan solusi komprehensif untuk mendukung lansia dan anak-anak, mencakup seluruh kota tingkat prefektur.
Selain itu, pemerintah telah meningkatkan standar pengurangan pajak penghasilan pribadi untuk perawatan anak balita, pendidikan anak-anak, dan tunjangan lansia.
Pemerintah Tiongkok menargetkan untuk membangun 5.000 komunitas perumahan ramah lansia di seluruh kota dan desa pada tahun 2025.
Diharapkan pada tahun 2035, komunitas perumahan ramah lansia itu dapat mencakup seluruh wilayah perkotaan dan pedesaan di Tiongkok.
Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi
Ini adalah langkah konkret untuk memastikan lansia dan anak-anak, sebagai kelompok paling rentan untuk mendapatkan perhatian dan perawatan yang layak.
Melalui berbagai upaya ini, Tiongkok berkomitmen menciptakan masyarakat yang lebih inklusif dan berkeadilan, di mana setiap individu, tanpa memandang usia, dapat hidup dengan dignitas dan kesejahteraan.***
Sumber: cri.cn
*Ilustrasi - Dua orang lansia sedang duduk di taman.(Pixabay)
Video Senior Podcast
“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”
Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.
Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri