
Geriatri.id - Caregiver berperan penting dalam memberikan asuhan keperawatan, terutama bagi lansia yang membutuhkan perawatan intensif.
Sebagai pelaku rawat, caregiver bertanggung jawab memastikan kebutuhan dasar lansia terpenuhi dan mengevaluasi perkembangan kondisi mereka secara berkala.
Namun, peran ini tidak terbatas pada pengasuh atau tenaga kesehatan profesional saja.
Orang tua dan anggota keluarga lain juga bisa berperan sebagai caregiver, asalkan mereka mampu memberikan perawatan.
Jenis-jenis caregiver
Dikutip dari laman rsj.babelprov.go.id, caregiver terbagi menjadi dua jenis yaitu caregiver formal dan caregiver informal.
Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia
- Caregiver formal
Individu yang menerima bayaran untuk memberikan perhatian, perawatan, dan perlindungan kepada orang sakit.
Mereka biasanya memiliki pelatihan khusus dalam merawat individu dengan kebutuhan medis tertentu.
- Caregiver informal
Caregiver informal adalah orang yang menyediakan bantuan untuk individu lain.
Biasanya karena memiliki hubungan keluarga dekat, seperti keluarga, teman, atau tetangga.
- Peran dan tugas caregiver
Caregiver berperan penting memastikan kesejahteraan lansia yang dirawat, mencakup aspek fisik, sosial, emosional, dan kualitas perawatan.
- Physical care
Memberikan perawatan fisik seperti menyediakan makanan, mengganti pakaian, memotong kuku, dan memastikan kebersihan serta kenyamanan pasien.
- Social care
Membantu lansia dalam menjalani kehidupan sosial mereka, seperti menemani ke tempat hiburan atau berinteraksi dengan dunia luar.
Caregiver juga bertindak sebagai sumber informasi bagi lansia, memberikan wawasan tentang apa yang terjadi di luar rumah.
- Emotional care
Menunjukkan kepedulian, cinta, dan kasih sayang kepada lansia. Ini mungkin tidak selalu diungkapkan secara verbal, tetapi diperlihatkan melalui tindakan-tindakan kecil dalam perawatan sehari-hari.
- Quality care
Memantau tingkat keperawatan, standar pengobatan, dan indikator kesehatan lansia. Caregiver juga harus siap menghadapi masalah-masalah yang mungkin muncul selama proses perawatan.
- Kebutuhan caregiver
Merawat lansia bukan hanya tugas fisik tetapi juga membutuhkan pengetahuan dan dukungan yang tepat. Caregiver harus memahami berbagai aspek dalam merawat lansia, mulai dari diagnosis hingga dukungan emosional.
- Pemahaman diagnosa
Caregiver perlu mengetahui diagnosis pasien yang dirawat.
Mereka harus terus memperbarui informasi tentang kondisi kesehatan lansia, mengingat kebutuhan medis dan gejala bisa berubah seiring waktu.
- Pemahaman penyakit
Selain memahami diagnosis, caregiver juga dituntut untuk mengerti tanda-tanda gejala penyakit yang dialami lansia.
Pelatihan tentang diagnosa penyakit sangat penting agar caregiver dapat memberikan terapi yang tepat dan menangani keluhan yang muncul.
- Dukungan emosional
Menghadapi beban emosional saat merawat lansia bisa sangat berat.
Caregiver membutuhkan dukungan emosional untuk menjaga keseimbangan mental mereka, sehingga bisa tetap memberikan perawatan terbaik.
- Bantuan jasa sosial
Caregiver seringkali memerlukan bantuan dari layanan sosial untuk mendapatkan sumber daya tambahan, baik dalam bentuk peralatan medis maupun layanan pendukung lainnya.
Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi
Peran caregiver tidak hanya menuntut kemampuan fisik, tetapi juga pemahaman mendalam tentang kebutuhan medis dan emosional lansia.
Dengan dukungan dan pelatihan yang tepat, caregiver dapat memastikan lansia mendapatkan perawatan terbaik yang layak mereka terima.***
*Ilustrasi - Peran caregiver dalam layanan kesehatan lansia.(Pixabay)
Video Senior Podcast
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri